<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Kantongi Investasi Baterai China Rp72 Triliun</title><description>Indonesia  berhasil menggaet  perusahaan China yakni China Contemporary Amperex  Technology (CATL).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388487/erick-thohir-kantongi-investasi-baterai-china-rp72-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388487/erick-thohir-kantongi-investasi-baterai-china-rp72-triliun"/><item><title>Erick Thohir Kantongi Investasi Baterai China Rp72 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388487/erick-thohir-kantongi-investasi-baterai-china-rp72-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388487/erick-thohir-kantongi-investasi-baterai-china-rp72-triliun</guid><pubDate>Jum'at 02 April 2021 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/02/320/2388487/erick-thohir-kantongi-investasi-baterai-china-rp72-triliun-fbjs7GF2ft.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/02/320/2388487/erick-thohir-kantongi-investasi-baterai-china-rp72-triliun-fbjs7GF2ft.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Pertemuan delegasi Indonesia dengan otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan sejumlah investor di Fujian menghasilkan kabar baik. Dalam proses negosiasi kerja sama bilateral tersebut, Indonesia berhasil menggaet  perusahaan China yakni China Contemporary Amperex Technology (CATL).
Kemitraan tersebut akan dilakukan bersama dengan Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dinaungi oleh konsorsium BUMN seperti Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Dalam kerja sama ini, CATL akan terlibat dalam proses produksi baterai kendaraan listrik yang tengah digenjot pemerintah.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Mendag Lutfi ke China, Tawarkan Proyek Baterai Listrik
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, kerja sama sudah disepakati dengan nilai investasi sebesar  5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
&quot;Salah satunya rapat terkait pembangunan EV Baterai antara konsorsium BUMN dengan perusahan besar CATL total investasinya kurang lebih 5 miliar dolar AS,&quot; ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (2/4/2021).
Baca Juga: Menhub: Pemerintah Gandeng Bank Dunia Siapkan Peta Jalan Mobil Listrik
 
Pemerintah memastikan keterlibatan  produsen asing itu akan mengakselerasi pembangunan industri baterai di Indonesia. Erick mengatakan, dalam proses selanjutnya, Kementerian BUMN tetap melibatkan BKPM agar memastikan proses investasi berjalan dengan baik.
&quot;Ini dipastikan bahwa kelanjutan dari pada partnership ini bisa dijalankan karena bisa mempercepat. Dan kami sebagai Kementerian BUMN cuman memastiakan bila ada kesulitan apa-apa di lapangan, itu kami bekerja sama dengan BKPM,&quot; katanya.

IBC sendiri baru saja diresmikan Kementerian BUMN pada Jumat, pekan  keempat Maret 2021. Dimana, holding ini dipercayakan akan mengelola  industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.
IBC juga akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik.
Tak hanya China, targetnya sejak April tahun ini, delegasi akan  mengunjungi Amerika Serikat dan Jepang. &quot;Pertengahan April Pak Menko,  saya dan Mendag, juga kami akan ke Amerika. Salah satunya melihat  potensi kerjasama dengan pihak di AS. Kami ada rencana mendatangi negeri  Jepang yang ingin bicara hal yang sama,&quot; tutur dia.
Saat ini, pemerintah sudah memfinalisasikan negosiasi dengan dua  produsen baterai dunia, yakni LG Chem Ltd. Perusahaan itu sepakat  menjadi mitra kerja IBC untuk memproduksi baterai untuk kendaraan  listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertemuan delegasi Indonesia dengan otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan sejumlah investor di Fujian menghasilkan kabar baik. Dalam proses negosiasi kerja sama bilateral tersebut, Indonesia berhasil menggaet  perusahaan China yakni China Contemporary Amperex Technology (CATL).
Kemitraan tersebut akan dilakukan bersama dengan Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dinaungi oleh konsorsium BUMN seperti Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Dalam kerja sama ini, CATL akan terlibat dalam proses produksi baterai kendaraan listrik yang tengah digenjot pemerintah.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Mendag Lutfi ke China, Tawarkan Proyek Baterai Listrik
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, kerja sama sudah disepakati dengan nilai investasi sebesar  5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
&quot;Salah satunya rapat terkait pembangunan EV Baterai antara konsorsium BUMN dengan perusahan besar CATL total investasinya kurang lebih 5 miliar dolar AS,&quot; ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (2/4/2021).
Baca Juga: Menhub: Pemerintah Gandeng Bank Dunia Siapkan Peta Jalan Mobil Listrik
 
Pemerintah memastikan keterlibatan  produsen asing itu akan mengakselerasi pembangunan industri baterai di Indonesia. Erick mengatakan, dalam proses selanjutnya, Kementerian BUMN tetap melibatkan BKPM agar memastikan proses investasi berjalan dengan baik.
&quot;Ini dipastikan bahwa kelanjutan dari pada partnership ini bisa dijalankan karena bisa mempercepat. Dan kami sebagai Kementerian BUMN cuman memastiakan bila ada kesulitan apa-apa di lapangan, itu kami bekerja sama dengan BKPM,&quot; katanya.

IBC sendiri baru saja diresmikan Kementerian BUMN pada Jumat, pekan  keempat Maret 2021. Dimana, holding ini dipercayakan akan mengelola  industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.
IBC juga akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik.
Tak hanya China, targetnya sejak April tahun ini, delegasi akan  mengunjungi Amerika Serikat dan Jepang. &quot;Pertengahan April Pak Menko,  saya dan Mendag, juga kami akan ke Amerika. Salah satunya melihat  potensi kerjasama dengan pihak di AS. Kami ada rencana mendatangi negeri  Jepang yang ingin bicara hal yang sama,&quot; tutur dia.
Saat ini, pemerintah sudah memfinalisasikan negosiasi dengan dua  produsen baterai dunia, yakni LG Chem Ltd. Perusahaan itu sepakat  menjadi mitra kerja IBC untuk memproduksi baterai untuk kendaraan  listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
