<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri KKP Putar Otak Kejar Target PNBP Rp12 Triliun</title><description>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat fungsi syahbandar di pelabuhan perikanan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2385902/menteri-kkp-putar-otak-kejar-target-pnbp-rp12-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2385902/menteri-kkp-putar-otak-kejar-target-pnbp-rp12-triliun"/><item><title>Menteri KKP Putar Otak Kejar Target PNBP Rp12 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2385902/menteri-kkp-putar-otak-kejar-target-pnbp-rp12-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2385902/menteri-kkp-putar-otak-kejar-target-pnbp-rp12-triliun</guid><pubDate>Senin 29 Maret 2021 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/29/320/2385902/menteri-kkp-putar-otak-kejar-target-pnbp-rp12-triliun-S1AjNWWmVq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/29/320/2385902/menteri-kkp-putar-otak-kejar-target-pnbp-rp12-triliun-S1AjNWWmVq.jpg</image><title>Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat fungsi syahbandar di pelabuhan perikanan. Tak hanya untuk menjaga keselamatan pelayaran, peran syahbandar di pelabuhan perikanan juga didorong untuk mendukung peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) perikanan tangkap.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan akan meningkatkan target PNBP perikanan tangkap menjadi Rp12 triliun dengan mekanisme pasca produksi. Untuk itu dia meminta agar syahbandar di pelabuhan perikanan sebagai pasukan terdepan dapat membantu terwujudnya hal tersebut.
Baca Juga: 7 Kapal yang Langgar Daerah Penangkapan Ikan Ditertibkan KKP
 
&quot;Saat ini masih dilaksanakan mekanisme pra produksi. Kita akan kaji agar tahun depan pemungutan PNBP secara penuh dilaksanakan menggunakan mekanisme pasca produksi,&quot; ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Senin, (28/3/2020).
Dia menjelaskan peningkatan PNBP ini berkontribusi dalam kesejahteraan nelayan. Dengan jangkauan yang jauh lebih luas dan besar, pemerintah akan semakin cepat mengakselerasi pembangunan pelabuhan perikanan di berbagai lokasi secara bersamaan bahkan pengembangan kampung nelayan maju.
Baca Juga: Di Hadapan Jokowi, Pengusaha Perikanan Keluhkan Mahalnya Biaya Logistik
 
&quot;Sebelumnya capaian PNBP KKP sebesar Rp600 miliar, bila dibandingkan dengan nilai produksi perikanan yang mencapai Rp220 triliun ini tidak ada apa-apanya. Maka perlu diubah menjadi pasca produksi agar pungutannya lebih riil, apa yang diambil dari laut itu yang dibayarkan PNBP-nya,&quot; ungkap dia.Pada kesempatan yang sama Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M.  Zaini menambahkan jumlah syahbandar di pelabuhan perikanan saat ini  masih kurang. Jumlah syahbandar di pelabuhan perikanan sampai dengan  saat ini sebanyak 114 orang yang dibantu oleh petugas kesyahbandaran  sebanyak 283 orang di 121 lokasi pelabuhan perikanan.
&quot;Dengan tugas dan fungsinya yang begitu krusial, perlu adanya  penambahan SDM. Ditjen Perikanan Tangkap bekerja sama dengan Kementerian  Perhubungan telah menyelenggarakan diklat kesyahbandaran untuk 34  petugas pelabuhan perikanan dan saat ini masih menunggu proses  pengangkatan/pelantikan oleh Menteri Perhubungan,&quot; tandas dia.
Pada tahun ini, diklat yang sama akan kembali digelar untuk 35 orang  petugas kesyahbandaran. Dia berharap dengan adanya penambahan personil  petugas kesyahbandaran ini dapat mendukung kinerja perikanan tangkap di  pelabuhan perikanan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat fungsi syahbandar di pelabuhan perikanan. Tak hanya untuk menjaga keselamatan pelayaran, peran syahbandar di pelabuhan perikanan juga didorong untuk mendukung peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) perikanan tangkap.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan akan meningkatkan target PNBP perikanan tangkap menjadi Rp12 triliun dengan mekanisme pasca produksi. Untuk itu dia meminta agar syahbandar di pelabuhan perikanan sebagai pasukan terdepan dapat membantu terwujudnya hal tersebut.
Baca Juga: 7 Kapal yang Langgar Daerah Penangkapan Ikan Ditertibkan KKP
 
&quot;Saat ini masih dilaksanakan mekanisme pra produksi. Kita akan kaji agar tahun depan pemungutan PNBP secara penuh dilaksanakan menggunakan mekanisme pasca produksi,&quot; ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Senin, (28/3/2020).
Dia menjelaskan peningkatan PNBP ini berkontribusi dalam kesejahteraan nelayan. Dengan jangkauan yang jauh lebih luas dan besar, pemerintah akan semakin cepat mengakselerasi pembangunan pelabuhan perikanan di berbagai lokasi secara bersamaan bahkan pengembangan kampung nelayan maju.
Baca Juga: Di Hadapan Jokowi, Pengusaha Perikanan Keluhkan Mahalnya Biaya Logistik
 
&quot;Sebelumnya capaian PNBP KKP sebesar Rp600 miliar, bila dibandingkan dengan nilai produksi perikanan yang mencapai Rp220 triliun ini tidak ada apa-apanya. Maka perlu diubah menjadi pasca produksi agar pungutannya lebih riil, apa yang diambil dari laut itu yang dibayarkan PNBP-nya,&quot; ungkap dia.Pada kesempatan yang sama Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M.  Zaini menambahkan jumlah syahbandar di pelabuhan perikanan saat ini  masih kurang. Jumlah syahbandar di pelabuhan perikanan sampai dengan  saat ini sebanyak 114 orang yang dibantu oleh petugas kesyahbandaran  sebanyak 283 orang di 121 lokasi pelabuhan perikanan.
&quot;Dengan tugas dan fungsinya yang begitu krusial, perlu adanya  penambahan SDM. Ditjen Perikanan Tangkap bekerja sama dengan Kementerian  Perhubungan telah menyelenggarakan diklat kesyahbandaran untuk 34  petugas pelabuhan perikanan dan saat ini masih menunggu proses  pengangkatan/pelantikan oleh Menteri Perhubungan,&quot; tandas dia.
Pada tahun ini, diklat yang sama akan kembali digelar untuk 35 orang  petugas kesyahbandaran. Dia berharap dengan adanya penambahan personil  petugas kesyahbandaran ini dapat mendukung kinerja perikanan tangkap di  pelabuhan perikanan.</content:encoded></item></channel></rss>
