<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Tebar Dividen Rp12,1 Triliun, Setor ke Negara Rp6,8 Triliun</title><description>BRI menyetujui pembayaran dividen sebesar 65% dari laba bersih konsolidasian tahun 2020 sebesar Rp18,6 triliun.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/278/2383963/bri-tebar-dividen-rp12-1-triliun-setor-ke-negara-rp6-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/278/2383963/bri-tebar-dividen-rp12-1-triliun-setor-ke-negara-rp6-8-triliun"/><item><title>BRI Tebar Dividen Rp12,1 Triliun, Setor ke Negara Rp6,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/278/2383963/bri-tebar-dividen-rp12-1-triliun-setor-ke-negara-rp6-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/278/2383963/bri-tebar-dividen-rp12-1-triliun-setor-ke-negara-rp6-8-triliun</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/278/2383963/bri-tebar-dividen-rp12-1-triliun-setor-ke-negara-rp6-8-triliun-OqNf3RE2J9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BRI Bagi Dividen (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/278/2383963/bri-tebar-dividen-rp12-1-triliun-setor-ke-negara-rp6-8-triliun-OqNf3RE2J9.jpeg</image><title>BRI Bagi Dividen (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI menyetujui pembayaran dividen sebesar 65% dari laba bersih konsolidasian tahun 2020 sebesar Rp18,6 triliun.

Keputusan pembayaran dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2021 di Kantor Pusat BRI hari ini,

Adapun dividen yang dibagikan BRI pada tahun ini mencapai Rp12,1 triliun. Sementara itu sisanya sebesar 35% atau sebesar Rp6,5 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

&quot;Dividen sebesar 65% atau Rp12,1 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai dibagikan kepada pemegang saham. Dividen bagian Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sekurang-kurangnya 56,75% saham atau sekurang-kurangnya sebesar Rp6,8 triliun akan disetorkan ke rekening kas umum negara,&quot; ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dalam video conference, Kamis (25/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Duit Nasabah BRI Rp400 Juta Raib, Setelah Ditelusuri Hasilnya Tak Disangka&amp;nbsp;
Catur menambahkan, rasio dividen tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta dalam rangka menjaga struktur modal yang kuat untuk ekspansi bisnis dan mengantisipasi risiko ke depan yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank.

Dividen pay out ratio tahun buku 2020 meningkat apabila dibandingkan dengan dividen pay out ratio tahun buku 2019 sebesar 60 persen.

&amp;ldquo;Sesuai dengan tahapan implementasi Basel III, Perseroan ingin menjaga tingkat rasio kecukupan modal (CAR) diatas 18 persen. Selain itu, Perseroan masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh, baik secara organik maupun anorganik,&amp;rdquo; kata dia.

Catur menuturkan, dividen tahun buku 2020 akan dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan.

Selanjutnya, direksi diberi kuasa dan wewenang untuk hak substitusi untuk melakukan:
1. penetapan jadwal dan tata cara pembagian yang berkaitan dengan pembayaran dividen untuk tahun buku 2020 sesuai ketentuan yang berlaku.
2. pemotongan pajak dividen sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku
3. hal-hal terkait teknis lain dengan tidak mengurangi ketentuan yang berlaku.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI menyetujui pembayaran dividen sebesar 65% dari laba bersih konsolidasian tahun 2020 sebesar Rp18,6 triliun.

Keputusan pembayaran dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2021 di Kantor Pusat BRI hari ini,

Adapun dividen yang dibagikan BRI pada tahun ini mencapai Rp12,1 triliun. Sementara itu sisanya sebesar 35% atau sebesar Rp6,5 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

&quot;Dividen sebesar 65% atau Rp12,1 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai dibagikan kepada pemegang saham. Dividen bagian Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sekurang-kurangnya 56,75% saham atau sekurang-kurangnya sebesar Rp6,8 triliun akan disetorkan ke rekening kas umum negara,&quot; ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dalam video conference, Kamis (25/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Duit Nasabah BRI Rp400 Juta Raib, Setelah Ditelusuri Hasilnya Tak Disangka&amp;nbsp;
Catur menambahkan, rasio dividen tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta dalam rangka menjaga struktur modal yang kuat untuk ekspansi bisnis dan mengantisipasi risiko ke depan yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank.

Dividen pay out ratio tahun buku 2020 meningkat apabila dibandingkan dengan dividen pay out ratio tahun buku 2019 sebesar 60 persen.

&amp;ldquo;Sesuai dengan tahapan implementasi Basel III, Perseroan ingin menjaga tingkat rasio kecukupan modal (CAR) diatas 18 persen. Selain itu, Perseroan masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh, baik secara organik maupun anorganik,&amp;rdquo; kata dia.

Catur menuturkan, dividen tahun buku 2020 akan dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan.

Selanjutnya, direksi diberi kuasa dan wewenang untuk hak substitusi untuk melakukan:
1. penetapan jadwal dan tata cara pembagian yang berkaitan dengan pembayaran dividen untuk tahun buku 2020 sesuai ketentuan yang berlaku.
2. pemotongan pajak dividen sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku
3. hal-hal terkait teknis lain dengan tidak mengurangi ketentuan yang berlaku.</content:encoded></item></channel></rss>
