<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UMKM Orientasi Ekspor Diperbanyak, Ini Keuntungannya</title><description>Pemerintah mengembangkan kapasitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384357/umkm-orientasi-ekspor-diperbanyak-ini-keuntungannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384357/umkm-orientasi-ekspor-diperbanyak-ini-keuntungannya"/><item><title>UMKM Orientasi Ekspor Diperbanyak, Ini Keuntungannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384357/umkm-orientasi-ekspor-diperbanyak-ini-keuntungannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/26/320/2384357/umkm-orientasi-ekspor-diperbanyak-ini-keuntungannya</guid><pubDate>Jum'at 26 Maret 2021 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/26/320/2384357/umkm-orientasi-ekspor-diperbanyak-ini-keuntungannya-v49p6tHmFC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/26/320/2384357/umkm-orientasi-ekspor-diperbanyak-ini-keuntungannya-v49p6tHmFC.jpg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengembangkan kapasitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Kali ini, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendampingi UMKM berorientasi ekspor.
Kerja sama ini tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada hari kamis oleh Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas dengan Bupati Kendal Dico Ganinduto di Kendal dan disaksikan oleh Menteri Keuangan RI. Pada saat yang bersamaan ditempat yang berbeda, penandatangan Nota Kesepahaman kerja sama juga dilakukan oleh Agus Windiarto, Direktur Pelaksana III dengan Pemerintah Kabupaten Demak di Demak yang disaksikan oleh Wakil Menteri Keuangan RI.
Baca juga: BLT UMKM Cair, Yuk Persiapkan Syaratnya
Dalam kerja sama tersebut, LPEI akan membuka Program Pelatihan Tematik Ekspor untuk IKM dan UMKM di Kendal dan Demak dengan tujuan meningkatkan kemampuan para pelaku usaha untuk dapat menghasilkan produk berorientasi ekspor yang unggul dan berdaya saing. Kerja sama ini akan berlaku hingga 25 Maret 2022 dan dapat diperpanjang.
D. James Rompas mengatakan, program pelatihan tematik ekspor ini sejalan dengan misi LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, dimana salah satu mandatnya mendorong pengembangan ekspor nasional. Hal ini juga merupakan bagian dari Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang sudah diselenggarakan LPEI sejak 2015 lalu.
Baca juga:  BLT UMKM Cair, Pedagang Minta Jangan Dipersulit
&amp;rsquo;&amp;rsquo;LPEI memiliki program CPNE yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mencetak eksportir baru. Program ini kami laksanakan secara berkelanjutan selama satu tahun. Di awal tahun ini, LPEI kembali membuka kelas pelatihan bagi pelaku UMKM Berorientasi Ekspor,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata James dalam keterangan tertulis,  Jumat (25/3/2021).
James menambahkan, selama 2020, CPNE LPEI dilaksanakan secara virtual dengan mengikutsertakan UMKM yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Makassar, dan Kalimantan. Meski dilakukan secara virtual, LPEI mampu melahirkan 21 eksportir baru dimana empat diantaranya berasal dari Wilayah Indonesia Timur. Ke 21 eksportir baru binaan LPEI ini bergerak di berbagai sektor yang diantaranya furnitur serta makanan dan minuman.
&amp;rsquo;&amp;rsquo;Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi kami untuk tetap menjalankan  program CPNE sebagai salah satu mandat dan dukungan LPEI kepada segmen  UMKM berorientasi ekspor. Dalam hal ini, kami memberikan pendampingan  agar para pelaku UMKM tetap dapat mempertahankan bisnisnya bahkan  diharapkan mampu melakukan ekspor perdana,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tuturnya.
Di 2021, LPEI berencana akan melaksanakan program CPNE di tiga kota,  yaitu Medan, Surakarta, dan Bali dengan materi pelatihan berupa  mekanisme ekspor, penyusunan laporan keuangan hingga akses pembiayaan  ekspor. Dalam waktu dekat, CPNE akan dimulai bulan Maret 2021 di kota  Surakarta.
&amp;rsquo;&amp;rsquo;Kami berharap pandemi akan segera berakhir dan pendampingan UMKM  bisa dilakukan secara langsung dan tatap muka sehingga bisa lebih  optimal,&amp;rdquo; jelas D. James Rompas.
