<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku UKM Kuliner Dapat Prioritas Vaksinasi Covid-19</title><description>Kemenkop UKM sudah mengajukan agar pelaku koperasi dan UKM segera mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387786/pelaku-ukm-kuliner-dapat-prioritas-vaksinasi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387786/pelaku-ukm-kuliner-dapat-prioritas-vaksinasi-covid-19"/><item><title>Pelaku UKM Kuliner Dapat Prioritas Vaksinasi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387786/pelaku-ukm-kuliner-dapat-prioritas-vaksinasi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/01/320/2387786/pelaku-ukm-kuliner-dapat-prioritas-vaksinasi-covid-19</guid><pubDate>Kamis 01 April 2021 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/01/320/2387786/pelaku-ukm-kuliner-dapat-prioritas-vaksinasi-covid-19-uV0wk0qAi9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksinasi Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/01/320/2387786/pelaku-ukm-kuliner-dapat-prioritas-vaksinasi-covid-19-uV0wk0qAi9.jpg</image><title>Vaksinasi Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengajukan agar pelaku koperasi dan UKM di daerah di seluruh Indonesia segera mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

&quot;UKM yang pertama menjadi prioritas mendapat vaksinasi adalah pelaku usaha yang bergerak di sektor kuliner, khususnya makanan dan minuman,&quot; kata Teten, Jakarta, Kamis (1/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menkeu: Biayai Vaksinasi Covid-19 Setara Bangun 4 Kali MRT
Pasalnya, lanjut Teten, di tengah pandemi Covid-19, pelaku usaha di sektor ini termasuk yang paling banyak bersentuhan dengan publik. &quot;Kami sudah ajukan agar pelaku UKM di sektor makanan dan minuman. Karena, sektor ini dari segi ekonomi berjalan baik di tengah pandemi, tapi juga punya potensi penularan. Nanti tinggal menunggu jadwal,&quot; tegas Teten.

Teten menambahkan, setelah seluruh ASN KemenkopUKM mendapat vaksinasi (tahap 2), tahapan selanjutnya adalah pelaku UKM yang akan menjadi prioritas penerima vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Pasar Modal dan Perbankan Prioritas Vaksinasi agar Ekonomi Cepat Pulih
&quot;UKM juga menjadi salah satu pihak yang paling banyak bersinggungan dengan publik secara langsung. Untuk pelaksanaan vaksin bagi pelaku UKM di daerah, akan dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan di setiap wilayah di Indonesia,&quot; tukas Teten.Teten meyakini, dengan vaksinasi akan mempercepat pemulihan konsumsi  serta mengembalikan potensi pasar yang lebih luas. &quot;Saya berharap semua  pelaku UKM bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah.  Sehingga, kita semua bisa menjadi lebih percaya diri,&quot; imbuhnya.

Dengan mendapat vaksinasi Covid-19, Teten meyakini bahwa kinerja UKM  sektor kuliner bakal lebih meningkat lagi. &quot;Bayangkan saja, di saat  pandemi saja dengan aneka aturan pembatasan seperti PSBB, sektor kuliner  mampu berjalan stabil. Artinya, pasca vaksinasi, mereka bisa berjualan  kembali secara normal,&quot; ucapnya.

Hanya saja, Teten tetap menekankan pentingnya menjaga Protokol  Kesehatan. &quot;Jangan mentang-mentang sudah vaksin, bukan lantas kita bisa  seperti dulu lagi. Kita berada di era New Normal dengan tetap menerapkan  Protokol Kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci  tangan,&quot; jelas dia.

Teten mengakui, pihaknya sudah menyusun langkah untuk melakukan  vaksinasi di daerah, khususnya bagi pelaku UKM. &quot;Karena mereka masuk  dalam kategori pemberi pelayan publik, pelaku ekonomi yang tentu akan  berdampak pada ekonomi. Jadi, kita akan segerakan,&quot; tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Grup Ciputra Budiarsa  Sastrawinata mengatakan, tahap awal vaksinasi bagi pelaku UKM akan  diberikan kepada 3.000 orang. Sebanyak 1.500 pelaku UKM ditargetkan  menerima vaksinasi pada 1 April 2021, dan kemudian sisanya pada 5 April  2021.

