<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Jasa Marga Anjlok 77% Jadi Rp501 Miliar di 2020</title><description>PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp501,05 miliar sepanjang 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/278/2386513/laba-bersih-jasa-marga-anjlok-77-jadi-rp501-miliar-di-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/278/2386513/laba-bersih-jasa-marga-anjlok-77-jadi-rp501-miliar-di-2020"/><item><title>Laba Bersih Jasa Marga Anjlok 77% Jadi Rp501 Miliar di 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/278/2386513/laba-bersih-jasa-marga-anjlok-77-jadi-rp501-miliar-di-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/278/2386513/laba-bersih-jasa-marga-anjlok-77-jadi-rp501-miliar-di-2020</guid><pubDate>Selasa 30 Maret 2021 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/30/278/2386513/laba-bersih-jasa-marga-anjlok-77-jadi-rp501-miliar-di-2021-lgPbyFrtmq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/30/278/2386513/laba-bersih-jasa-marga-anjlok-77-jadi-rp501-miliar-di-2021-lgPbyFrtmq.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp501,05 miliar sepanjang 2020. Hasil kinerja tersebut dibukukan dalam laporan keuangan audited perseroan tahun lalu. Laba Jasa Marga ini anjlok 77% dibandingkan laba tahun 2019 yang mencapai Rp2,21 triliun.
Corporate Secretary Jasa Marga, M. Agus Setiawan menyebut, perseroan dapat menjaga kinerja usahanya meski di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, pandemi berdampak pada bisnis perseroan dan menyebabkan adanya peningkatan beban bunga seiring dengan pengoperasian jalan tol baru.
Baca Juga: Jelang IPO, Anak Usaha Jasa Marga Kembangkan Bisnis Tol
 
&quot;Pencapaian kinerja positif Perseroan dapat dilihat dari kemampuan perseroan mencatatkan laba bersih yakni sebesar Rp501,05 miliar sesuai laporan keuangan audited perseroan tahun 2020,&quot; ujar Agus, Selasa (30/3/2021).
Perseroan juga mencatatkan margin EBITDA pada 2020 sebesar 62,42%. Angka ini seiring dengan berbagai efisiensi yang dilakukan untuk mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah pada kuartal II dan III 2020.
Baca Juga: Hati-Hati! Ada Pekerjaan Erection Highmast di Tol Kunciran Cengkareng
 
&quot;Ini menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan tol  pada Tahun 2020 menjadi sebesar Rp8,76 triliun,&quot; katanya.
EBITDA Jasa Marga pada 2020 tercatat sebesar Rp5,98 triliun. Selain itu, seiring dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru di sejak tahun kemarin, total aset perseroan pun berada di angka Rp104,08 triliun atau tumbuh sebesar 4,4% jika dibandingkan 2019.Dari sisi pendanaan untuk mendukung likuiditas, perseroan menerbitkan  obligasi berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I pada tanggal 8 September  2020 senilai Rp2 triliun. Adapun permintaan yang masuk mencapai angka  Rp2,7 triliun melebihi nilai yang ditawarkan.
Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan di antaranya  untuk modal kerja, pemeliharaan jalan tol, peningkatan fasilitas dan  sarana penunjang jalan tol lainnya.
Sementara itu, untuk menambah diversifikasi produk pendanaan,  manajemen menerbitkan Surat Berharga Komersial atau Commercial Paper  dengan nama instrumen SBK I PT Jasa Marga (Persero) Tbk 2020 (SBK Jasa  Marga) untuk pertama kalinya dengan nilai Rp566 miliar yang terdaftar di  Bank Indonesia (BI).
Dengan berhasil diterbitkannya SBK Jasa Marga, maka perseroan  berhasil menambah portofolio pendanaan serta basis investor baru yang  akan berdampak semakin kompetitifnya cost of debt perusahaan dalam  mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp501,05 miliar sepanjang 2020. Hasil kinerja tersebut dibukukan dalam laporan keuangan audited perseroan tahun lalu. Laba Jasa Marga ini anjlok 77% dibandingkan laba tahun 2019 yang mencapai Rp2,21 triliun.
Corporate Secretary Jasa Marga, M. Agus Setiawan menyebut, perseroan dapat menjaga kinerja usahanya meski di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, pandemi berdampak pada bisnis perseroan dan menyebabkan adanya peningkatan beban bunga seiring dengan pengoperasian jalan tol baru.
Baca Juga: Jelang IPO, Anak Usaha Jasa Marga Kembangkan Bisnis Tol
 
&quot;Pencapaian kinerja positif Perseroan dapat dilihat dari kemampuan perseroan mencatatkan laba bersih yakni sebesar Rp501,05 miliar sesuai laporan keuangan audited perseroan tahun 2020,&quot; ujar Agus, Selasa (30/3/2021).
Perseroan juga mencatatkan margin EBITDA pada 2020 sebesar 62,42%. Angka ini seiring dengan berbagai efisiensi yang dilakukan untuk mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah pada kuartal II dan III 2020.
Baca Juga: Hati-Hati! Ada Pekerjaan Erection Highmast di Tol Kunciran Cengkareng
 
&quot;Ini menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan tol  pada Tahun 2020 menjadi sebesar Rp8,76 triliun,&quot; katanya.
EBITDA Jasa Marga pada 2020 tercatat sebesar Rp5,98 triliun. Selain itu, seiring dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru di sejak tahun kemarin, total aset perseroan pun berada di angka Rp104,08 triliun atau tumbuh sebesar 4,4% jika dibandingkan 2019.Dari sisi pendanaan untuk mendukung likuiditas, perseroan menerbitkan  obligasi berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I pada tanggal 8 September  2020 senilai Rp2 triliun. Adapun permintaan yang masuk mencapai angka  Rp2,7 triliun melebihi nilai yang ditawarkan.
Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan di antaranya  untuk modal kerja, pemeliharaan jalan tol, peningkatan fasilitas dan  sarana penunjang jalan tol lainnya.
Sementara itu, untuk menambah diversifikasi produk pendanaan,  manajemen menerbitkan Surat Berharga Komersial atau Commercial Paper  dengan nama instrumen SBK I PT Jasa Marga (Persero) Tbk 2020 (SBK Jasa  Marga) untuk pertama kalinya dengan nilai Rp566 miliar yang terdaftar di  Bank Indonesia (BI).
Dengan berhasil diterbitkannya SBK Jasa Marga, maka perseroan  berhasil menambah portofolio pendanaan serta basis investor baru yang  akan berdampak semakin kompetitifnya cost of debt perusahaan dalam  mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya.</content:encoded></item></channel></rss>