Selain pendampingan dan pelatihan, program CPNE juga akan  mengikutsertakan UMKM terpilih untuk mengikuti pameran berskala  internasional seperti Trade Expo Indonesia. Tujuannya untuk memberi  kesempatan kepada pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri  secara langsung. Program ini juga dipastikan tidak akan dipungut biaya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengembangkan kapasitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah. Kali ini, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendampingi UMKM berorientasi ekspor.
Kerja sama ini tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada hari kamis oleh Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas dengan Bupati Kendal Dico Ganinduto di Kendal dan disaksikan oleh Menteri Keuangan RI. Pada saat yang bersamaan ditempat yang berbeda, penandatangan Nota Kesepahaman kerja sama juga dilakukan oleh Agus Windiarto, Direktur Pelaksana III dengan Pemerintah Kabupaten Demak di Demak yang disaksikan oleh Wakil Menteri Keuangan RI.
Baca juga: BLT UMKM Cair, Yuk Persiapkan Syaratnya
Dalam kerja sama tersebut, LPEI akan membuka Program Pelatihan Tematik Ekspor untuk IKM dan UMKM di Kendal dan Demak dengan tujuan meningkatkan kemampuan para pelaku usaha untuk dapat menghasilkan produk berorientasi ekspor yang unggul dan berdaya saing. Kerja sama ini akan berlaku hingga 25 Maret 2022 dan dapat diperpanjang.
D. James Rompas mengatakan, program pelatihan tematik ekspor ini sejalan dengan misi LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, dimana salah satu mandatnya mendorong pengembangan ekspor nasional. Hal ini juga merupakan bagian dari Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang sudah diselenggarakan LPEI sejak 2015 lalu.
Baca juga:  BLT UMKM Cair, Pedagang Minta Jangan Dipersulit
&amp;rsquo;&amp;rsquo;LPEI memiliki program CPNE yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mencetak eksportir baru. Program ini kami laksanakan secara berkelanjutan selama satu tahun. Di awal tahun ini, LPEI kembali membuka kelas pelatihan bagi pelaku UMKM Berorientasi Ekspor,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata James dalam keterangan tertulis,  Jumat (25/3/2021).
James menambahkan, selama 2020, CPNE LPEI dilaksanakan secara virtual dengan mengikutsertakan UMKM yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Makassar, dan Kalimantan. Meski dilakukan secara virtual, LPEI mampu melahirkan 21 eksportir baru dimana empat diantaranya berasal dari Wilayah Indonesia Timur. Ke 21 eksportir baru binaan LPEI ini bergerak di berbagai sektor yang diantaranya furnitur serta makanan dan minuman.
&amp;rsquo;&amp;rsquo;Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi kami untuk tetap menjalankan  program CPNE sebagai salah satu mandat dan dukungan LPEI kepada segmen  UMKM berorientasi ekspor. Dalam hal ini, kami memberikan pendampingan  agar para pelaku UMKM tetap dapat mempertahankan bisnisnya bahkan  diharapkan mampu melakukan ekspor perdana,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tuturnya.
Di 2021, LPEI berencana akan melaksanakan program CPNE di tiga kota,  yaitu Medan, Surakarta, dan Bali dengan materi pelatihan berupa  mekanisme ekspor, penyusunan laporan keuangan hingga akses pembiayaan  ekspor. Dalam waktu dekat, CPNE akan dimulai bulan Maret 2021 di kota  Surakarta.
&amp;rsquo;&amp;rsquo;Kami berharap pandemi akan segera berakhir dan pendampingan UMKM  bisa dilakukan secara langsung dan tatap muka sehingga bisa lebih  optimal,&amp;rdquo; jelas D. James Rompas.
Selain pendampingan dan pelatihan, program CPNE juga akan  mengikutsertakan UMKM terpilih untuk mengikuti pameran berskala  internasional seperti Trade Expo Indonesia. Tujuannya untuk memberi  kesempatan kepada pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri  secara langsung. Program ini juga dipastikan tidak akan dipungut biaya.</content:encoded></item></channel></rss>
