<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Anjlok 4% Imbas Lockdown di Eropa dan Asia</title><description>Harga minyak anjlok sekitar empat persen per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384293/harga-minyak-anjlok-4-imbas-lockdown-di-eropa-dan-asia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384293/harga-minyak-anjlok-4-imbas-lockdown-di-eropa-dan-asia"/><item><title>Harga Minyak Anjlok 4% Imbas Lockdown di Eropa dan Asia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384293/harga-minyak-anjlok-4-imbas-lockdown-di-eropa-dan-asia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384293/harga-minyak-anjlok-4-imbas-lockdown-di-eropa-dan-asia</guid><pubDate>Jum'at 26 Maret 2021 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/26/320/2384293/harga-minyak-anjlok-4-imbas-lockdown-di-eropa-dan-asia-LLhGpkmw0U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/26/320/2384293/harga-minyak-anjlok-4-imbas-lockdown-di-eropa-dan-asia-LLhGpkmw0U.jpg</image><title>Minyak Mentah (Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak anjlok sekitar empat persen per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah melonjak sekitar enam persen sehari sebelumnya, memperpanjang serangkaian pelemahan pasar akibat penguncian baru di Eropa dan Asia untuk mencegah meningkatnya tingkat infeksi virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei merosot USD2,46 atau 3,8%, menjadi ditutup di USD61,95 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terpangkas USD2,62 atau 4,3%, menjadi menetap di USD58,56 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Melesat Naik 6% Imbas Kapal Kandas di Terusan Suez
Harga kehilangan banyak keuntungan dari sesi sebelumnya yang mengikuti berita kapal kontainer terbesar kandas di Terusan Suez. Kapal tersebut masih belum dibebaskan, tetapi untuk saat ini pasar mengabaikan rintangan itu, karena hanya sebagian kecil dari minyak mentah dunia yang dikirim melalui Terusan Suez.

Pada Rabu (24/3/2021), minyak mentah berjangka AS dan Brent masing-masing melonjak USD3,42 atau 5,9% dan USD3,62 atau 6,0%, setelah sebuah kapal terjebak di Terusan Suez mengancam aliran minyak melalui jalur perairan penting tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Anjlok Terseret Kekhawatiran Lambatnya Peluncuran Vaksin
Negara-negara di Eropa memperbarui pembatasan untuk mengekang kasus COVID-19, yang akan mengurangi permintaan dari wilayah tersebut. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mengalami peningkatan kasus virus corona terbesar sejak Januari.

&quot;Jerman, Italia dan wilayah lain di zona euro sedang mundur dan perusakan permintaan pada dasarnya luar biasa,&quot; kata Bob Yawger, pedagang di Mizuho di New York.Di beberapa bagian India barat, pihak berwenang memerintahkan  orang-orang di dalam ruangan ketika infeksi virus corona baru mencapai  level tertinggi dalam lima bulan.

Distribusi vaksin di Amerika Serikat lebih cepat daripada beberapa  negara, tetapi para ahli kesehatan khawatir bahwa perjalanan liburan  musim semi akan memacu peningkatan kasus COVID-19 di negara itu.

Dolar yang kuat juga membebani harga minyak. Dolar mencapai level  tertinggi baru empat bulan terhadap euro karena respons pandemi AS terus  melampaui Eropa. Kenaikan dolar AS membuat minyak dalam denominasi  greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya,  bersama-sama disebut OPEC+, diperkirakan akan membatalkan pembatasan  pasokan mereka saat ini hingga Mei pada pertemuan yang dijadwalkan 1  April, empat sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters. Kelompok tersebut  baru-baru ini menolak untuk meningkatkan pasokan karena kekhawatiran  bahwa infeksi COVID-19 akan meningkat lagi.

Persediaan minyak mentah AS naik pada Rabu (24/3/2021) ke level tertinggi sejak Desember, menambah pasokan global.

Pasar juga tertekan karena produsen-produsen kesulitan menjual ke  Asia, terutama China. Pembeli Asia malah mengambil minyak yang lebih  murah dari penyimpanan, sementara pemeliharaan kilang telah mengurangi  permintaan, kata sumber industri.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak anjlok sekitar empat persen per barel pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah melonjak sekitar enam persen sehari sebelumnya, memperpanjang serangkaian pelemahan pasar akibat penguncian baru di Eropa dan Asia untuk mencegah meningkatnya tingkat infeksi virus corona.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei merosot USD2,46 atau 3,8%, menjadi ditutup di USD61,95 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terpangkas USD2,62 atau 4,3%, menjadi menetap di USD58,56 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Melesat Naik 6% Imbas Kapal Kandas di Terusan Suez
Harga kehilangan banyak keuntungan dari sesi sebelumnya yang mengikuti berita kapal kontainer terbesar kandas di Terusan Suez. Kapal tersebut masih belum dibebaskan, tetapi untuk saat ini pasar mengabaikan rintangan itu, karena hanya sebagian kecil dari minyak mentah dunia yang dikirim melalui Terusan Suez.

Pada Rabu (24/3/2021), minyak mentah berjangka AS dan Brent masing-masing melonjak USD3,42 atau 5,9% dan USD3,62 atau 6,0%, setelah sebuah kapal terjebak di Terusan Suez mengancam aliran minyak melalui jalur perairan penting tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Anjlok Terseret Kekhawatiran Lambatnya Peluncuran Vaksin
Negara-negara di Eropa memperbarui pembatasan untuk mengekang kasus COVID-19, yang akan mengurangi permintaan dari wilayah tersebut. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mengalami peningkatan kasus virus corona terbesar sejak Januari.

&quot;Jerman, Italia dan wilayah lain di zona euro sedang mundur dan perusakan permintaan pada dasarnya luar biasa,&quot; kata Bob Yawger, pedagang di Mizuho di New York.Di beberapa bagian India barat, pihak berwenang memerintahkan  orang-orang di dalam ruangan ketika infeksi virus corona baru mencapai  level tertinggi dalam lima bulan.

Distribusi vaksin di Amerika Serikat lebih cepat daripada beberapa  negara, tetapi para ahli kesehatan khawatir bahwa perjalanan liburan  musim semi akan memacu peningkatan kasus COVID-19 di negara itu.

Dolar yang kuat juga membebani harga minyak. Dolar mencapai level  tertinggi baru empat bulan terhadap euro karena respons pandemi AS terus  melampaui Eropa. Kenaikan dolar AS membuat minyak dalam denominasi  greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya,  bersama-sama disebut OPEC+, diperkirakan akan membatalkan pembatasan  pasokan mereka saat ini hingga Mei pada pertemuan yang dijadwalkan 1  April, empat sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters. Kelompok tersebut  baru-baru ini menolak untuk meningkatkan pasokan karena kekhawatiran  bahwa infeksi COVID-19 akan meningkat lagi.

Persediaan minyak mentah AS naik pada Rabu (24/3/2021) ke level tertinggi sejak Desember, menambah pasokan global.

Pasar juga tertekan karena produsen-produsen kesulitan menjual ke  Asia, terutama China. Pembeli Asia malah mengambil minyak yang lebih  murah dari penyimpanan, sementara pemeliharaan kilang telah mengurangi  permintaan, kata sumber industri.</content:encoded></item></channel></rss>
