<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Covid-19 Itu Makhluk Halus</title><description>Sri Mulyani mengatakan bahwa tantangan terberat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional adalah Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383817/sri-mulyani-covid-19-itu-makhluk-halus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383817/sri-mulyani-covid-19-itu-makhluk-halus"/><item><title>Sri Mulyani: Covid-19 Itu Makhluk Halus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383817/sri-mulyani-covid-19-itu-makhluk-halus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383817/sri-mulyani-covid-19-itu-makhluk-halus</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383817/sri-mulyani-covid-19-itu-makhluk-halus-AOl6wiuVkG.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383817/sri-mulyani-covid-19-itu-makhluk-halus-AOl6wiuVkG.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa tantangan terberat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional adalah Covid-19.
&quot;Tantangannya tetap Covid-19, karena virus masih ada, tidak bisa dinegosiasi. Ini bukan manusia, dia makhluk halus,&quot; ujar Sri dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis(25/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Covid-19, Sri Mulyani: Tidak Mungkin Kami Lakukan Sendiri
Dia menyebutkan bahwa strateginya tetap sama dari sisi penanganan Covid-19. Untuk vaksinasi dan penanganan di tahun 2020 didanai Bank Indonesia (BI) dengan suku bunga 0%.
&quot;Bayangkan kalau dengan harga pasar, itu luar biasa berat. Untuk bansos, BI juga tetap untuk PKH, Rp220 triliun tahun lalu juga BI dengan suku bunga 0%. Kita bekerja sama dengan otoritas moneter menggunakan seluruh instrumen,&quot; tegas Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Gerakkan 3 Mesin Pendorong Ekonomi Indonesia
Dia menegaskan, yang paling penitng adalah masyarakat dan dunia usaha. &quot;Jadi kita akan bersama-sama terus memonitor, merespon dan menyesuaikan kebijakan,&quot; ucap Sri.Hal pertama adalah penanganan Covid-19, kedua demand dan supply. Pemerintah defisit 5,7%, jadi harus mulai konsolidasi. Untuk bagian demand, paling penting adalah sektor konsumsi, investasi dan ekspor, dimana ekspor harus dijaga dan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi global.
&quot;Namun investasi tergantung dari pelaksanaan Omnibus Law dan keyakinan dunia usaha. Ini tidak bisa hanya ditangani oleh satu institusi,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa tantangan terberat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional adalah Covid-19.
&quot;Tantangannya tetap Covid-19, karena virus masih ada, tidak bisa dinegosiasi. Ini bukan manusia, dia makhluk halus,&quot; ujar Sri dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis(25/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Covid-19, Sri Mulyani: Tidak Mungkin Kami Lakukan Sendiri
Dia menyebutkan bahwa strateginya tetap sama dari sisi penanganan Covid-19. Untuk vaksinasi dan penanganan di tahun 2020 didanai Bank Indonesia (BI) dengan suku bunga 0%.
&quot;Bayangkan kalau dengan harga pasar, itu luar biasa berat. Untuk bansos, BI juga tetap untuk PKH, Rp220 triliun tahun lalu juga BI dengan suku bunga 0%. Kita bekerja sama dengan otoritas moneter menggunakan seluruh instrumen,&quot; tegas Sri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Gerakkan 3 Mesin Pendorong Ekonomi Indonesia
Dia menegaskan, yang paling penitng adalah masyarakat dan dunia usaha. &quot;Jadi kita akan bersama-sama terus memonitor, merespon dan menyesuaikan kebijakan,&quot; ucap Sri.Hal pertama adalah penanganan Covid-19, kedua demand dan supply. Pemerintah defisit 5,7%, jadi harus mulai konsolidasi. Untuk bagian demand, paling penting adalah sektor konsumsi, investasi dan ekspor, dimana ekspor harus dijaga dan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi global.
&quot;Namun investasi tergantung dari pelaksanaan Omnibus Law dan keyakinan dunia usaha. Ini tidak bisa hanya ditangani oleh satu institusi,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
