<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Centro di Bintaro Xchange Akan Tutup, Ada Apa?</title><description>Centro di Bintaro Jaya Xchange Mall pun akan ditutup karena tak kuat menahan serangan krisis karena wabah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383394/centro-di-bintaro-xchange-akan-tutup-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383394/centro-di-bintaro-xchange-akan-tutup-ada-apa"/><item><title>Centro di Bintaro Xchange Akan Tutup, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383394/centro-di-bintaro-xchange-akan-tutup-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/24/320/2383394/centro-di-bintaro-xchange-akan-tutup-ada-apa</guid><pubDate>Rabu 24 Maret 2021 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/24/320/2383394/centro-di-bintaro-xchange-akan-tutup-ada-apa-TC32jbAQHU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Centro. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/24/320/2383394/centro-di-bintaro-xchange-akan-tutup-ada-apa-TC32jbAQHU.jpg</image><title>Centro. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pusat perbelanjaan merupakan salah satu jenis usaha yang terkena dampak akibat krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kini, Centro di Bintaro Jaya Xchange Mall pun akan ditutup karena tak kuat menahan serangan krisis karena wabah tersebut.
&quot;Ada kabar demikian, tapi masih menunggu informasi resminya,&quot; kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada Okezone, Rabu (24/3/2021).
Dia menilai sudah tak aneh bila peritel harus menutup usahanya di tengah pandemi ini. Terlebih, mereka yang bergerak di bidang fashion paling merasakan adanya krisis tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Libur Panjang, Pengunjung Mal Diprediksi Membludak
&quot;Salah satu sektor ritel yang cukup terpukul selama pandemi adalah kategori fashion ( sandang / busana ),&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Golden Truly di Gunung Sahari tutup. Mal Golden Truly sudah tidak beroperasi alias tutup pada 1 Desember.
Hal ini diungkapkan dalam akun Instagram resminya @goldentruly yang dikutip Okezone, Jakarta, Kamis (3/12/2020).
&quot;Kepada seluruh customer loyal kami, Terima Kasih atas kepercayaan dan kesetiaan terhadap Mall Golden Truly selama hadir di Jl Gunung Sahari,&quot; tulis manajemen Golden Truly dalam akun Instagram.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Bikin Masyarakat Pede Pergi ke Mal
Pasca-penutupan Mal Golden Truly, manajamen akan tetap menjual kebutuhan secara online di Tokopedia dan Shopee.
&quot;Dan kami akan tetap hadir untuk memenuhi kebutuhan anda dengan menyediakan koleksi terbaru Golden Truly di online shop kami di Tokopedia &amp;amp; Shopee. See you soon and visit us online!&quot; tulisnya.
Tak hanya itu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengalami rugi bersih sebesar Rp358 miliar pada semester I-2020. Hal ini merupakan dampak dari wabah virus Corona atau Covid-19.Namun, di tengah tantangan Covid-19, Matahari telah menutup 6 gerai. Hal ini dikarenakan kinerja yang kurang baik dan dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang lebih menarik.
&quot;Di masa lalu, kami telah menutup gerai-gerai dengan kinerja kurang baik, dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang menarik. Namun, mengingat terjadinya pandemi COVID-19 serta upaya kami untuk merestrukturisasi bisnis, kami memutuskan untuk mempercepat penutupan gerai yang berkinerja kurang baik,&quot; ujar CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (3/8/2020).</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat perbelanjaan merupakan salah satu jenis usaha yang terkena dampak akibat krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kini, Centro di Bintaro Jaya Xchange Mall pun akan ditutup karena tak kuat menahan serangan krisis karena wabah tersebut.
&quot;Ada kabar demikian, tapi masih menunggu informasi resminya,&quot; kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada Okezone, Rabu (24/3/2021).
Dia menilai sudah tak aneh bila peritel harus menutup usahanya di tengah pandemi ini. Terlebih, mereka yang bergerak di bidang fashion paling merasakan adanya krisis tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Libur Panjang, Pengunjung Mal Diprediksi Membludak
&quot;Salah satu sektor ritel yang cukup terpukul selama pandemi adalah kategori fashion ( sandang / busana ),&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Golden Truly di Gunung Sahari tutup. Mal Golden Truly sudah tidak beroperasi alias tutup pada 1 Desember.
Hal ini diungkapkan dalam akun Instagram resminya @goldentruly yang dikutip Okezone, Jakarta, Kamis (3/12/2020).
&quot;Kepada seluruh customer loyal kami, Terima Kasih atas kepercayaan dan kesetiaan terhadap Mall Golden Truly selama hadir di Jl Gunung Sahari,&quot; tulis manajemen Golden Truly dalam akun Instagram.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Bikin Masyarakat Pede Pergi ke Mal
Pasca-penutupan Mal Golden Truly, manajamen akan tetap menjual kebutuhan secara online di Tokopedia dan Shopee.
&quot;Dan kami akan tetap hadir untuk memenuhi kebutuhan anda dengan menyediakan koleksi terbaru Golden Truly di online shop kami di Tokopedia &amp;amp; Shopee. See you soon and visit us online!&quot; tulisnya.
Tak hanya itu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengalami rugi bersih sebesar Rp358 miliar pada semester I-2020. Hal ini merupakan dampak dari wabah virus Corona atau Covid-19.Namun, di tengah tantangan Covid-19, Matahari telah menutup 6 gerai. Hal ini dikarenakan kinerja yang kurang baik dan dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang lebih menarik.
&quot;Di masa lalu, kami telah menutup gerai-gerai dengan kinerja kurang baik, dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang menarik. Namun, mengingat terjadinya pandemi COVID-19 serta upaya kami untuk merestrukturisasi bisnis, kami memutuskan untuk mempercepat penutupan gerai yang berkinerja kurang baik,&quot; ujar CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (3/8/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
