<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar Sentuh Level Tertinggi selama Empat Bulan</title><description>Indeks dolar menguat ke level tertinggi empat bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/320/2386244/indeks-dolar-sentuh-level-tertinggi-selama-empat-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/320/2386244/indeks-dolar-sentuh-level-tertinggi-selama-empat-bulan"/><item><title>Indeks Dolar Sentuh Level Tertinggi selama Empat Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/320/2386244/indeks-dolar-sentuh-level-tertinggi-selama-empat-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/320/2386244/indeks-dolar-sentuh-level-tertinggi-selama-empat-bulan</guid><pubDate>Selasa 30 Maret 2021 07:21 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/30/320/2386244/indeks-dolar-sentuh-level-tertinggi-selama-empat-bulan-62FtydjHav.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/30/320/2386244/indeks-dolar-sentuh-level-tertinggi-selama-empat-bulan-62FtydjHav.jpg</image><title>Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar menguat ke level tertinggi empat bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) setelah bergerak fluktuatif, dengan euro mendekam di bawah 1,18 dolar dan mata uang komoditas jatuh, karena greenback menarik beberapa permintaan safe-haven di tengah kekhawatiran tentang potensi kegagalan dana lindung nilai pada margin calls.
Indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, mencapai setinggi 92,964, level terkuat sejak November. Indeks terakhir naik 0,1% pada 92,904.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Naik 3 Hari Berturut-turut, Investor Jauhi Mata Uang Berisiko
Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq turun setelah bank-bank global mengatakan mereka menghadapi potensi kerugian dari kegagalan dana lindung nilai, yang diidentifikasi sebagai Archegos Capital, yang menurut para analis terkait dengan media besar AS dan perusahaan teknologi China.
&quot;Dolar naik karena pembelian safe-haven,&quot; kata kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments Karl Schamotta dilansir dari Antara, Selasa (30/3/2021). &quot;Pedagang takut bahwa mini-LTCM (Long Term Capital Management) sedang berlangsung, dan mencoba keluar dari penurunan bawah domino.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar Kembali Perkasa Usai Yellen dan Powell Beri Sinyal Ekonomi AS Kuat
LTCM adalah dana lindung nilai AS yang besar yang runtuh pada 1998 sebagian karena strategi yang sangat bergantung utang, memaksa dana talangan dari pemerintah AS.
Sementara euro, tampak tertekan pada Senin (29/3/2021) karena prospek pembatasan virus corona yang lebih ketat di Prancis dan Jerman meredupkan prospek jangka pendek untuk ekonomi Eropa.
Mata uang tunggal Eropa tergelincir 0,2% menjadi 1,1769 dolar, setelah sebelumnya turun menjadi 1,1760 dolar, terendah sejak November. Secara bulanan, euro anjlok 2,5%, penurunan terbesar sejak Juli 2019.Menambah kesengsaraan bagi euro adalah perbedaan yang semakin lebar  antara imbal hasil Jerman dan AS. Selisih utang 10 tahun melebar menjadi  200 basis poin dari 150 basis poin pada awal tahun, meningkatkan dolar  di tengah kinerja AS yang unggul dalam vaksinasi dan perekonomian secara  keseluruhan.
Schamotta dari Cambridge mengatakan ada penyesuaian posisi akhir  kuartal juga pada Senin (29/3/2021), dengan investor menutup posisi  short sebelumnya di greenback karena ekonomi AS membaik. Pandangan yang  lebih optimis telah memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat  menaikkan suku bunga AS lebih awal dari yang diharapkan.
&quot;Konsensus short dolar yang berlaku pada Januari telah runtuh, dan  peserta semakin sadar akan kemungkinan berlanjutnya kekuatan dalam  greenback selama kuartal mendatang,&quot; kata Schamotta.
Dolar juga menguat terhadap mata uang safe-haven yen. Dolar terakhir  naik 0,1% terhadap mata uang Jepang pada 109,81 yen. Yen adalah salah  satu mata uang berkinerja terburuk sejauh kuartal ini, terpuruk 6,0%  terhadap dolar.