Secara umum, targetnya adalah para pelaku UKM yang berada di wilayah  DKI Jakarta dan sekitarnya. Kategori UKM ini adalah semua kelompok  pengusaha berskala kecil dan menengah, yang berada di pusat perbelanjaan  dan kawasan-kawasan perdagangan di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

&quot;Sesuai arahan pemerintah, pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku UKM ini  diharapkan bisa mempercepat pemulihan perekonomian RI,&quot; pungkas  Budiarsa.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengajukan agar pelaku koperasi dan UKM di daerah di seluruh Indonesia segera mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

&quot;UKM yang pertama menjadi prioritas mendapat vaksinasi adalah pelaku usaha yang bergerak di sektor kuliner, khususnya makanan dan minuman,&quot; kata Teten, Jakarta, Kamis (1/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menkeu: Biayai Vaksinasi Covid-19 Setara Bangun 4 Kali MRT
Pasalnya, lanjut Teten, di tengah pandemi Covid-19, pelaku usaha di sektor ini termasuk yang paling banyak bersentuhan dengan publik. &quot;Kami sudah ajukan agar pelaku UKM di sektor makanan dan minuman. Karena, sektor ini dari segi ekonomi berjalan baik di tengah pandemi, tapi juga punya potensi penularan. Nanti tinggal menunggu jadwal,&quot; tegas Teten.

Teten menambahkan, setelah seluruh ASN KemenkopUKM mendapat vaksinasi (tahap 2), tahapan selanjutnya adalah pelaku UKM yang akan menjadi prioritas penerima vaksin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Pasar Modal dan Perbankan Prioritas Vaksinasi agar Ekonomi Cepat Pulih
&quot;UKM juga menjadi salah satu pihak yang paling banyak bersinggungan dengan publik secara langsung. Untuk pelaksanaan vaksin bagi pelaku UKM di daerah, akan dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan di setiap wilayah di Indonesia,&quot; tukas Teten.Teten meyakini, dengan vaksinasi akan mempercepat pemulihan konsumsi  serta mengembalikan potensi pasar yang lebih luas. &quot;Saya berharap semua  pelaku UKM bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah.  Sehingga, kita semua bisa menjadi lebih percaya diri,&quot; imbuhnya.

Dengan mendapat vaksinasi Covid-19, Teten meyakini bahwa kinerja UKM  sektor kuliner bakal lebih meningkat lagi. &quot;Bayangkan saja, di saat  pandemi saja dengan aneka aturan pembatasan seperti PSBB, sektor kuliner  mampu berjalan stabil. Artinya, pasca vaksinasi, mereka bisa berjualan  kembali secara normal,&quot; ucapnya.

Hanya saja, Teten tetap menekankan pentingnya menjaga Protokol  Kesehatan. &quot;Jangan mentang-mentang sudah vaksin, bukan lantas kita bisa  seperti dulu lagi. Kita berada di era New Normal dengan tetap menerapkan  Protokol Kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci  tangan,&quot; jelas dia.

Teten mengakui, pihaknya sudah menyusun langkah untuk melakukan  vaksinasi di daerah, khususnya bagi pelaku UKM. &quot;Karena mereka masuk  dalam kategori pemberi pelayan publik, pelaku ekonomi yang tentu akan  berdampak pada ekonomi. Jadi, kita akan segerakan,&quot; tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Grup Ciputra Budiarsa  Sastrawinata mengatakan, tahap awal vaksinasi bagi pelaku UKM akan  diberikan kepada 3.000 orang. Sebanyak 1.500 pelaku UKM ditargetkan  menerima vaksinasi pada 1 April 2021, dan kemudian sisanya pada 5 April  2021.

Secara umum, targetnya adalah para pelaku UKM yang berada di wilayah  DKI Jakarta dan sekitarnya. Kategori UKM ini adalah semua kelompok  pengusaha berskala kecil dan menengah, yang berada di pusat perbelanjaan  dan kawasan-kawasan perdagangan di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

&quot;Sesuai arahan pemerintah, pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku UKM ini  diharapkan bisa mempercepat pemulihan perekonomian RI,&quot; pungkas  Budiarsa.</content:encoded></item></channel></rss>
