<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Perbaikan Ekonomi Global Terjadi Tak Merata</title><description>Bank Indonesia menyebutkan, bahwa perekonomian global sudah mulai menunjukkan perbaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383882/bi-perbaikan-ekonomi-global-terjadi-tak-merata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383882/bi-perbaikan-ekonomi-global-terjadi-tak-merata"/><item><title>BI: Perbaikan Ekonomi Global Terjadi Tak Merata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383882/bi-perbaikan-ekonomi-global-terjadi-tak-merata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/25/320/2383882/bi-perbaikan-ekonomi-global-terjadi-tak-merata</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383882/bi-perbaikan-ekonomi-global-terjadi-tak-merata-MXsr9758cG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi perekonomian (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/320/2383882/bi-perbaikan-ekonomi-global-terjadi-tak-merata-MXsr9758cG.jpg</image><title>ilustrasi perekonomian (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menyebutkan, bahwa perekonomian global sudah mulai menunjukkan perbaikan. Terutama dipimpin oleh Amerikat Serikat (AS), Tiongkok, dan India.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Riza Tyas menuturkan, perbaikan pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi secara tidak merata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Covid-19 Luar Biasa, Negara Paling Kaya Sampai Terperosok
&amp;ldquo;Jadi beberapa di negara maju sendiri misal Eropa meski pun sudah mengalami perbaikan tetapi masih belum secepat kalau misalnya dibandingkan dengan Amerika. Akselerasi pertumbuhan sementara Emerging Market (EM) relatif masih lebih gradual perbaikannya dibandingkan dengan negara maju,&amp;rdquo; tuturnya dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Triwulan I &amp;ndash; 2021 Bank Indonesia secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Riza menjelaskan, perbaikan ekonomi global yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Tiongkok menyebabkan volume perdagangan dunia membaik dan berbagai harga komoditas juga mengalami peningkatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Dunia Diprediksi Tumbuh 5,6%, Sri Mulyani: Biasanya Ada Revisi Lagi 
&amp;ldquo;Yang sudah terjadi dari mulai tahun lalu terus mengalami peningkatan sampai dengan sekarang. Harga minyak pun mulai bulan Desember sudah mengalami peningkatan yang cukup besar. Sekarang berada di sekitar level 60-an daripada sebelumnya minyak berada di level 40-an,&amp;rdquo; jelas dia.Lanjutnya, perbaikan perekonomian yang terjadi secara tidak merata  menyebabkan naiknya ketidakpastian secara global. Hal ini yang kemudian  direspons oleh pelaku pasar.

&amp;ldquo;Ketika berbagai data ekonomi Amerika menunjukkan perbaikan yang  ternyata lebih tinggi daripada perkiraan semula, maka pasar merespons  dengan cukup sensitif. Ditandai dengan kenaikan US yield yang lebih  tinggi, kemudian USD yang menguat, dan kemudian berakibat pada pelemahan  mata uang dan yield di negara-negara berkembang,&amp;rdquo; ujar Direktur DKEM BI  tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menyebutkan, bahwa perekonomian global sudah mulai menunjukkan perbaikan. Terutama dipimpin oleh Amerikat Serikat (AS), Tiongkok, dan India.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Riza Tyas menuturkan, perbaikan pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi secara tidak merata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Covid-19 Luar Biasa, Negara Paling Kaya Sampai Terperosok
&amp;ldquo;Jadi beberapa di negara maju sendiri misal Eropa meski pun sudah mengalami perbaikan tetapi masih belum secepat kalau misalnya dibandingkan dengan Amerika. Akselerasi pertumbuhan sementara Emerging Market (EM) relatif masih lebih gradual perbaikannya dibandingkan dengan negara maju,&amp;rdquo; tuturnya dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Triwulan I &amp;ndash; 2021 Bank Indonesia secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Riza menjelaskan, perbaikan ekonomi global yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Tiongkok menyebabkan volume perdagangan dunia membaik dan berbagai harga komoditas juga mengalami peningkatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Dunia Diprediksi Tumbuh 5,6%, Sri Mulyani: Biasanya Ada Revisi Lagi 
&amp;ldquo;Yang sudah terjadi dari mulai tahun lalu terus mengalami peningkatan sampai dengan sekarang. Harga minyak pun mulai bulan Desember sudah mengalami peningkatan yang cukup besar. Sekarang berada di sekitar level 60-an daripada sebelumnya minyak berada di level 40-an,&amp;rdquo; jelas dia.Lanjutnya, perbaikan perekonomian yang terjadi secara tidak merata  menyebabkan naiknya ketidakpastian secara global. Hal ini yang kemudian  direspons oleh pelaku pasar.

&amp;ldquo;Ketika berbagai data ekonomi Amerika menunjukkan perbaikan yang  ternyata lebih tinggi daripada perkiraan semula, maka pasar merespons  dengan cukup sensitif. Ditandai dengan kenaikan US yield yang lebih  tinggi, kemudian USD yang menguat, dan kemudian berakibat pada pelemahan  mata uang dan yield di negara-negara berkembang,&amp;rdquo; ujar Direktur DKEM BI  tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
