<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Melesat Naik 6% Imbas Kapal Kandas di Terusan Suez</title><description>Harga minyak melonjak sekira 6% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383659/harga-minyak-melesat-naik-6-imbas-kapal-kandas-di-terusan-suez</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383659/harga-minyak-melesat-naik-6-imbas-kapal-kandas-di-terusan-suez"/><item><title>Harga Minyak Melesat Naik 6% Imbas Kapal Kandas di Terusan Suez</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383659/harga-minyak-melesat-naik-6-imbas-kapal-kandas-di-terusan-suez</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383659/harga-minyak-melesat-naik-6-imbas-kapal-kandas-di-terusan-suez</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383659/harga-minyak-melesat-naik-6-imbas-kapal-kandas-di-terusan-suez-ckYesLASkr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383659/harga-minyak-melesat-naik-6-imbas-kapal-kandas-di-terusan-suez-ckYesLASkr.jpg</image><title>Minyak Mentah (Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak melonjak sekira 6% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah sebuah kapal kandas di Terusan Suez, dan kekhawatiran bahwa insiden tersebut dapat menghambat pengiriman minyak mentah memberikan dorongan harga-harga lebih tinggi setelah penurunan selama seminggu terakhir.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei terangkat USD3,62 atau 6,0%, menjadi ditutup di USD64,41 per barel, setelah tergelincir USD3,83 atau 5,9% sehari sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Emas Terdongkrak Imbas Investor Abaikan Naiknya Imbal hasil Obligasi AS
Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bangkit USD3,42 atau 5,9% menjadi menetap di USD61,18 per barel, setelah kehilangan USD3,80 atau 6,2% pada Selasa (23/3/2021).

Kedua kontrak acuan harga minyak mentah, minyak mentah AS dan Brent, menambah keuntungan setelah data persediaan AS menunjukkan rebound lebih lanjut dalam aktivitas penyulingan, menunjukkan penyulingan AS sebagian besar pulih dari cuaca dingin yang menghantam Texas pada Februari.
 
Baca juga: Harga Minyak Anjlok Terseret Kekhawatiran Lambatnya Peluncuran Vaksin
Kenaikan tampaknya menstabilkan pasar yang telah merosot sejak awal bulan ini, ketika harga mencapai level tertinggi tahun ini di tengah ekspektasi pemulihan permintaan. Harapan tersebut sejak itu pupus ketika negara-negara Eropa kembali melakukan lockdown untuk menghentikan gelombang pandemi lainnya.

Harga minyak telah pulih dari posisi terendah bersejarah yang dicapai tahun lalu karena OPEC dan sekutunya membuat rekor pemotongan produksi. Pada Selasa (23/3/2021), kedua harga acuan menyentuh level terendah sejak Februari.Sepuluh kapal tunda berjuang pada Rabu sore (24/3/2021) untuk  membebaskan salah satu kapal kontainer terbesar di dunia, MV Ever Given,  setelah kandas dan menutup Terusan Suez selama lebih dari sehari, kata  agen pelabuhan GAC.

GAC mengatakan informasi yang telah diterima sebelumnya yang  mengklaim kapal itu sebagian diapungkan kembali, memungkinkan lalu  lintas dilanjutkan di sepanjang rute pengiriman tercepat dari Eropa ke  Asia, tidak akurat.

&amp;ldquo;Ini adalah salah satu wild card yang unik untuk industri minyak  mentah,&amp;rdquo; kata Bob Yawger dari Mizuho di New York. &quot;Setelah Anda mengira  semuanya telah dipastikan, saya dapat menjamin satu hal: Anda tidak  melakukannya.&quot;

Harga minyak juga didukung oleh data Badan Informasi Energi AS (EIA)  yang menunjukkan kilang-kilang mulai pulih setelah badai musim dingin  menutup kilang-kilang di Texas bulan lalu.

&amp;ldquo;Para penyuling keluar dari perawatan dan memulihkan diri dari  pemadaman listrik. Harapannya sekarang adalah mereka kembali bekerja,  kita akan melihat persediaan minyak mentah cenderung lebih rendah dalam  beberapa minggu mendatang,&quot; kata Analis Senior Price Futures Group, Phil  Flynn, di Chicago.

