<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tata 3 Cagar Budaya di Jateng, Menteri PUPR: Disesuaikan dengan Fungsi Kota</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan  penataan terhadap tiga kawasan cagar budaya di Jawa Tengah (Jateng).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385286/tata-3-cagar-budaya-di-jateng-menteri-pupr-disesuaikan-dengan-fungsi-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385286/tata-3-cagar-budaya-di-jateng-menteri-pupr-disesuaikan-dengan-fungsi-kota"/><item><title>Tata 3 Cagar Budaya di Jateng, Menteri PUPR: Disesuaikan dengan Fungsi Kota</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385286/tata-3-cagar-budaya-di-jateng-menteri-pupr-disesuaikan-dengan-fungsi-kota</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385286/tata-3-cagar-budaya-di-jateng-menteri-pupr-disesuaikan-dengan-fungsi-kota</guid><pubDate>Minggu 28 Maret 2021 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/28/320/2385286/tata-3-cagar-budaya-di-jateng-menteri-pupr-disesuaikan-dengan-fungsi-kota-63atYIdaBx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/28/320/2385286/tata-3-cagar-budaya-di-jateng-menteri-pupr-disesuaikan-dengan-fungsi-kota-63atYIdaBx.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan terhadap tiga kawasan cagar budaya di Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka mendukung pelestarian bangunan bersejarah.

&amp;ldquo;Konsep penataan kawasan disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masuki New Normal, Jokowi Minta Protokol Kesehatan di Sektor Pariwisata Diperketat
Pemerintah meyakini dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi COVID-19, salah satu sektor ekonomi utama yang dapat rebound atau pulih dengan cepat adalah sektor pariwisata.

Oleh karena itu guna mendukung pemulihan sektor pariwisata, Kementerian PUPR melakukan penataan tiga kawasan pusaka atau kawasan cagar budaya di Jawa Tengah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 3 Jurus Wishnutama Hadapi Tekanan Virus Corona di Industri Pariwisata
Ketiga kawasan pusaka di Jawa Tengah yang dilakukan penataan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah Keraton Mangkunegaran di Kota Surakarta, Alun-alun Lasem di Kabupaten Rembang dan Masjid Raya Baiturrahman di Kota Semarang.

Penataan Kawasan Pusaka Keraton Mangkunegaran meliputi penataan Bangunan Prangwedanan, Bangunan Ndalem Ageng dan Pringgitan, Bangunan Rekso Pustoko dan lansekap. Kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran Rp18 miliar.Kawasan pusaka kedua yang dilakukan penataan terletak di Alun-alun  Lasem Kabupaten Rembang. Luas kawasan yang dilakukan penataan sekitar 10  ribu m2 yang meliputi pekerjaan kawasan Alun-alun Lasem, pekerjaan  bangunan pasar, pekerjaan lansekap kawasan Masjid Jami dan penataan  kawasan Karangturi, Kauman dan Jatigoro. Anggaran penataan ini sebesar  Rp114,6 miliar yang dilaksanakan secara multi years contract (MYC)  2021-2022.

&amp;ldquo;Kita akan merehabilitasi kota-kota lama, setelah Kota Lama Semarang  sekarang bersama para arsitek kami akan merehabilitasi Kota Pusaka  Lasem. Lasem akan menjadi kota budaya dan menjadi simbol kebhinekaan di  Indonesia. Rehabilitasi akan kita mulai pada TA 2021,&amp;rdquo; ujar Menteri  Basuki.

Kawasan pusaka ketiga di Jawa Tengah yang dilakukan Penataan adalah  Masjid Raya Baiturrahman yang sudah berdiri sejak 1974. Penataan akan  dilakukan di lahan seluas 11.765 meter persegi yang melingkupi pekerjaan  perkuatan struktur masjid, pekerjaan bangunan masjid, pekerjaan  lansekap kawasan masjid, pekerjaan menara masjid, pekerjaan basement  parkir dan pekerjaan mechanical, electrical, plumbing (MEP). Anggaran  untuk penataan kawasan ini sebesar Rp 106,7 miliar yang dilaksanakan  secara MYC 2021-2022.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan rasa syukur dan  terima kasih kepada Kementerian PUPR karena masjid kebanggaan warga  Semarang ini akan dilakukan perbaikan dan rehabilitasi.

