<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Standard &amp; Poor's, Menko Airlangga: Pemerintah Optimistis Ekonomi Segera Pulih</title><description>Airlangga Hartarto menerima delegasi lembaga pemeringkat kredit&amp;nbsp;  Standard &amp;amp; Poor's Global Rating (S&amp;amp;P) pada Selasa (23/3) secara  virtual.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383080/bertemu-standard-poor-s-menko-airlangga-pemerintah-optimistis-ekonomi-segera-pulih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383080/bertemu-standard-poor-s-menko-airlangga-pemerintah-optimistis-ekonomi-segera-pulih"/><item><title>Bertemu Standard &amp; Poor's, Menko Airlangga: Pemerintah Optimistis Ekonomi Segera Pulih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383080/bertemu-standard-poor-s-menko-airlangga-pemerintah-optimistis-ekonomi-segera-pulih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383080/bertemu-standard-poor-s-menko-airlangga-pemerintah-optimistis-ekonomi-segera-pulih</guid><pubDate>Rabu 24 Maret 2021 09:51 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/24/320/2383080/bertemu-standard-poor-s-menko-airlangga-pemerintah-optimistis-ekonomi-segera-pulih-gV981S6nlA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/24/320/2383080/bertemu-standard-poor-s-menko-airlangga-pemerintah-optimistis-ekonomi-segera-pulih-gV981S6nlA.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi lembaga pemeringkat kredit&amp;nbsp; Standard &amp;amp; Poor's Global Rating (S&amp;amp;P) pada Selasa (23/3) secara virtual.

Pertemuan ini menjadi penting, karena pada 17 April 2020 lalu, lembaga rating S&amp;amp;P mengubah outlook Indonesia dari &amp;lsquo;stabil&amp;rsquo; ke &amp;lsquo;negatif&amp;rsquo; meskipun tidak mengubah peringkat kredit Indonesia pada posisi BBB.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Kuartal I-2021 Diprediksi Minus 1%, Begini Harapan Menkeu
Pertemuan dengan delegasi S&amp;amp;P ini merupakan kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk menunjukan komitmennya dalam penanganan Covid-19 sekaligus upaya melakukan reformasi struktural.

Menko Perekonomian menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia diproyeksikan pulih pada tahun 2021 sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional.
 
&amp;nbsp;Bac juga: Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Segera Pulih Tahun Ini, Menko Airlangga Optimistis
Ketersediaan vaksin akan meningkatkan optimisme pemulihan. Lebih lanjut, Menko menyampaikan strategi kebijakan akan difokuskan pada empat faktor utama penggerak perekonomian yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor.

&amp;ldquo;Pemerintah terus mengalokasikan Anggaran Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada tahun 2021 yang mencapai Rp699,4 triliun atau sekitar USD49,6 miliar. Program tersebut mencakup sektor kesehatan dan perlindungan sosial, dukungan UMKM dan pembiayaan perusahaan, serta insentif bisnis. Selain itu, terdapat berbagai program prioritas dalam upaya mendorong penciptaan lapangan kerja,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.Selain alokasi anggaran PC-PEN, Pemerintah fokus pada percepatan program vaksinasi dalam upaya membentuk herd immunity.

&amp;ldquo;Untuk mendukung program vaksinasi, pemerintah telah menerapkan  kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM)  di 15 provinsi,&amp;rdquo; tambah Airlangga.

Kebijakan ini cukup efektif menekan angka kasus positif, tercermin dari tren penurunan angka kasus positif Covid-19.

Dalam jangka panjang, Pemerintah berkomitmen untuk melakukan reformasi struktural, melalui implementasi UU Cipta Kerja.

&amp;ldquo;Undang-undang ini akan menyederhanakan dan mensinkronkan peraturan  yang jumlahnya terlalu besar yang seringkali menghambat. UU Cipta Kerja  berperan sebagai jembatan antara program mitigasi Covid-19 dan reformasi  struktural jangka panjang,&amp;rdquo; tegas Menko Perekonomian.

Selain itu, untuk mengisi kesenjangan infrastruktur dan mencari  sumber keuangan dari investor swasta, Pemerintah telah membentuk  Indonesia Investment Authority (INA). Pembangunan infrastruktur juga  akan dilanjutkan, melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di tengah  pandemi COVID-19.

