<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta 22 Perusahaan Antre IPO di BEI, BUMN dan Unicorn Tak Masuk Daftar</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perusahaan yang berencana melakukan  Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/278/2388366/7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/278/2388366/7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar"/><item><title>7 Fakta 22 Perusahaan Antre IPO di BEI, BUMN dan Unicorn Tak Masuk Daftar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/278/2388366/7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/278/2388366/7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar</guid><pubDate>Sabtu 03 April 2021 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/02/278/2388366/7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar-qk46xn3vew.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/02/278/2388366/7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar-qk46xn3vew.jpeg</image><title>Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 30 Maret 2021 terdapat 11 perusahaan tercatat baru saham di Bursa Efek Indonesia dan masih terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Terkait hal tersebut, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Sabtu (3/4/2021).
Baca Juga: IPO, Imago Mulia Persada Bidik Rp30 Miliar
 
1. Belum ada BUMN dan Unicorn yang akan IPO
 
Dari 22 perusahaan yang masuk pipeline tersebut, I Gede Nyoman mengatakan belum ada perusahaan BUMN maupun Unicorn yang berencana melakukan IPO.
&quot;Dapat kami sampaikan dari 22 perusahaan dalam pipeline tersebut belum ada yang perusahaan BUMN maupun Unicorn,&quot; ujarnya, Kamis (1/4/2021).
2. Perusahaan terbanyak datang dari sektor consumer cyclicals
 
Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah enam perusahan. Kemudian, terdapat sektor basic materials, technology dan properties &amp;amp; real estate terdiri atas tiga perusahaan.
Kemudian, sektor industrials, energy dan consumer non cyclicals terdapat dua perusahaan dan sektor infrastructures satu perusahaan.
Baca Juga: Klub Bola Kaesang Pangarep Mau IPO, BEI Girang
 
3. Daftar pipeline pencatatan saham berdasarkan ukuran skala aset
Berdasarkan ukuran skala aset sebagaimana diatur di POJK 53 tahun 2019, maka pipeline pencatatan saham dapat dikategorikan sebagai berikut:
7 Perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar)
10 Perusahaan set skala menengah (aset antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar)
5 Perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).4, Jumlah Pipeline dan IPO fundrised meningkat dari tahun lalu
 
Nyoman menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode yang  sama tahun lalu, jumlah total IPO fundraised, meningkat 11%, yaitu dari  Rp2,7 triliun menjadi Rp3 triliun. Dari sisi jumlah pipeline pun  meningkat sebesar 120 persen dibanding pada periode yang sama pada tahun  lalu.
5. BEI Optimis Prospek IPO tahun 2021
 
Peningkatan tersebut memperlihatkan adanya kepercayaan pengusaha akan pemulihan perekonomian Indonesia.
&quot;Hal tersebut menggambarkan besarnya kepercayaan dan optimisme para  pengusaha di Indonesia akan pemulihan perekonomian dan juga terhadap  Pasar Modal Indonesia pada tahun 2021,&quot; ucap Nyoman.
Dengan melihat kondisi di atas, setelah kuartal I-2021 ini pihaknya  optimis terkait dengan prospek IPO tahun 2021. Hal ini tentunya didukung  oleh kebijakan Pemerintah terkait dengan penanganan Pandemi saat ini  dan kebijakan dari regulator pasar modal yang tentunya akan membuat  kondisi pasar modal Indonesia kondusif.
6. BEI gunakan strategi ini untuk manfaatkan potensi IPO Unicorn
 
BEI saat ini tengah melakukan kajian terkait regulasi yang mengatur  Special Purpose Acquisition Company (SPAC) di Indonesia. SPAC merupakan  salah satu cara untuk memanfaatkan potensi initial public offering (IPO)  atau penawaran perdana Unicorn.
SPAC adalah sebuah perusahaan yang didirikan secara khusus untuk  menggalang dana melalui IPO dengan tujuan melakukan merger, akuisisi,  atau pembelian saham perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan.
 7. Kadin: IPO Unicorn atau Decacorn merupakan peristiwa penting bagi perekonomian negara
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong   perusahaan-perusahaan teknologi rintisan (tech startup) untuk melakukan   Penawaran Umum Perdana/Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal   Indonesia.
Melalui IPO, diharapkan perusahaan teknologi rintisan bisa tumbuh dan   memperkokoh posisi Indonesia sebagai hub ekonomi digital di Asia   Tenggara, bahkan bersaing di kancah internasional. Melihat pengalaman di   negara lain, IPO dari sebuah Unicorn atau Decacorn merupakan peristiwa   penting bagi pasar modal dan perekonomian negara.
&quot;Memang ada beberapa peraturan pasar modal yang menjadi perhatian   kami untuk pengembangan perusahaan rintisan ini, antara lain mengenai   pengaturan kelas saham ganda, pemegang saham pengendali, penambahan   modal tanpa HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu), hingga pencatatan   saham ganda di dua Bursa Efek (dual listing) dan E-Bookbuilding   (Penawaran Awal secara Elektronik)&amp;rdquo; ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia,   Rosan Roeslani, Sabtu (27/3/2021).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 30 Maret 2021 terdapat 11 perusahaan tercatat baru saham di Bursa Efek Indonesia dan masih terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Terkait hal tersebut, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Sabtu (3/4/2021).
Baca Juga: IPO, Imago Mulia Persada Bidik Rp30 Miliar
 
