<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibayangi Sentimen Negatif Luar-Dalam, Koreksi IHSG Sudah Tak Sehat</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (1/4/2021).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/278/2387669/dibayangi-sentimen-negatif-luar-dalam-koreksi-ihsg-sudah-tak-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/278/2387669/dibayangi-sentimen-negatif-luar-dalam-koreksi-ihsg-sudah-tak-sehat"/><item><title>Dibayangi Sentimen Negatif Luar-Dalam, Koreksi IHSG Sudah Tak Sehat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/278/2387669/dibayangi-sentimen-negatif-luar-dalam-koreksi-ihsg-sudah-tak-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/278/2387669/dibayangi-sentimen-negatif-luar-dalam-koreksi-ihsg-sudah-tak-sehat</guid><pubDate>Kamis 01 April 2021 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/01/278/2387669/dibayangi-sentimen-negatif-luar-dalam-koreksi-ihsg-sudah-tak-sehat-6lkaI9hwVX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/01/278/2387669/dibayangi-sentimen-negatif-luar-dalam-koreksi-ihsg-sudah-tak-sehat-6lkaI9hwVX.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (1/4/2021). IHSG menguat 0,39% berada di level 6.008 walaupun diperjalanannya terkoreksi ke zona merah.

Pengamat pasar modal Riska Afriani mengatakan, saat ini IHSG sudah tidak memasuki fase koreksi sehat. Sebab, IHSG sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga dua minggu terakhir ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Awali April, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.008 
&amp;ldquo;Kalau saya melihat ini sudah memasuki bukan koreksi sehat lagi. Jika koreksi sehat, itu relatif hanya mengalami penurunan ketika terjadi penaikan yang signifikan. Namun, beda halnya yang terjadi saat ini,&amp;rdquo; katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, yang saat ini terjadi adalah kepanikan pasar. Adanya pengaruh dari sentimen negatif domestik dan juga global itu turut mempengaruhi perdagangan IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Peluang IHSG Menguat pada Awal Bulan Ini
&amp;ldquo;Kalau kita lihat berdasarkan nilai transaksi bursa pada perdagangan kemarin, itu hanya sebesar 12,1 triliun dan ini juga ada investor asing melakukan penjualan bersih kurang lebih di 1,03 triliun. Artinya, bukan hanya dari domestik tetapi melainkan juga ada faktor global yang turut mempengaruhi perdagangan IHSG kita,&amp;rdquo; ujar Riska.Lanjut Riska, salah satu sentimen negatif dari domestik yakni terkait  BPJS Ketenagakerjaan yang berencana akan memangkas investasi saham dan  Reksadana. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memang memiliki porsi yang  cukup besar di pasar saham Indonesia. Sehingga, sangat diperhatikan oleh  pelaku pasar.

&amp;ldquo;Porsi BPJS sendiri itu ada 23,9% ada di Reksadana saham dan saham.  Disampaikannya wacana mengenai pengurangan investasi saham ini turut  berimbas pada saham-saham blue chip kita yang memang pada perdagangan  kemarin juga mengalami penurunan yang signifikan,&amp;rdquo; jelas Pengamat pasar  modal tersebut.

Sementara itu, kata dia, sentimen dari global terkait dengan kenaikan  US treasury. Diketahui, saat ini kenaikan dari yield-nya sendiri sudah  mencapai 1,70%. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pelaku pasar.

Riska kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi  pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, INKP, ICBP,  TLKM, dan BBCA.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (1/4/2021). IHSG menguat 0,39% berada di level 6.008 walaupun diperjalanannya terkoreksi ke zona merah.

Pengamat pasar modal Riska Afriani mengatakan, saat ini IHSG sudah tidak memasuki fase koreksi sehat. Sebab, IHSG sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga dua minggu terakhir ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Awali April, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.008 
&amp;ldquo;Kalau saya melihat ini sudah memasuki bukan koreksi sehat lagi. Jika koreksi sehat, itu relatif hanya mengalami penurunan ketika terjadi penaikan yang signifikan. Namun, beda halnya yang terjadi saat ini,&amp;rdquo; katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, yang saat ini terjadi adalah kepanikan pasar. Adanya pengaruh dari sentimen negatif domestik dan juga global itu turut mempengaruhi perdagangan IHSG.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Peluang IHSG Menguat pada Awal Bulan Ini
&amp;ldquo;Kalau kita lihat berdasarkan nilai transaksi bursa pada perdagangan kemarin, itu hanya sebesar 12,1 triliun dan ini juga ada investor asing melakukan penjualan bersih kurang lebih di 1,03 triliun. Artinya, bukan hanya dari domestik tetapi melainkan juga ada faktor global yang turut mempengaruhi perdagangan IHSG kita,&amp;rdquo; ujar Riska.Lanjut Riska, salah satu sentimen negatif dari domestik yakni terkait  BPJS Ketenagakerjaan yang berencana akan memangkas investasi saham dan  Reksadana. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memang memiliki porsi yang  cukup besar di pasar saham Indonesia. Sehingga, sangat diperhatikan oleh  pelaku pasar.

&amp;ldquo;Porsi BPJS sendiri itu ada 23,9% ada di Reksadana saham dan saham.  Disampaikannya wacana mengenai pengurangan investasi saham ini turut  berimbas pada saham-saham blue chip kita yang memang pada perdagangan  kemarin juga mengalami penurunan yang signifikan,&amp;rdquo; jelas Pengamat pasar  modal tersebut.

Sementara itu, kata dia, sentimen dari global terkait dengan kenaikan  US treasury. Diketahui, saat ini kenaikan dari yield-nya sendiri sudah  mencapai 1,70%. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pelaku pasar.

Riska kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi  pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, INKP, ICBP,  TLKM, dan BBCA.</content:encoded></item></channel></rss>