&amp;ldquo;Pembangunan infrastruktur ini akan membantu pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia,&amp;rdquo; jelas Menko Perekonomian.

Terakhir, Menko Perekonomian menjelaskan akan meningkatkan kerja sama  ekonomi internasional, salah satunya melalui Regional Comprehensive  Economic Partnership (RCEP), untuk memperluas akses pasar  danmeningkatkan Foreign Direct Investment (FDI), selain berbagai  kemudahan ekspor yang akan diberikan.
Diharapkan melalui penjelasan yang komprehensif ini, outlook Indonesia dapat kembali naik dari negatif menjadi stabil.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi lembaga pemeringkat kredit&amp;nbsp; Standard &amp;amp; Poor's Global Rating (S&amp;amp;P) pada Selasa (23/3) secara virtual.

Pertemuan ini menjadi penting, karena pada 17 April 2020 lalu, lembaga rating S&amp;amp;P mengubah outlook Indonesia dari &amp;lsquo;stabil&amp;rsquo; ke &amp;lsquo;negatif&amp;rsquo; meskipun tidak mengubah peringkat kredit Indonesia pada posisi BBB.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Kuartal I-2021 Diprediksi Minus 1%, Begini Harapan Menkeu
Pertemuan dengan delegasi S&amp;amp;P ini merupakan kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk menunjukan komitmennya dalam penanganan Covid-19 sekaligus upaya melakukan reformasi struktural.

Menko Perekonomian menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia diproyeksikan pulih pada tahun 2021 sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional.
 
&amp;nbsp;Bac juga: Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Segera Pulih Tahun Ini, Menko Airlangga Optimistis
Ketersediaan vaksin akan meningkatkan optimisme pemulihan. Lebih lanjut, Menko menyampaikan strategi kebijakan akan difokuskan pada empat faktor utama penggerak perekonomian yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor.

&amp;ldquo;Pemerintah terus mengalokasikan Anggaran Penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada tahun 2021 yang mencapai Rp699,4 triliun atau sekitar USD49,6 miliar. Program tersebut mencakup sektor kesehatan dan perlindungan sosial, dukungan UMKM dan pembiayaan perusahaan, serta insentif bisnis. Selain itu, terdapat berbagai program prioritas dalam upaya mendorong penciptaan lapangan kerja,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.Selain alokasi anggaran PC-PEN, Pemerintah fokus pada percepatan program vaksinasi dalam upaya membentuk herd immunity.

&amp;ldquo;Untuk mendukung program vaksinasi, pemerintah telah menerapkan  kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM)  di 15 provinsi,&amp;rdquo; tambah Airlangga.

Kebijakan ini cukup efektif menekan angka kasus positif, tercermin dari tren penurunan angka kasus positif Covid-19.

Dalam jangka panjang, Pemerintah berkomitmen untuk melakukan reformasi struktural, melalui implementasi UU Cipta Kerja.

&amp;ldquo;Undang-undang ini akan menyederhanakan dan mensinkronkan peraturan  yang jumlahnya terlalu besar yang seringkali menghambat. UU Cipta Kerja  berperan sebagai jembatan antara program mitigasi Covid-19 dan reformasi  struktural jangka panjang,&amp;rdquo; tegas Menko Perekonomian.

Selain itu, untuk mengisi kesenjangan infrastruktur dan mencari  sumber keuangan dari investor swasta, Pemerintah telah membentuk  Indonesia Investment Authority (INA). Pembangunan infrastruktur juga  akan dilanjutkan, melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di tengah  pandemi COVID-19.

&amp;ldquo;Pembangunan infrastruktur ini akan membantu pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia,&amp;rdquo; jelas Menko Perekonomian.

Terakhir, Menko Perekonomian menjelaskan akan meningkatkan kerja sama  ekonomi internasional, salah satunya melalui Regional Comprehensive  Economic Partnership (RCEP), untuk memperluas akses pasar  danmeningkatkan Foreign Direct Investment (FDI), selain berbagai  kemudahan ekspor yang akan diberikan.
Diharapkan melalui penjelasan yang komprehensif ini, outlook Indonesia dapat kembali naik dari negatif menjadi stabil.</content:encoded></item></channel></rss>