&amp;ldquo;Alhamdulillah masjid sudah didesain dan kami sudah bicara dengan  Menteri PUPR. Kalau itu bisa dilakukan secara simultan mudah-mudahan dua  tahun. Kita menyampaikan terima kasih kepada Menteri PUPR yang beberapa  waktu lalu menghubungi saya, ingin memperbaiki Masjid Raya  Baiturrahman,&amp;rdquo; ujar Ganjar.

Selain mengembalikan keutuhan bangunan gedung cagar budaya, penataan  kawasan pusaka ini bermanfaat agar kawasan terlihat lebih cantik, rapi  dan bersih. Setelah ketiga kawasan tersebut selesai ditata, diharapkan  dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga memajukan perekonomian  lokal.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan terhadap tiga kawasan cagar budaya di Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka mendukung pelestarian bangunan bersejarah.

&amp;ldquo;Konsep penataan kawasan disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masuki New Normal, Jokowi Minta Protokol Kesehatan di Sektor Pariwisata Diperketat
Pemerintah meyakini dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi COVID-19, salah satu sektor ekonomi utama yang dapat rebound atau pulih dengan cepat adalah sektor pariwisata.

Oleh karena itu guna mendukung pemulihan sektor pariwisata, Kementerian PUPR melakukan penataan tiga kawasan pusaka atau kawasan cagar budaya di Jawa Tengah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 3 Jurus Wishnutama Hadapi Tekanan Virus Corona di Industri Pariwisata
Ketiga kawasan pusaka di Jawa Tengah yang dilakukan penataan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah Keraton Mangkunegaran di Kota Surakarta, Alun-alun Lasem di Kabupaten Rembang dan Masjid Raya Baiturrahman di Kota Semarang.

Penataan Kawasan Pusaka Keraton Mangkunegaran meliputi penataan Bangunan Prangwedanan, Bangunan Ndalem Ageng dan Pringgitan, Bangunan Rekso Pustoko dan lansekap. Kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran Rp18 miliar.Kawasan pusaka kedua yang dilakukan penataan terletak di Alun-alun  Lasem Kabupaten Rembang. Luas kawasan yang dilakukan penataan sekitar 10  ribu m2 yang meliputi pekerjaan kawasan Alun-alun Lasem, pekerjaan  bangunan pasar, pekerjaan lansekap kawasan Masjid Jami dan penataan  kawasan Karangturi, Kauman dan Jatigoro. Anggaran penataan ini sebesar  Rp114,6 miliar yang dilaksanakan secara multi years contract (MYC)  2021-2022.

&amp;ldquo;Kita akan merehabilitasi kota-kota lama, setelah Kota Lama Semarang  sekarang bersama para arsitek kami akan merehabilitasi Kota Pusaka  Lasem. Lasem akan menjadi kota budaya dan menjadi simbol kebhinekaan di  Indonesia. Rehabilitasi akan kita mulai pada TA 2021,&amp;rdquo; ujar Menteri  Basuki.

Kawasan pusaka ketiga di Jawa Tengah yang dilakukan Penataan adalah  Masjid Raya Baiturrahman yang sudah berdiri sejak 1974. Penataan akan  dilakukan di lahan seluas 11.765 meter persegi yang melingkupi pekerjaan  perkuatan struktur masjid, pekerjaan bangunan masjid, pekerjaan  lansekap kawasan masjid, pekerjaan menara masjid, pekerjaan basement  parkir dan pekerjaan mechanical, electrical, plumbing (MEP). Anggaran  untuk penataan kawasan ini sebesar Rp 106,7 miliar yang dilaksanakan  secara MYC 2021-2022.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan rasa syukur dan  terima kasih kepada Kementerian PUPR karena masjid kebanggaan warga  Semarang ini akan dilakukan perbaikan dan rehabilitasi.

&amp;ldquo;Alhamdulillah masjid sudah didesain dan kami sudah bicara dengan  Menteri PUPR. Kalau itu bisa dilakukan secara simultan mudah-mudahan dua  tahun. Kita menyampaikan terima kasih kepada Menteri PUPR yang beberapa  waktu lalu menghubungi saya, ingin memperbaiki Masjid Raya  Baiturrahman,&amp;rdquo; ujar Ganjar.

Selain mengembalikan keutuhan bangunan gedung cagar budaya, penataan  kawasan pusaka ini bermanfaat agar kawasan terlihat lebih cantik, rapi  dan bersih. Setelah ketiga kawasan tersebut selesai ditata, diharapkan  dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga memajukan perekonomian  lokal.</content:encoded></item></channel></rss>
