<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia-China Targetkan Kerjasama Perdagangan hingga Rp1.440 Triliun</title><description>Sejumlah menteri hari ini terbang ke Fujian, China demi menggelar berbagai pertemuan bilateral dengan sejumlah negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388497/indonesia-china-targetkan-kerjasama-perdagangan-hingga-rp1-440-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388497/indonesia-china-targetkan-kerjasama-perdagangan-hingga-rp1-440-triliun"/><item><title>Indonesia-China Targetkan Kerjasama Perdagangan hingga Rp1.440 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388497/indonesia-china-targetkan-kerjasama-perdagangan-hingga-rp1-440-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/02/320/2388497/indonesia-china-targetkan-kerjasama-perdagangan-hingga-rp1-440-triliun</guid><pubDate>Jum'at 02 April 2021 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/02/320/2388497/indonesia-china-targetkan-kerjasama-perdagangan-hingga-rp1-440-triliun-vC44D6lun2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama Perdagangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/02/320/2388497/indonesia-china-targetkan-kerjasama-perdagangan-hingga-rp1-440-triliun-vC44D6lun2.jpg</image><title>Kerjasama Perdagangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah menteri hari ini terbang ke Fujian, China demi menggelar berbagai pertemuan bilateral dengan sejumlah negara. Pertemuan ini bertujuan menggaet investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (ET), Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Mendag Lutfi ke China, Tawarkan Proyek Baterai Listrik
 
Retno pun menjelaskan dari pertemuan tersebut pula ditujukan untuk meningkatkan pembelian produk Indonesia maupun produk pertanian yang akan dijelaskan lebih lanjut oleh Lutfi dan ET.
Lutfi mengatakan bahwa ada beberapa poin penting yang didapatkan dari pertemuan tersebut.
&quot;Pertama, kami membicarakan soal target dalam tiga tahun kedepan, kami akan meningkatkan perdagangan dua negara dari USD 31 miliar menjadi USD100 miliar pada tahun 2024,&quot; ucap Lutfi pada Jumat (2/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Menhub: Pemerintah Gandeng Bank Dunia Siapkan Peta Jalan Mobil Listrik
 
Poin selanjutnya, Indonesia dan China akan akan mendalami lagi kesepakatan kerjasama perdagangan yang sudah diteken sejak tahun 2011 yakni Bilateral Economic and Trade Cooperation (BETC) menjadi Trade and Investment Framework Agreement (TIFA). TIFA ini akan menjadi jenjang perdagangan yang lebih tinggi.
&quot;Kemungkinan kita akan membicarakan untuk memperdalam kegiatan perdagangan kedua negara dengan skema Comprehensive Economic Partnership Agreement. Ditambah, setidaknya ada lima perusahaan yang akan impor sarang walet senilai USD 1,13 miliar,&quot; ungkapnya.
Lutfi menyebutkan bahwa akan ada ekspor dan investasi untuk produk  furniture senilai USD 200 juta. Selain itu, dibicarakan juga perihal  investasi di Kalimantan Barat yang akan mendatangkan 150 perusahaan dan  mempekerjakan lebih dari 3 ribu pekerja.
Dia menyebutkan, total keseluruhan adalah sebesar USD 1,38 miliar atau lebih dari Rp20 triliun.
&quot;Terimakasih ke ibu Menlu, dengan kerjasama ini kami akan perbaiki,  tidak hanya memperbaiki neraca dagang tapi juga hubungan baik ekonomi  antara kedua belah pihak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah menteri hari ini terbang ke Fujian, China demi menggelar berbagai pertemuan bilateral dengan sejumlah negara. Pertemuan ini bertujuan menggaet investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (ET), Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Mendag Lutfi ke China, Tawarkan Proyek Baterai Listrik
 
Retno pun menjelaskan dari pertemuan tersebut pula ditujukan untuk meningkatkan pembelian produk Indonesia maupun produk pertanian yang akan dijelaskan lebih lanjut oleh Lutfi dan ET.
Lutfi mengatakan bahwa ada beberapa poin penting yang didapatkan dari pertemuan tersebut.
&quot;Pertama, kami membicarakan soal target dalam tiga tahun kedepan, kami akan meningkatkan perdagangan dua negara dari USD 31 miliar menjadi USD100 miliar pada tahun 2024,&quot; ucap Lutfi pada Jumat (2/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Menhub: Pemerintah Gandeng Bank Dunia Siapkan Peta Jalan Mobil Listrik
 
Poin selanjutnya, Indonesia dan China akan akan mendalami lagi kesepakatan kerjasama perdagangan yang sudah diteken sejak tahun 2011 yakni Bilateral Economic and Trade Cooperation (BETC) menjadi Trade and Investment Framework Agreement (TIFA). TIFA ini akan menjadi jenjang perdagangan yang lebih tinggi.
&quot;Kemungkinan kita akan membicarakan untuk memperdalam kegiatan perdagangan kedua negara dengan skema Comprehensive Economic Partnership Agreement. Ditambah, setidaknya ada lima perusahaan yang akan impor sarang walet senilai USD 1,13 miliar,&quot; ungkapnya.
Lutfi menyebutkan bahwa akan ada ekspor dan investasi untuk produk  furniture senilai USD 200 juta. Selain itu, dibicarakan juga perihal  investasi di Kalimantan Barat yang akan mendatangkan 150 perusahaan dan  mempekerjakan lebih dari 3 ribu pekerja.
Dia menyebutkan, total keseluruhan adalah sebesar USD 1,38 miliar atau lebih dari Rp20 triliun.
&quot;Terimakasih ke ibu Menlu, dengan kerjasama ini kami akan perbaiki,  tidak hanya memperbaiki neraca dagang tapi juga hubungan baik ekonomi  antara kedua belah pihak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
