<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Tambah Anggaran Kesehatan 2 Kali Lipat Jadi Rp300 Triliun, Untuk Apa Saja?</title><description>Anggaran kesehatan itu Rp113 triliun di tahun 2019, dan di tahun 2021 naik dua kali lipat sampai Rp300 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383745/sri-mulyani-tambah-anggaran-kesehatan-2-kali-lipat-jadi-rp300-triliun-untuk-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383745/sri-mulyani-tambah-anggaran-kesehatan-2-kali-lipat-jadi-rp300-triliun-untuk-apa-saja"/><item><title>Sri Mulyani Tambah Anggaran Kesehatan 2 Kali Lipat Jadi Rp300 Triliun, Untuk Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383745/sri-mulyani-tambah-anggaran-kesehatan-2-kali-lipat-jadi-rp300-triliun-untuk-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383745/sri-mulyani-tambah-anggaran-kesehatan-2-kali-lipat-jadi-rp300-triliun-untuk-apa-saja</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383745/sri-mulyani-tambah-anggaran-kesehatan-2-kali-lipat-jadi-rp300-triliun-untuk-apa-saja-SRiRaLN7hf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383745/sri-mulyani-tambah-anggaran-kesehatan-2-kali-lipat-jadi-rp300-triliun-untuk-apa-saja-SRiRaLN7hf.jpeg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa belanja negara untuk bidang kesehatan memungkinkan pemerintah untuk membeli alat testing, lalu dilakukan tracing, dan bagi masyarakat yang terkena Covid-19, biaya penyembuhannya ditanggung negara.


&quot;Kita juga memberikan insentif kepada tenaga kesehatan (nakes), menyediakan rumah sakit (RS), dan tempat isolasi. Dan sekarang, kita mengadakan vaksin,&quot; ucap Sri dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis(25/3/2021).
 
Baca juga: Penyebab Insentif Petugas Contact Tracer Covid-19 Telat Cair
Sebelumnya, dia mengatakan bahwa anggaran kesehatan itu Rp113 triliun di tahun 2019, dan di tahun 2021 naik dua kali lipat sampai Rp300 triliun.

&quot;Namun, kendalanya tidak hanya di bidang kesehatan saja. Ada masyarakat yang tidak bisa berkegiatan sosial, dan kondisi ini juga mematikan kegiatan usaha, maka pemerintah membantu masyarakat yang miskin dalam golongan 30% terbawah dan membantu UMKM,&quot; terangnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemenkeu: Mudah-mudahan Tak Ada Keluhan Pencairan Insentif Nakes
Dia mengatakan bahwa fokus pemerintah ke UMKM juga dikarenakan mereka langsung kehilangan kesempatan kerja.Dalam PEN, ada anggaran Rp210 triliun yang ditujukan untuk Program  Keluarga Harapan (PKH), BLT, sembako, BLT Desa, subsidi listrik 450va  dan 900va, juga internet untuk para pelajar dan para guru.

&quot;Semua ini menggunakan anggaran negara. Kami bisa merumuskan  kebijakan dengan cepat karena kami secara transparan menyampaikan kepada  DPR dan dibahas bersama,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa belanja negara untuk bidang kesehatan memungkinkan pemerintah untuk membeli alat testing, lalu dilakukan tracing, dan bagi masyarakat yang terkena Covid-19, biaya penyembuhannya ditanggung negara.


&quot;Kita juga memberikan insentif kepada tenaga kesehatan (nakes), menyediakan rumah sakit (RS), dan tempat isolasi. Dan sekarang, kita mengadakan vaksin,&quot; ucap Sri dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis(25/3/2021).
 
Baca juga: Penyebab Insentif Petugas Contact Tracer Covid-19 Telat Cair
Sebelumnya, dia mengatakan bahwa anggaran kesehatan itu Rp113 triliun di tahun 2019, dan di tahun 2021 naik dua kali lipat sampai Rp300 triliun.

&quot;Namun, kendalanya tidak hanya di bidang kesehatan saja. Ada masyarakat yang tidak bisa berkegiatan sosial, dan kondisi ini juga mematikan kegiatan usaha, maka pemerintah membantu masyarakat yang miskin dalam golongan 30% terbawah dan membantu UMKM,&quot; terangnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemenkeu: Mudah-mudahan Tak Ada Keluhan Pencairan Insentif Nakes
Dia mengatakan bahwa fokus pemerintah ke UMKM juga dikarenakan mereka langsung kehilangan kesempatan kerja.Dalam PEN, ada anggaran Rp210 triliun yang ditujukan untuk Program  Keluarga Harapan (PKH), BLT, sembako, BLT Desa, subsidi listrik 450va  dan 900va, juga internet untuk para pelajar dan para guru.

&quot;Semua ini menggunakan anggaran negara. Kami bisa merumuskan  kebijakan dengan cepat karena kami secara transparan menyampaikan kepada  DPR dan dibahas bersama,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
