<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Serukan Boikot H&amp;M dan Nike, Ada Apa?</title><description>Raksasa ritel Nike dan H&amp;amp;M menghadapi kecaman di China terkait  keprihatinan mereka soal dugaan penggunaan tenaga kerja paksa warga  Uighur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385378/china-serukan-boikot-h-m-dan-nike-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385378/china-serukan-boikot-h-m-dan-nike-ada-apa"/><item><title>China Serukan Boikot H&amp;M dan Nike, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385378/china-serukan-boikot-h-m-dan-nike-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/28/320/2385378/china-serukan-boikot-h-m-dan-nike-ada-apa</guid><pubDate>Minggu 28 Maret 2021 18:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/28/320/2385378/china-serukan-boikot-h-m-dan-nike-ada-apa-D9u7ztS6E8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">H&amp;M (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/28/320/2385378/china-serukan-boikot-h-m-dan-nike-ada-apa-D9u7ztS6E8.jpg</image><title>H&amp;M (Reuters)</title></images><description>CHINA - Raksasa ritel Nike dan H&amp;amp;M menghadapi kecaman di China terkait keprihatinan mereka soal dugaan penggunaan tenaga kerja paksa warga Uighur dalam produksi kapas di Xinjiang.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (28/3/2021), banyak orang di China telah menyerukan pemboikotan produk mereka, sementara sejumlah selebriti memutuskan hubungan dengan merek-merek tersebut, dan toko-toko ritel online telah menghapus H&amp;amp;M dari platform mereka.
 
&amp;nbsp;Baca juga: H&amp;amp;M Bakal Tutup 250 Toko di Seluruh Dunia
Hal ini terjadi ketika beberapa negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap China pekan ini.

China dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rugi Hampir Rp10 Triliun, H&amp;amp;M Akan Tutup Toko dan Potong Harga
Sanksi dari negara-negara Barat itu dikenakan atas sejumlah pejabat senior di China berupa larangan perjalanan ke negeri mereka dan pembekuan aset.

Pada Desember lalu, BBC mengungkap hasil investigasi dari penelitian yang menunjukkan bahwa China memaksa ratusan ribu orang etnis minoritas termasuk orang Uighur untuk berkerja di ladang kapas di Xinjiang.

 
Mengapa Nike dan H&amp;amp;M disorot?

Pernyataan keprihatinan mereka yang dipermasalahkan itu sebenarnya telah disampaikan tahun lalu, namun mencuat lagi dalam beberapa hari terakhir setelah muncul sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat.

Kedua perusahaan tersebut, dalam keterangan terpisah, saat itu menyampaikan &quot;keprihatinan&quot; soal laporan bahwa orang-orang Uighur dipaksa untuk memetik kapas di Xinjiang, sembari menegaskan bahwa mereka tidak mengambil bahan untuk produk mereka dari wilayah itu.

Namun muncul kecaman atas pernyataan kedua perusahaan itu lewat media sosial baru-baru ini oleh Liga Pemuda Komunis, salah satu sayap dari Partai Komunis China.

&quot;Sebarkan rumor memboikot kapas Xinjiang, sambil cari uang di China? Jangan harap!&quot; demikian kecaman kelompok itu lewat situs mikroblogging Weibo pada Rabu (24/03) pagi, sembari menampilkan tangkapan layar dari pernyataan H&amp;amp;M.

Media-media pemerintah China pun meluncurkan kampanye yang membela kapas buatan Xinjiang dan mengkritik pernyataan dua perusahaan tersebut.

Media pemerintah China CGTN mengunggah video di Weibo untuk menunjukkan suasana sebenarnya dari proses pemetikan kapas di Xinjiang. Menurut unggahan itu, proses tersebut juga menggunakan mesin.Video itu juga menampilkan pernyataan seorang petani Uighur yang  mengatakan bahwa banyak orang berusaha keras untuk bisa bekerja di sana  demi mendapat penghasilan tinggi.

