<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jasa Marga Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti, Ini Kata BPJT</title><description>PT Jasa Marga (Persero) Tbk masih melakukan uji coba terbatas aplikasi  solusi touch less transaction SLFF berbasis  teknologi RFID.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383190/jasa-marga-uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-ini-kata-bpjt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383190/jasa-marga-uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-ini-kata-bpjt"/><item><title>Jasa Marga Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti, Ini Kata BPJT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383190/jasa-marga-uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-ini-kata-bpjt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383190/jasa-marga-uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-ini-kata-bpjt</guid><pubDate>Rabu 24 Maret 2021 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/24/320/2383190/jasa-marga-uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-ini-kata-bpjt-lJUE8Wyvrd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerbang Tol (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/24/320/2383190/jasa-marga-uji-coba-bayar-tol-tanpa-berhenti-ini-kata-bpjt-lJUE8Wyvrd.jpg</image><title>Gerbang Tol (okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) masih melakukan uji coba terbatas aplikasi solusi touch less transaction Single Lane Free Flow (SLFF) berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Dengan teknologi ini, kendaraan tidak perlu lagi untuk berhenti ketika membayar tol.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahbullah Nurdin mengatakan apa yang sedang dilakukan Jasa Marga bukan bagian dari Multi Lane Free Flow (MLFF). Melainkan teknologi RFID milik Jasa Marga yang berbeda dengan MLFF.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ditargetkan Bisa Dilewati saat Lebaran, Tol Balikpapan-Samarinda Dikebut
&amp;ldquo;Itu bukan bagian MLFF, itu FLO-nya Jasa Marga sudah 2 tahun lalu. Dijalankan dengan sistem RFID berbeda itu,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (24/3/2021).

Menurut Nurdin, MLFF masih belum diujicoba pada saat ini karena harus ada beberapa persiapan yang dilakukan. MLFF ini baru akan diujicoba pada 2022 mendatang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPKN Tak Setuju Tarif Jalan Tol Dinaikan 
&amp;ldquo;MLFF belum ujicoba. Baru mau mulai ujicoba 2022 saat ini masih penyiapan PKS, financial close, dan persiapan konstruksi. Masih jauh,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu, Corporate Communication &amp;amp; Community Development  Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, sebenarnya pengembangan  berbagai teknologi bayar tol tanpa berhenti ini sudah direncanakan sejak  jauh-jauh hari. Bahkan, ujicoba dan pemikiran untuk mengembangkan  pembayaran tol tanpa berhenti ini sudah dilakukan sebelum berlakunya  elektronifikasi di jalan tol

&amp;ldquo;Sejatinya Jasa Marga telah mengembangkan uji coba berbagai teknologi  dalam touchless transaction di jalan tol, bahkan sejak sebelum  berlakunya elektronifikasi di jalan tol tahun 2017,&amp;rdquo; jelasnya.

Lagi pula, uji coba baru dilakukan di kalangan internal saja. Selain  memang juga ada kerjasama yang dilakukan dengan penggunan eksternal

Ada beberapa kelompok eksternal perusahaan yang diajak untuk  kerjasama untuk menguni keandalanya. Seperti misalnya adalah beberapa  perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga beberapa komunitas  automotif.

&amp;ldquo;Diantaranya ada beberapa BUMN dan beberapa komunitas otomotif yang  kami ajak menguji kehandalan sistem dan mendapatkan berbagai masukan  dari mereka, dalam rangka pengembangan sistem transaksi yang dilakukan  Jasa Marga,&amp;rdquo; kata pria yang kerap disapa Heru.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) masih melakukan uji coba terbatas aplikasi solusi touch less transaction Single Lane Free Flow (SLFF) berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Dengan teknologi ini, kendaraan tidak perlu lagi untuk berhenti ketika membayar tol.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahbullah Nurdin mengatakan apa yang sedang dilakukan Jasa Marga bukan bagian dari Multi Lane Free Flow (MLFF). Melainkan teknologi RFID milik Jasa Marga yang berbeda dengan MLFF.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ditargetkan Bisa Dilewati saat Lebaran, Tol Balikpapan-Samarinda Dikebut
&amp;ldquo;Itu bukan bagian MLFF, itu FLO-nya Jasa Marga sudah 2 tahun lalu. Dijalankan dengan sistem RFID berbeda itu,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (24/3/2021).

Menurut Nurdin, MLFF masih belum diujicoba pada saat ini karena harus ada beberapa persiapan yang dilakukan. MLFF ini baru akan diujicoba pada 2022 mendatang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BPKN Tak Setuju Tarif Jalan Tol Dinaikan 
&amp;ldquo;MLFF belum ujicoba. Baru mau mulai ujicoba 2022 saat ini masih penyiapan PKS, financial close, dan persiapan konstruksi. Masih jauh,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu, Corporate Communication &amp;amp; Community Development  Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, sebenarnya pengembangan  berbagai teknologi bayar tol tanpa berhenti ini sudah direncanakan sejak  jauh-jauh hari. Bahkan, ujicoba dan pemikiran untuk mengembangkan  pembayaran tol tanpa berhenti ini sudah dilakukan sebelum berlakunya  elektronifikasi di jalan tol

&amp;ldquo;Sejatinya Jasa Marga telah mengembangkan uji coba berbagai teknologi  dalam touchless transaction di jalan tol, bahkan sejak sebelum  berlakunya elektronifikasi di jalan tol tahun 2017,&amp;rdquo; jelasnya.

Lagi pula, uji coba baru dilakukan di kalangan internal saja. Selain  memang juga ada kerjasama yang dilakukan dengan penggunan eksternal

Ada beberapa kelompok eksternal perusahaan yang diajak untuk  kerjasama untuk menguni keandalanya. Seperti misalnya adalah beberapa  perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga beberapa komunitas  automotif.

&amp;ldquo;Diantaranya ada beberapa BUMN dan beberapa komunitas otomotif yang  kami ajak menguji kehandalan sistem dan mendapatkan berbagai masukan  dari mereka, dalam rangka pengembangan sistem transaksi yang dilakukan  Jasa Marga,&amp;rdquo; kata pria yang kerap disapa Heru.</content:encoded></item></channel></rss>