1. Belum ada BUMN dan Unicorn yang akan IPO
 
Dari 22 perusahaan yang masuk pipeline tersebut, I Gede Nyoman mengatakan belum ada perusahaan BUMN maupun Unicorn yang berencana melakukan IPO.
&quot;Dapat kami sampaikan dari 22 perusahaan dalam pipeline tersebut belum ada yang perusahaan BUMN maupun Unicorn,&quot; ujarnya, Kamis (1/4/2021).
2. Perusahaan terbanyak datang dari sektor consumer cyclicals
 
Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah enam perusahan. Kemudian, terdapat sektor basic materials, technology dan properties &amp;amp; real estate terdiri atas tiga perusahaan.
Kemudian, sektor industrials, energy dan consumer non cyclicals terdapat dua perusahaan dan sektor infrastructures satu perusahaan.
Baca Juga: Klub Bola Kaesang Pangarep Mau IPO, BEI Girang
 
3. Daftar pipeline pencatatan saham berdasarkan ukuran skala aset
Berdasarkan ukuran skala aset sebagaimana diatur di POJK 53 tahun 2019, maka pipeline pencatatan saham dapat dikategorikan sebagai berikut:
7 Perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar)
10 Perusahaan set skala menengah (aset antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar)
5 Perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).4, Jumlah Pipeline dan IPO fundrised meningkat dari tahun lalu
 
Nyoman menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode yang  sama tahun lalu, jumlah total IPO fundraised, meningkat 11%, yaitu dari  Rp2,7 triliun menjadi Rp3 triliun. Dari sisi jumlah pipeline pun  meningkat sebesar 120 persen dibanding pada periode yang sama pada tahun  lalu.
5. BEI Optimis Prospek IPO tahun 2021
 
Peningkatan tersebut memperlihatkan adanya kepercayaan pengusaha akan pemulihan perekonomian Indonesia.
&quot;Hal tersebut menggambarkan besarnya kepercayaan dan optimisme para  pengusaha di Indonesia akan pemulihan perekonomian dan juga terhadap  Pasar Modal Indonesia pada tahun 2021,&quot; ucap Nyoman.
Dengan melihat kondisi di atas, setelah kuartal I-2021 ini pihaknya  optimis terkait dengan prospek IPO tahun 2021. Hal ini tentunya didukung  oleh kebijakan Pemerintah terkait dengan penanganan Pandemi saat ini  dan kebijakan dari regulator pasar modal yang tentunya akan membuat  kondisi pasar modal Indonesia kondusif.
6. BEI gunakan strategi ini untuk manfaatkan potensi IPO Unicorn
 
BEI saat ini tengah melakukan kajian terkait regulasi yang mengatur  Special Purpose Acquisition Company (SPAC) di Indonesia. SPAC merupakan  salah satu cara untuk memanfaatkan potensi initial public offering (IPO)  atau penawaran perdana Unicorn.
SPAC adalah sebuah perusahaan yang didirikan secara khusus untuk  menggalang dana melalui IPO dengan tujuan melakukan merger, akuisisi,  atau pembelian saham perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan.
 7. Kadin: IPO Unicorn atau Decacorn merupakan peristiwa penting bagi perekonomian negara
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong   perusahaan-perusahaan teknologi rintisan (tech startup) untuk melakukan   Penawaran Umum Perdana/Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal   Indonesia.
Melalui IPO, diharapkan perusahaan teknologi rintisan bisa tumbuh dan   memperkokoh posisi Indonesia sebagai hub ekonomi digital di Asia   Tenggara, bahkan bersaing di kancah internasional. Melihat pengalaman di   negara lain, IPO dari sebuah Unicorn atau Decacorn merupakan peristiwa   penting bagi pasar modal dan perekonomian negara.
&quot;Memang ada beberapa peraturan pasar modal yang menjadi perhatian   kami untuk pengembangan perusahaan rintisan ini, antara lain mengenai   pengaturan kelas saham ganda, pemegang saham pengendali, penambahan   modal tanpa HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu), hingga pencatatan   saham ganda di dua Bursa Efek (dual listing) dan E-Bookbuilding   (Penawaran Awal secara Elektronik)&amp;rdquo; ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia,   Rosan Roeslani, Sabtu (27/3/2021).</content:encoded></item></channel></rss>
