<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Sapi Melimpah tapi Masih Impor, Begini Masalahnya</title><description>Indonesia memiliki populasi sapi sebanyak 18 juta ekor sapi yang tersebar di seluruh tanah air.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2386115/stok-sapi-melimpah-tapi-masih-impor-begini-masalahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2386115/stok-sapi-melimpah-tapi-masih-impor-begini-masalahnya"/><item><title>Stok Sapi Melimpah tapi Masih Impor, Begini Masalahnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2386115/stok-sapi-melimpah-tapi-masih-impor-begini-masalahnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/29/320/2386115/stok-sapi-melimpah-tapi-masih-impor-begini-masalahnya</guid><pubDate>Senin 29 Maret 2021 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/29/320/2386115/stok-sapi-melimpah-tapi-masih-impor-begini-masalahnya-CaWAi9tiKd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sapi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/29/320/2386115/stok-sapi-melimpah-tapi-masih-impor-begini-masalahnya-CaWAi9tiKd.jpg</image><title>Sapi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki populasi sapi sebanyak 18 juta ekor sapi yang tersebar di seluruh tanah air. Ia mengatakan bahwa dengan stok sapi ini Indonesia tidak perlu impor.

&quot;18 juta lebih populasi kita seluruh Indonesia. Dari 18 juta berapa yang bisa dipotong? Kalau 18 juta mungkin 9 jutanya masih belum bisa. Kalau itu betina, mungkin separuhnya kita bisa potong, ya 4,5 juta ekor,&quot; Katanya dalam webinar HIPMI pada Senin (29/3/2021)
 
&amp;nbsp;Baca juga: RI Impor Sapi Meksiko dan Australia demi Turunkan Harga Dagang
Menurutnya, denagn total 4 juta sapi saja, itu setara dengan 700.000 ton. Sehingga ia menilai bahwa impor sebenarnya tidak diperlukan.

&quot;700.000 ton, saya mohon nih feedloter-nya diisi dengan sapi lokal sajalah, tidak usah sapi impor,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lapak Pedagang Daging Kosong Melompong karena Mogok Jualan, Ini Penampakannya&amp;nbsp;
Namun demikian, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Pujo Setio menjelaskan bahwa peternakan sapi yang ada di Indonesia masih bersifat konvensional. Artinya, sapi akan dipotong atau dijual jika peternak membutuhkan uang.&quot;Kita tahu persis bahwa basis peternakan rakyat ini tradisional. Jadi  dia lebih banyak menyimpan sapi-sapinya pada saatnya dia dijual untuk  sesuai kebutuhan,&quot; jelasnya

Menurut Pujo, untuk menyelesaikan masalah ini para peternak rakyat  harus diarahkan dengan bergabung dengan kemitraan. Dalam hal ini,  peternak sapi diajak untuk komersialisasi.

&quot;Jadi ke arah komersialisasi tapi tetap mempertahankan budayanya. Inilah yang kita sebut pola kemitraan,&quot; terangnya

Jika itu bisa terwujud, maka populasi ekor sapi bisa tercatat.  Sehingga sapi - sapi peternak dapat dihitung ke dalam stok daging sapi  nasional.

&quot;Sehingga ada stok siap potong yang kita ketahui setiap tahunnya dari  data-data populasi ternak tersebut. Ini solusi jangka panjang,&quot;  tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki populasi sapi sebanyak 18 juta ekor sapi yang tersebar di seluruh tanah air. Ia mengatakan bahwa dengan stok sapi ini Indonesia tidak perlu impor.

&quot;18 juta lebih populasi kita seluruh Indonesia. Dari 18 juta berapa yang bisa dipotong? Kalau 18 juta mungkin 9 jutanya masih belum bisa. Kalau itu betina, mungkin separuhnya kita bisa potong, ya 4,5 juta ekor,&quot; Katanya dalam webinar HIPMI pada Senin (29/3/2021)
 
&amp;nbsp;Baca juga: RI Impor Sapi Meksiko dan Australia demi Turunkan Harga Dagang
Menurutnya, denagn total 4 juta sapi saja, itu setara dengan 700.000 ton. Sehingga ia menilai bahwa impor sebenarnya tidak diperlukan.

&quot;700.000 ton, saya mohon nih feedloter-nya diisi dengan sapi lokal sajalah, tidak usah sapi impor,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lapak Pedagang Daging Kosong Melompong karena Mogok Jualan, Ini Penampakannya&amp;nbsp;
Namun demikian, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Pujo Setio menjelaskan bahwa peternakan sapi yang ada di Indonesia masih bersifat konvensional. Artinya, sapi akan dipotong atau dijual jika peternak membutuhkan uang.&quot;Kita tahu persis bahwa basis peternakan rakyat ini tradisional. Jadi  dia lebih banyak menyimpan sapi-sapinya pada saatnya dia dijual untuk  sesuai kebutuhan,&quot; jelasnya

Menurut Pujo, untuk menyelesaikan masalah ini para peternak rakyat  harus diarahkan dengan bergabung dengan kemitraan. Dalam hal ini,  peternak sapi diajak untuk komersialisasi.

&quot;Jadi ke arah komersialisasi tapi tetap mempertahankan budayanya. Inilah yang kita sebut pola kemitraan,&quot; terangnya

Jika itu bisa terwujud, maka populasi ekor sapi bisa tercatat.  Sehingga sapi - sapi peternak dapat dihitung ke dalam stok daging sapi  nasional.

&quot;Sehingga ada stok siap potong yang kita ketahui setiap tahunnya dari  data-data populasi ternak tersebut. Ini solusi jangka panjang,&quot;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