Sedangkan stasiun CCTV menyatakan bahwa H&amp;amp;M - singkatan dari  Hennes &amp;amp; Mauritz, perusahaan multinasional yang berbasis di Swedia -  telah &quot;salah perhitungan&quot; dengan coba menjadi &quot;pahlawan&quot; dan &quot;harus  membayar sangat mahal karena salah bertindak&quot;.

H&amp;amp;M China belum menanggapi pertanyaan dari BBC, tetapi perusahaan  tersebut memposting pernyataan di Weibo pada hari Rabu (24/03) yang  menyatakan bahwa mereka &quot;selalu menghormati konsumen China&quot; dan bahwa  &quot;tidak mewakili posisi politik apa pun&quot;.

Pada Rabu malam, tiga platform ritel online utama China - Pinduoduo,  JD.com dan Tmall - telah menarik produk H&amp;amp;M dari penjualan, menurut  sejumlah laporan.

Sejumlah selebriti, seperti Wang Yibo, Huang Xuan dan Victoria Song,  merilis pernyataan bahwa mereka memutuskan hubungan dengan merek  tersebut. Seorang dari mereka juga menyatakan &quot;kepentingan negara di  atas segalanya&quot;.

Di media sosial juga terjadi gelombang kritik terhadap kedua  perusahaan tersebut, dengan banyak seruan agar konsumen memboikot produk  mereka.

Adapula tagar &quot;Saya mendukung kapas Xinjiang&quot; yang kini menjadi topik  trending teratas di Weibo dan telah dilihat lebih dari 1,8 miliar kali.

Hennes &amp;amp; Mauritz sudah lama berbisnis dengan China, dan ini  penting bagi kedua pihak. China salah satu sumber pasokan utama bagi  H&amp;amp;M dan juga pasar yang besar.

Tetapi menyoroti China atas hal yang dianggap negara itu sebagai  masalah dalam negeri merupakan tindakan yang tidak disukai Beijing.  Tanya saja sama Korea Selatan atau Filipina, yang mengalami gangguan  bisnis dan ekspor setelah muncul perseteruan diplomatik.

China suka menggunakan kekuatan dagang dan nasionalisme ritel untuk  menekan pemerintah asing dan perusahaan multinasional - bila perlu  kedua-duanya - agar tidak turut campur soal urusan dalam negerinya.

Munculnya momen serangan reaksi dari &quot;akar rumput&quot;, yang digalang  para selebritis yang sebelumnya dapat pemasukan dari H&amp;amp;M terkait  promosi produk, tidak lepas dari gelombang sanksi terkoordinasi oleh  Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa dalam beberapa hari terakhir,  yang juga didukung Swedia.</description><content:encoded>CHINA - Raksasa ritel Nike dan H&amp;amp;M menghadapi kecaman di China terkait keprihatinan mereka soal dugaan penggunaan tenaga kerja paksa warga Uighur dalam produksi kapas di Xinjiang.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (28/3/2021), banyak orang di China telah menyerukan pemboikotan produk mereka, sementara sejumlah selebriti memutuskan hubungan dengan merek-merek tersebut, dan toko-toko ritel online telah menghapus H&amp;amp;M dari platform mereka.
 
&amp;nbsp;Baca juga: H&amp;amp;M Bakal Tutup 250 Toko di Seluruh Dunia
Hal ini terjadi ketika beberapa negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap China pekan ini.

China dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rugi Hampir Rp10 Triliun, H&amp;amp;M Akan Tutup Toko dan Potong Harga
Sanksi dari negara-negara Barat itu dikenakan atas sejumlah pejabat senior di China berupa larangan perjalanan ke negeri mereka dan pembekuan aset.

Pada Desember lalu, BBC mengungkap hasil investigasi dari penelitian yang menunjukkan bahwa China memaksa ratusan ribu orang etnis minoritas termasuk orang Uighur untuk berkerja di ladang kapas di Xinjiang.

 
Mengapa Nike dan H&amp;amp;M disorot?

Pernyataan keprihatinan mereka yang dipermasalahkan itu sebenarnya telah disampaikan tahun lalu, namun mencuat lagi dalam beberapa hari terakhir setelah muncul sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat.