Italia, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya telah memberlakukan  kembali pembatasan pergerakan. Tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel  mengatakan dia membalikkan keputusan untuk penguncian Paskah yang lebih  ketat.

OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, bertemu pada 1 April  untuk mempertimbangkan apakah akan mengurangi lebih banyak pengurangan  produksi mereka.
</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak melonjak sekira 6% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah sebuah kapal kandas di Terusan Suez, dan kekhawatiran bahwa insiden tersebut dapat menghambat pengiriman minyak mentah memberikan dorongan harga-harga lebih tinggi setelah penurunan selama seminggu terakhir.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei terangkat USD3,62 atau 6,0%, menjadi ditutup di USD64,41 per barel, setelah tergelincir USD3,83 atau 5,9% sehari sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Emas Terdongkrak Imbas Investor Abaikan Naiknya Imbal hasil Obligasi AS
Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bangkit USD3,42 atau 5,9% menjadi menetap di USD61,18 per barel, setelah kehilangan USD3,80 atau 6,2% pada Selasa (23/3/2021).

Kedua kontrak acuan harga minyak mentah, minyak mentah AS dan Brent, menambah keuntungan setelah data persediaan AS menunjukkan rebound lebih lanjut dalam aktivitas penyulingan, menunjukkan penyulingan AS sebagian besar pulih dari cuaca dingin yang menghantam Texas pada Februari.
 
Baca juga: Harga Minyak Anjlok Terseret Kekhawatiran Lambatnya Peluncuran Vaksin
Kenaikan tampaknya menstabilkan pasar yang telah merosot sejak awal bulan ini, ketika harga mencapai level tertinggi tahun ini di tengah ekspektasi pemulihan permintaan. Harapan tersebut sejak itu pupus ketika negara-negara Eropa kembali melakukan lockdown untuk menghentikan gelombang pandemi lainnya.

Harga minyak telah pulih dari posisi terendah bersejarah yang dicapai tahun lalu karena OPEC dan sekutunya membuat rekor pemotongan produksi. Pada Selasa (23/3/2021), kedua harga acuan menyentuh level terendah sejak Februari.Sepuluh kapal tunda berjuang pada Rabu sore (24/3/2021) untuk  membebaskan salah satu kapal kontainer terbesar di dunia, MV Ever Given,  setelah kandas dan menutup Terusan Suez selama lebih dari sehari, kata  agen pelabuhan GAC.

GAC mengatakan informasi yang telah diterima sebelumnya yang  mengklaim kapal itu sebagian diapungkan kembali, memungkinkan lalu  lintas dilanjutkan di sepanjang rute pengiriman tercepat dari Eropa ke  Asia, tidak akurat.

&amp;ldquo;Ini adalah salah satu wild card yang unik untuk industri minyak  mentah,&amp;rdquo; kata Bob Yawger dari Mizuho di New York. &quot;Setelah Anda mengira  semuanya telah dipastikan, saya dapat menjamin satu hal: Anda tidak  melakukannya.&quot;

Harga minyak juga didukung oleh data Badan Informasi Energi AS (EIA)  yang menunjukkan kilang-kilang mulai pulih setelah badai musim dingin  menutup kilang-kilang di Texas bulan lalu.

&amp;ldquo;Para penyuling keluar dari perawatan dan memulihkan diri dari  pemadaman listrik. Harapannya sekarang adalah mereka kembali bekerja,  kita akan melihat persediaan minyak mentah cenderung lebih rendah dalam  beberapa minggu mendatang,&quot; kata Analis Senior Price Futures Group, Phil  Flynn, di Chicago.

Italia, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya telah memberlakukan  kembali pembatasan pergerakan. Tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel  mengatakan dia membalikkan keputusan untuk penguncian Paskah yang lebih  ketat.

OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, bertemu pada 1 April  untuk mempertimbangkan apakah akan mengurangi lebih banyak pengurangan  produksi mereka.
</content:encoded></item></channel></rss>
