<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Cara Ajarkan Keuangan sejak Dini ke Anak</title><description>Saat ini, anak-anak sudah semakin paham dengan teknologi di tengah dunia yang semakin canggih ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/622/2385957/5-cara-ajarkan-keuangan-sejak-dini-ke-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/622/2385957/5-cara-ajarkan-keuangan-sejak-dini-ke-anak"/><item><title>5 Cara Ajarkan Keuangan sejak Dini ke Anak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/622/2385957/5-cara-ajarkan-keuangan-sejak-dini-ke-anak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/30/622/2385957/5-cara-ajarkan-keuangan-sejak-dini-ke-anak</guid><pubDate>Selasa 30 Maret 2021 05:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/29/622/2385957/5-cara-ajarkan-keuangan-sejak-dini-ke-anak-ik8y3sGyFD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/29/622/2385957/5-cara-ajarkan-keuangan-sejak-dini-ke-anak-ik8y3sGyFD.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Saat ini, anak-anak sudah semakin paham dengan teknologi di tengah dunia yang semakin canggih ini. Namun ada satu hal yang mungkin masih dipertanyakan adalah masalah literasi keuangan anak-anak.
Keterampilan dasar keuangan sulit untuk digambarkan misalnya tentang jenis mata uang, atau alat pembayaran. Kurangnya peranan sekolah dasar atau menengah yang tidak menempatkan literasi keuangan pada kurikulum juga memengaruhi pengetahuan anak-anak dalam hal tersebut.
Baca Juga: Yuk Mulai Siapkan Tabungan Pensiun, Banyak Manfaatnya Lho
 
Itu sebabnya, orangtua memiliki peran yang besar untuk mempersiapkan anaknya menghadapi masa depan finansial. Berikut lima pendekatan sederhana yang bisa dilakukan para orangtua, dilansir dari Entrepreneur, Selasa (30/3/2021).
1. Manfaatkan kecintaan mereka pada sejarah
Jika anak menyukai sejarah atau paling tidak tertarik dengan drama atau pertunjukan, orangtua bisa menawarkan dan berbagi buku, dokumenter, atau informasi online yang membahas lebih dalam mengenai keuangan. Misalnya topik sejarah kemunculan uang, trivia mengenai alat tukar, dan lain sebagainya.
Baca Juga: 7 Tips Membuat Anggaran yang Baru Menikah dan Miliki Anak
 
2. Melalui pendekatan pancaindera yang nyata
Jangan hanya berbagi foto uang dengan anak-anak untuk menjelaskan sesuatu, tapi tunjukkan uangnya. Gunakan berbagai koin dan uang kertas, lalu luangkan waktu untuk mengamati dengan cermat elemen-elemen pada setiap mata uang. Setiap simbol memiliki arti khusus, jadi bantu mereka memecahkan kode masing-masing.
3. Libatkan mereka dalam aktivitas keuangan sehari-hari
Contoh sederhana seperti praktik kegiatan jual-beli, cara menggunakan ATM, atau membuat anggaran dan rencana tabungan. Dengan pendekatan seperti ini dapat membantu menjadikan uang sebagai barang yang berwujud daripada konsep abstrak bagi anak-anak.4. Buat sesi belajar menyenangkan dengan permainan
Anak-anak cenderung membangun dan mempertahankan kebiasaan baik jika  mereka mempraktikkannya setidaknya selama dua hingga tiga bulan. Jadi  buat sesi belajar yang menyenangkan, contohnya membiasakan menabung  dengan menawarkan insentif lain. Bisa juga dengan menggunakan game  aplikasi keuangan di smartphone.
5. Mendorong jiwa kewirausahaan
Dorong anak untuk membangun semangat kewirausahaan mereka dengan  membantu menghargai uang yang masuk ke rekening tabungan mereka.  Terlepas dari apa minat mereka, bantu mereka memulai dengan memetakan  rencana yang sangat sederhana untuk ide mereka. Tuliskan, buat anggaran  dan jadwal, dan bantu mereka membuat beberapa rencana sederhana yang  dapat mereka lakukan. Berdayakan anak untuk menabung dan membelanjakan  uang secara cerdas.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Saat ini, anak-anak sudah semakin paham dengan teknologi di tengah dunia yang semakin canggih ini. Namun ada satu hal yang mungkin masih dipertanyakan adalah masalah literasi keuangan anak-anak.
Keterampilan dasar keuangan sulit untuk digambarkan misalnya tentang jenis mata uang, atau alat pembayaran. Kurangnya peranan sekolah dasar atau menengah yang tidak menempatkan literasi keuangan pada kurikulum juga memengaruhi pengetahuan anak-anak dalam hal tersebut.
Baca Juga: Yuk Mulai Siapkan Tabungan Pensiun, Banyak Manfaatnya Lho
 
Itu sebabnya, orangtua memiliki peran yang besar untuk mempersiapkan anaknya menghadapi masa depan finansial. Berikut lima pendekatan sederhana yang bisa dilakukan para orangtua, dilansir dari Entrepreneur, Selasa (30/3/2021).
1. Manfaatkan kecintaan mereka pada sejarah
Jika anak menyukai sejarah atau paling tidak tertarik dengan drama atau pertunjukan, orangtua bisa menawarkan dan berbagi buku, dokumenter, atau informasi online yang membahas lebih dalam mengenai keuangan. Misalnya topik sejarah kemunculan uang, trivia mengenai alat tukar, dan lain sebagainya.
Baca Juga: 7 Tips Membuat Anggaran yang Baru Menikah dan Miliki Anak
 
2. Melalui pendekatan pancaindera yang nyata
Jangan hanya berbagi foto uang dengan anak-anak untuk menjelaskan sesuatu, tapi tunjukkan uangnya. Gunakan berbagai koin dan uang kertas, lalu luangkan waktu untuk mengamati dengan cermat elemen-elemen pada setiap mata uang. Setiap simbol memiliki arti khusus, jadi bantu mereka memecahkan kode masing-masing.
3. Libatkan mereka dalam aktivitas keuangan sehari-hari
Contoh sederhana seperti praktik kegiatan jual-beli, cara menggunakan ATM, atau membuat anggaran dan rencana tabungan. Dengan pendekatan seperti ini dapat membantu menjadikan uang sebagai barang yang berwujud daripada konsep abstrak bagi anak-anak.4. Buat sesi belajar menyenangkan dengan permainan
Anak-anak cenderung membangun dan mempertahankan kebiasaan baik jika  mereka mempraktikkannya setidaknya selama dua hingga tiga bulan. Jadi  buat sesi belajar yang menyenangkan, contohnya membiasakan menabung  dengan menawarkan insentif lain. Bisa juga dengan menggunakan game  aplikasi keuangan di smartphone.
5. Mendorong jiwa kewirausahaan
Dorong anak untuk membangun semangat kewirausahaan mereka dengan  membantu menghargai uang yang masuk ke rekening tabungan mereka.  Terlepas dari apa minat mereka, bantu mereka memulai dengan memetakan  rencana yang sangat sederhana untuk ide mereka. Tuliskan, buat anggaran  dan jadwal, dan bantu mereka membuat beberapa rencana sederhana yang  dapat mereka lakukan. Berdayakan anak untuk menabung dan membelanjakan  uang secara cerdas.</content:encoded></item></channel></rss>
