<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Dunia Diprediksi Tumbuh 5,6%, Sri Mulyani: Biasanya Ada Revisi Lagi   </title><description>Lembaga internasional merevisi pertumbuhan ekonomi global ke bawah dan ditutup di angka minus 3,4%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383815/ekonomi-dunia-diprediksi-tumbuh-5-6-sri-mulyani-biasanya-ada-revisi-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383815/ekonomi-dunia-diprediksi-tumbuh-5-6-sri-mulyani-biasanya-ada-revisi-lagi"/><item><title>Ekonomi Dunia Diprediksi Tumbuh 5,6%, Sri Mulyani: Biasanya Ada Revisi Lagi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383815/ekonomi-dunia-diprediksi-tumbuh-5-6-sri-mulyani-biasanya-ada-revisi-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383815/ekonomi-dunia-diprediksi-tumbuh-5-6-sri-mulyani-biasanya-ada-revisi-lagi</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383815/ekonomi-dunia-diprediksi-tumbuh-5-6-sri-mulyani-biasanya-ada-revisi-lagi-2dDlp9oglu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383815/ekonomi-dunia-diprediksi-tumbuh-5-6-sri-mulyani-biasanya-ada-revisi-lagi-2dDlp9oglu.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga internasional merevisi pertumbuhan ekonomi global ke bawah dan ditutup di angka minus 3,4%. Namun pada tahun ini, OECD merevisi pertumbuhan ekonomi ke atas.
&quot;Di 2021, dibilang ekonomi dunia tumbuh 5,6%, sementara IMF mengatakan di angka 5,5%. Biasanya April-Juni akan ada revisi lagi,&quot; ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis(25/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI: Ekonomi Indonesia Mulai Pulih Bertahap
Minggu ini, wilayah-wilayah yang melakukan lockdown adalah Jerman, Perancis, dan Italia. Dia mengatakan, kawasan Eropa paling struggle, dari sisi vaksin yang tertinggal dari Inggris dan AS.
&quot;Mereka sedang membuat regulasi pelarangan vaksin ke luar Eropa. Untung Indonesia dibolehin karena dianggap sebagai negara berkembang. Ini sesuatu yang harus diwaspadai dari sisi vaksin dan gelombang 3 Covid-19 di Eropa,&quot; ungkap Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;OECD: Ekonomi Dunia Bangkit, Tumbuh 5,5% Tahun Ini
Dia mengatakan, meski di Indonesia optimis, namun tetap harus waspada dan disiplin protokol kesehatan.
&quot;Sehingga tidak muncul dilema rem dan gas, karena kalau jumlah kasus Covid-19 naik, memaksa negara melakukan rem. Persis seperti yang terjadi di Eropa, semoga tidak di kita, kita berharap akselerasi (vaksinasi) ini terjadi,&quot; pungkas Sri.Sebelumnya, Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperkirakan&amp;nbsp;ekonomi dunia&amp;nbsp;bangkit kembali dari krisis pandemi secara lebih cepat dari perkiraan, sebagian berkat keberhasilan&amp;nbsp;vaksin&amp;nbsp;virus corona, dan upaya stimulus AS, tetapi kemajuan itu tidak merata dan pengangguran tetap menjadi perhatian besar.
OECD meningkatkan harapannya untuk pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global menjadi 5,5% tahun ini dan 4% tahun depan. Perkiraan itu naik dari perkiraan Desember sebesar 4,2% untuk pertumbuhan pada 2021 dan 3,7% untuk 2022.
Setelah virus menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam krisis tahun lalu, OECD sekarang memperkirakan produksi global akan melampaui tingkat pra-pandemi pada pertengahan tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga internasional merevisi pertumbuhan ekonomi global ke bawah dan ditutup di angka minus 3,4%. Namun pada tahun ini, OECD merevisi pertumbuhan ekonomi ke atas.
&quot;Di 2021, dibilang ekonomi dunia tumbuh 5,6%, sementara IMF mengatakan di angka 5,5%. Biasanya April-Juni akan ada revisi lagi,&quot; ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis(25/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BI: Ekonomi Indonesia Mulai Pulih Bertahap
Minggu ini, wilayah-wilayah yang melakukan lockdown adalah Jerman, Perancis, dan Italia. Dia mengatakan, kawasan Eropa paling struggle, dari sisi vaksin yang tertinggal dari Inggris dan AS.
&quot;Mereka sedang membuat regulasi pelarangan vaksin ke luar Eropa. Untung Indonesia dibolehin karena dianggap sebagai negara berkembang. Ini sesuatu yang harus diwaspadai dari sisi vaksin dan gelombang 3 Covid-19 di Eropa,&quot; ungkap Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;OECD: Ekonomi Dunia Bangkit, Tumbuh 5,5% Tahun Ini
Dia mengatakan, meski di Indonesia optimis, namun tetap harus waspada dan disiplin protokol kesehatan.
&quot;Sehingga tidak muncul dilema rem dan gas, karena kalau jumlah kasus Covid-19 naik, memaksa negara melakukan rem. Persis seperti yang terjadi di Eropa, semoga tidak di kita, kita berharap akselerasi (vaksinasi) ini terjadi,&quot; pungkas Sri.Sebelumnya, Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperkirakan&amp;nbsp;ekonomi dunia&amp;nbsp;bangkit kembali dari krisis pandemi secara lebih cepat dari perkiraan, sebagian berkat keberhasilan&amp;nbsp;vaksin&amp;nbsp;virus corona, dan upaya stimulus AS, tetapi kemajuan itu tidak merata dan pengangguran tetap menjadi perhatian besar.
OECD meningkatkan harapannya untuk pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global menjadi 5,5% tahun ini dan 4% tahun depan. Perkiraan itu naik dari perkiraan Desember sebesar 4,2% untuk pertumbuhan pada 2021 dan 3,7% untuk 2022.
Setelah virus menjerumuskan ekonomi dunia ke dalam krisis tahun lalu, OECD sekarang memperkirakan produksi global akan melampaui tingkat pra-pandemi pada pertengahan tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
