<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Tertekan ke Rp14.525/USD, Ini Biang Keroknya</title><description>Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/31/320/2387322/rupiah-tertekan-ke-rp14-525-usd-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/31/320/2387322/rupiah-tertekan-ke-rp14-525-usd-ini-biang-keroknya"/><item><title>Rupiah Tertekan ke Rp14.525/USD, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/31/320/2387322/rupiah-tertekan-ke-rp14-525-usd-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/31/320/2387322/rupiah-tertekan-ke-rp14-525-usd-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Rabu 31 Maret 2021 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/31/320/2387322/rupiah-tertekan-ke-rp14-525-usd-ini-biang-keroknya-hfUrteyRnN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/31/320/2387322/rupiah-tertekan-ke-rp14-525-usd-ini-biang-keroknya-hfUrteyRnN.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah ditutup melemah 45 point sehingga terparkir di level Rp. 14.525.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu persoalan yang membayangi negara-negara pasca pandemi covid-19 adalah negara maju seperti AS yang menggelontorkan dana stimulus tak terbatas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Melemah Tipis di Rp14.436/USD
&quot;Dari USD1,9 Triliun sampai ada rencana terbaru U$3 sampai 4 Triliun untuk Infrastruktur, yang mengakibatkan ekonomi AS membaik lebih cepat dari ekspektasi para analis,&quot; katanya dalam riset hariannya, Rabu (31/3/2021)

Dengan membaiknya ekonomi AS, berdampak terhadap naiknya inflasi dan yield obligasi AS tenor 10 tahun. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap perekonomian negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Masih Lesu, Bergerak di Level Rp14.452/USD
Ia mengatakan, Bank Indonesia sampai saat ini terus membantu dan mengendalikan gejolak mata uang rupiah akibat pandemi covid-19. Dengan strategi bauran ekonomi, bisa mengendalikan gejolak pertumbuhan dan stagnasi ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi kembali membaik walaupun tidak seperti yang diharapkan.&quot;Ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemangku abdi negara agar  bisa berfikir secara logis dan mencari solusi agar masalah pandemi  covid-19 bisa terselesaikan dengan memvaksinasi keseluruhan masyarakat  Indonesia.&quot; Terangnya

Selain itu, tingginya permintaan valas korporasi. Jelang akhir  kuartal, kebutuhan valuta asing (valas) memang tinggi karena ada  kewajiban pembayaran dividen, utang jatuh tempo, dan sebagainya.

&quot;Rupiah jadi banyak dilepas untuk ditukar dengan valas, utamanya  dolar AS. Faktor musiman ini yang membuat rupiah melemah,&quot; ujarnya

Sedangkan untuk perdagangan kamis, ia memprediksi mata uang rupiah  kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang  Rp.14.530 - Rp.14.590.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah ditutup melemah 45 point sehingga terparkir di level Rp. 14.525.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu persoalan yang membayangi negara-negara pasca pandemi covid-19 adalah negara maju seperti AS yang menggelontorkan dana stimulus tak terbatas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Melemah Tipis di Rp14.436/USD
&quot;Dari USD1,9 Triliun sampai ada rencana terbaru U$3 sampai 4 Triliun untuk Infrastruktur, yang mengakibatkan ekonomi AS membaik lebih cepat dari ekspektasi para analis,&quot; katanya dalam riset hariannya, Rabu (31/3/2021)

Dengan membaiknya ekonomi AS, berdampak terhadap naiknya inflasi dan yield obligasi AS tenor 10 tahun. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap perekonomian negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Masih Lesu, Bergerak di Level Rp14.452/USD
Ia mengatakan, Bank Indonesia sampai saat ini terus membantu dan mengendalikan gejolak mata uang rupiah akibat pandemi covid-19. Dengan strategi bauran ekonomi, bisa mengendalikan gejolak pertumbuhan dan stagnasi ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi kembali membaik walaupun tidak seperti yang diharapkan.&quot;Ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemangku abdi negara agar  bisa berfikir secara logis dan mencari solusi agar masalah pandemi  covid-19 bisa terselesaikan dengan memvaksinasi keseluruhan masyarakat  Indonesia.&quot; Terangnya

Selain itu, tingginya permintaan valas korporasi. Jelang akhir  kuartal, kebutuhan valuta asing (valas) memang tinggi karena ada  kewajiban pembayaran dividen, utang jatuh tempo, dan sebagainya.

&quot;Rupiah jadi banyak dilepas untuk ditukar dengan valas, utamanya  dolar AS. Faktor musiman ini yang membuat rupiah melemah,&quot; ujarnya

Sedangkan untuk perdagangan kamis, ia memprediksi mata uang rupiah  kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang  Rp.14.530 - Rp.14.590.</content:encoded></item></channel></rss>
