<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sabar, Ini Penyebab BLT UMKM Rp1,2 Juta Belum Cair</title><description>Waktu pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM, hingga kini masih belum bisa dipastikan waktunya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387704/sabar-ini-penyebab-blt-umkm-rp1-2-juta-belum-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387704/sabar-ini-penyebab-blt-umkm-rp1-2-juta-belum-cair"/><item><title>Sabar, Ini Penyebab BLT UMKM Rp1,2 Juta Belum Cair</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387704/sabar-ini-penyebab-blt-umkm-rp1-2-juta-belum-cair</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387704/sabar-ini-penyebab-blt-umkm-rp1-2-juta-belum-cair</guid><pubDate>Kamis 01 April 2021 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/01/320/2387704/sabar-ini-penyebab-blt-umkm-rp1-2-juta-belum-cair-glscgLQDXz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/01/320/2387704/sabar-ini-penyebab-blt-umkm-rp1-2-juta-belum-cair-glscgLQDXz.jpg</image><title>Rupiah (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Waktu pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM, hingga kini masih belum bisa dipastikan waktunya. Pasalnya, kini jajaran Dinas Koperasi dan UKM di seluruh daerah sedang melakukan pengumpulan data ihwal siapa saja yang berhak menerima BLT sebesar Rp1,2 juta tersebut.

Seperti diketahui, target penerima BLT UMKM pada tahun ini ada sebanyak 12,8 juta pedagang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tahap-Tahap Pencairan BLT UMKM 1,2 Juta 
&quot;Intinya program 2021 untuk penerima baru dimulai pengumpulan datanya,&quot; kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop dan UKM Eddy Satria kepada Okezone, Kamis (1/4/2021).

Dia mengaku tak mengetahui pengerjaan verifikasi data penerima BLT UMKM akan selesai kapan. Sebab, agar BLT tersebut tepat sasaran, maka proses pemeriksaan datanya pun harus teliti.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair, dari Bank Ditransfer ke Pelaku Usaha
&quot;Belum tahu (selesai kapan), tergantung dinas,&quot; ujarnya.Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan program  PEN KUMKM terdiri dari dua klaster. Pertama, bagi usaha mikro yang  unbankable, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

&amp;ldquo;Insya Allah segera akan digulirkan oleh Presiden,&amp;rdquo; kata Teten, beberapa waktu lalu.

Kedua, PEN bagi kelompok usaha yang sudah bankable dan telah  mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) berupa fasilitas subsidi bunga KUR  dan pembiayaan modal kerja koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana  Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

&quot;Pemerintah terus mematangkan alternatif pembiayaan untuk UMKM dan  Koperasi yang murah, mudah, dan cepat agar UMKM cepat naik kelas,&amp;rdquo; papar  Teten.

Dia mengakui pandemi memberikan dampak sangat besar bagi UMKM.  Menurut data Siap Bersama UKM, dampak pandemi terhadap UMKM yaitu  Kesulitan Pemasaran 22,9%,Distribusi Terhambat 20,01%, Kesulitan  Permodalan 19,39%, dan Bahan Baku 18,87%.</description><content:encoded>JAKARTA - Waktu pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM, hingga kini masih belum bisa dipastikan waktunya. Pasalnya, kini jajaran Dinas Koperasi dan UKM di seluruh daerah sedang melakukan pengumpulan data ihwal siapa saja yang berhak menerima BLT sebesar Rp1,2 juta tersebut.

Seperti diketahui, target penerima BLT UMKM pada tahun ini ada sebanyak 12,8 juta pedagang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tahap-Tahap Pencairan BLT UMKM 1,2 Juta 
&quot;Intinya program 2021 untuk penerima baru dimulai pengumpulan datanya,&quot; kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop dan UKM Eddy Satria kepada Okezone, Kamis (1/4/2021).

Dia mengaku tak mengetahui pengerjaan verifikasi data penerima BLT UMKM akan selesai kapan. Sebab, agar BLT tersebut tepat sasaran, maka proses pemeriksaan datanya pun harus teliti.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  BLT UMKM Rp1,2 Juta Cair, dari Bank Ditransfer ke Pelaku Usaha
&quot;Belum tahu (selesai kapan), tergantung dinas,&quot; ujarnya.Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan program  PEN KUMKM terdiri dari dua klaster. Pertama, bagi usaha mikro yang  unbankable, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

&amp;ldquo;Insya Allah segera akan digulirkan oleh Presiden,&amp;rdquo; kata Teten, beberapa waktu lalu.

Kedua, PEN bagi kelompok usaha yang sudah bankable dan telah  mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) berupa fasilitas subsidi bunga KUR  dan pembiayaan modal kerja koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana  Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

&quot;Pemerintah terus mematangkan alternatif pembiayaan untuk UMKM dan  Koperasi yang murah, mudah, dan cepat agar UMKM cepat naik kelas,&amp;rdquo; papar  Teten.

Dia mengakui pandemi memberikan dampak sangat besar bagi UMKM.  Menurut data Siap Bersama UKM, dampak pandemi terhadap UMKM yaitu  Kesulitan Pemasaran 22,9%,Distribusi Terhambat 20,01%, Kesulitan  Permodalan 19,39%, dan Bahan Baku 18,87%.</content:encoded></item></channel></rss>