Kehati-hatian yang didorong oleh virus corona juga membantu dolar  lebih tinggi terhadap dolar Australia dan Kanada. Aussie terakhir turun  0,1% pada 0,7634 dolar AS pada Senin (29/3/2021) dan sementara greenback  menguat 0,2% terhadap dolar Kanada menjadi 1,2594 dolar Kanada.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar menguat ke level tertinggi empat bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) setelah bergerak fluktuatif, dengan euro mendekam di bawah 1,18 dolar dan mata uang komoditas jatuh, karena greenback menarik beberapa permintaan safe-haven di tengah kekhawatiran tentang potensi kegagalan dana lindung nilai pada margin calls.
Indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, mencapai setinggi 92,964, level terkuat sejak November. Indeks terakhir naik 0,1% pada 92,904.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Naik 3 Hari Berturut-turut, Investor Jauhi Mata Uang Berisiko
Indeks S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq turun setelah bank-bank global mengatakan mereka menghadapi potensi kerugian dari kegagalan dana lindung nilai, yang diidentifikasi sebagai Archegos Capital, yang menurut para analis terkait dengan media besar AS dan perusahaan teknologi China.
&quot;Dolar naik karena pembelian safe-haven,&quot; kata kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments Karl Schamotta dilansir dari Antara, Selasa (30/3/2021). &quot;Pedagang takut bahwa mini-LTCM (Long Term Capital Management) sedang berlangsung, dan mencoba keluar dari penurunan bawah domino.&quot;
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar Kembali Perkasa Usai Yellen dan Powell Beri Sinyal Ekonomi AS Kuat
LTCM adalah dana lindung nilai AS yang besar yang runtuh pada 1998 sebagian karena strategi yang sangat bergantung utang, memaksa dana talangan dari pemerintah AS.
Sementara euro, tampak tertekan pada Senin (29/3/2021) karena prospek pembatasan virus corona yang lebih ketat di Prancis dan Jerman meredupkan prospek jangka pendek untuk ekonomi Eropa.
Mata uang tunggal Eropa tergelincir 0,2% menjadi 1,1769 dolar, setelah sebelumnya turun menjadi 1,1760 dolar, terendah sejak November. Secara bulanan, euro anjlok 2,5%, penurunan terbesar sejak Juli 2019.Menambah kesengsaraan bagi euro adalah perbedaan yang semakin lebar  antara imbal hasil Jerman dan AS. Selisih utang 10 tahun melebar menjadi  200 basis poin dari 150 basis poin pada awal tahun, meningkatkan dolar  di tengah kinerja AS yang unggul dalam vaksinasi dan perekonomian secara  keseluruhan.
Schamotta dari Cambridge mengatakan ada penyesuaian posisi akhir  kuartal juga pada Senin (29/3/2021), dengan investor menutup posisi  short sebelumnya di greenback karena ekonomi AS membaik. Pandangan yang  lebih optimis telah memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat  menaikkan suku bunga AS lebih awal dari yang diharapkan.
&quot;Konsensus short dolar yang berlaku pada Januari telah runtuh, dan  peserta semakin sadar akan kemungkinan berlanjutnya kekuatan dalam  greenback selama kuartal mendatang,&quot; kata Schamotta.
Dolar juga menguat terhadap mata uang safe-haven yen. Dolar terakhir  naik 0,1% terhadap mata uang Jepang pada 109,81 yen. Yen adalah salah  satu mata uang berkinerja terburuk sejauh kuartal ini, terpuruk 6,0%  terhadap dolar.
Kehati-hatian yang didorong oleh virus corona juga membantu dolar  lebih tinggi terhadap dolar Australia dan Kanada. Aussie terakhir turun  0,1% pada 0,7634 dolar AS pada Senin (29/3/2021) dan sementara greenback  menguat 0,2% terhadap dolar Kanada menjadi 1,2594 dolar Kanada.

</content:encoded></item></channel></rss>
