<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cabai hingga Bawang Putih Sumbang Inflasi Maret 2021   </title><description>Dari perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan angka inflasi sebesar 0,08% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/27/320/2385041/cabai-hingga-bawang-putih-sumbang-inflasi-maret-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/27/320/2385041/cabai-hingga-bawang-putih-sumbang-inflasi-maret-2021"/><item><title>Cabai hingga Bawang Putih Sumbang Inflasi Maret 2021   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/27/320/2385041/cabai-hingga-bawang-putih-sumbang-inflasi-maret-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/27/320/2385041/cabai-hingga-bawang-putih-sumbang-inflasi-maret-2021</guid><pubDate>Sabtu 27 Maret 2021 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/27/320/2385041/cabai-hingga-bawang-putih-sumbang-inflasi-maret-2021-pAzS7UjEMM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Cabai Pengaruhi Inflasi Maret 2021. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/27/320/2385041/cabai-hingga-bawang-putih-sumbang-inflasi-maret-2021-pAzS7UjEMM.jpg</image><title>Harga Cabai Pengaruhi Inflasi Maret 2021. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan data Survei Pemantauan Harga di pekan keempat Maret 2021. Dari perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan angka inflasi sebesar 0,08% (mtm).
&quot;Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,44% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,36% (yoy),&quot; ujar Erwin dalam keterangannya di Jakarta (27/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;
Penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), tomat dan ikan mas masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, seperti cabai merah dan emas perhiasan sebesar -0,03% (mtm),&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;
Lebih lanjut Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya untuk memonitor dengan cermat dinamika penyebaran Covid19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
&quot;Serta juga dilakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh demi menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ini dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan data Survei Pemantauan Harga di pekan keempat Maret 2021. Dari perkembangan harga pada bulan Maret 2021 diperkirakan angka inflasi sebesar 0,08% (mtm).
&quot;Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,44% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,36% (yoy),&quot; ujar Erwin dalam keterangannya di Jakarta (27/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;
Penyumbang utama inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% (mtm), bawang merah sebesar 0,03% (mtm), tomat dan ikan mas masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, seperti cabai merah dan emas perhiasan sebesar -0,03% (mtm),&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;
Lebih lanjut Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya untuk memonitor dengan cermat dinamika penyebaran Covid19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
&quot;Serta juga dilakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh demi menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ini dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