Kedua perusahaan tersebut, dalam keterangan terpisah, saat itu menyampaikan &quot;keprihatinan&quot; soal laporan bahwa orang-orang Uighur dipaksa untuk memetik kapas di Xinjiang, sembari menegaskan bahwa mereka tidak mengambil bahan untuk produk mereka dari wilayah itu.

Namun muncul kecaman atas pernyataan kedua perusahaan itu lewat media sosial baru-baru ini oleh Liga Pemuda Komunis, salah satu sayap dari Partai Komunis China.

&quot;Sebarkan rumor memboikot kapas Xinjiang, sambil cari uang di China? Jangan harap!&quot; demikian kecaman kelompok itu lewat situs mikroblogging Weibo pada Rabu (24/03) pagi, sembari menampilkan tangkapan layar dari pernyataan H&amp;amp;M.

Media-media pemerintah China pun meluncurkan kampanye yang membela kapas buatan Xinjiang dan mengkritik pernyataan dua perusahaan tersebut.

Media pemerintah China CGTN mengunggah video di Weibo untuk menunjukkan suasana sebenarnya dari proses pemetikan kapas di Xinjiang. Menurut unggahan itu, proses tersebut juga menggunakan mesin.Video itu juga menampilkan pernyataan seorang petani Uighur yang  mengatakan bahwa banyak orang berusaha keras untuk bisa bekerja di sana  demi mendapat penghasilan tinggi.

Sedangkan stasiun CCTV menyatakan bahwa H&amp;amp;M - singkatan dari  Hennes &amp;amp; Mauritz, perusahaan multinasional yang berbasis di Swedia -  telah &quot;salah perhitungan&quot; dengan coba menjadi &quot;pahlawan&quot; dan &quot;harus  membayar sangat mahal karena salah bertindak&quot;.

H&amp;amp;M China belum menanggapi pertanyaan dari BBC, tetapi perusahaan  tersebut memposting pernyataan di Weibo pada hari Rabu (24/03) yang  menyatakan bahwa mereka &quot;selalu menghormati konsumen China&quot; dan bahwa  &quot;tidak mewakili posisi politik apa pun&quot;.

Pada Rabu malam, tiga platform ritel online utama China - Pinduoduo,  JD.com dan Tmall - telah menarik produk H&amp;amp;M dari penjualan, menurut  sejumlah laporan.

Sejumlah selebriti, seperti Wang Yibo, Huang Xuan dan Victoria Song,  merilis pernyataan bahwa mereka memutuskan hubungan dengan merek  tersebut. Seorang dari mereka juga menyatakan &quot;kepentingan negara di  atas segalanya&quot;.

Di media sosial juga terjadi gelombang kritik terhadap kedua  perusahaan tersebut, dengan banyak seruan agar konsumen memboikot produk  mereka.

Adapula tagar &quot;Saya mendukung kapas Xinjiang&quot; yang kini menjadi topik  trending teratas di Weibo dan telah dilihat lebih dari 1,8 miliar kali.

Hennes &amp;amp; Mauritz sudah lama berbisnis dengan China, dan ini  penting bagi kedua pihak. China salah satu sumber pasokan utama bagi  H&amp;amp;M dan juga pasar yang besar.

Tetapi menyoroti China atas hal yang dianggap negara itu sebagai  masalah dalam negeri merupakan tindakan yang tidak disukai Beijing.  Tanya saja sama Korea Selatan atau Filipina, yang mengalami gangguan  bisnis dan ekspor setelah muncul perseteruan diplomatik.

China suka menggunakan kekuatan dagang dan nasionalisme ritel untuk  menekan pemerintah asing dan perusahaan multinasional - bila perlu  kedua-duanya - agar tidak turut campur soal urusan dalam negerinya.

Munculnya momen serangan reaksi dari &quot;akar rumput&quot;, yang digalang  para selebritis yang sebelumnya dapat pemasukan dari H&amp;amp;M terkait  promosi produk, tidak lepas dari gelombang sanksi terkoordinasi oleh  Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa dalam beberapa hari terakhir,  yang juga didukung Swedia.</content:encoded></item></channel></rss>
