<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Yakinkan Investor China: Investasi di RI Aman</title><description>Erick Thohir memastikan, tidak ada halangan perizinan bagi investor China yang bermitra dengan Battery Holding (IBH).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/320/2388723/erick-thohir-yakinkan-investor-china-investasi-di-ri-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/320/2388723/erick-thohir-yakinkan-investor-china-investasi-di-ri-aman"/><item><title>Erick Thohir Yakinkan Investor China: Investasi di RI Aman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/320/2388723/erick-thohir-yakinkan-investor-china-investasi-di-ri-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/320/2388723/erick-thohir-yakinkan-investor-china-investasi-di-ri-aman</guid><pubDate>Sabtu 03 April 2021 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/03/320/2388723/erick-thohir-yakinkan-investor-china-investasi-di-ri-aman-AXbhD14TPJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/03/320/2388723/erick-thohir-yakinkan-investor-china-investasi-di-ri-aman-AXbhD14TPJ.jpeg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, tidak ada halangan perizinan bagi investor China yang bermitra dengan Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Saat ini China Contemporary Amperex Technology (CATL) telah menyepakati kerja dengan nilai investasi sebesar USD5 miliar atau sekitar Rp70 triliun (kurs Rp14.000 per USD).
Baca Juga: Erick Thohir Pelajari Kesuksesan BUMN China
 
Kepastian Erick kepada investor didasari atas jaminan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). &quot;Kami ingin memastikan, bila ada apa-apa di lapangan, kami bekerja sama dengan BKPM untuk memastikan bisa menyelesaikan segala halangan yang tidak melancarkan investasi dengan tepat waktu,&quot; ujar Erick Sabtu (3/4/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Kantongi Investasi Baterai China Rp72 Triliun
 
Pemerintah juga memastikan keterlibatan  produsen asing itu akan mengakselerasi pembangunan industri baterai di Indonesia.
&quot;Ini dipastikan bahwa kelanjutan dari pada partnership ini bisa dijalankan karena bisa mempercepat. Dan kami sebagai Kementerian BUMN cuma memastikan bila ada kesulitan apa-apa di lapangan, itu kami bekerja sama dengan BKPM,&quot; katanya.IBC sendiri baru saja diresmikan Kementerian BUMN pada Jumat, pekan  keempat Maret 2021. Di mana, holding ini dipercayakan akan mengelola  industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.
IBC juga akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik.
Tak hanya China, targetnya sejak April tahun ini, delegasi akan  mengunjungi Amerika Serikat dan Jepang. &quot;Pertengahan April Pak Menko,  saya dan Mendag, juga kami akan ke Amerika. Salah satunya melihat  potensi kerjasama dengan pihak di AS. Kami ada rencana mendatangi negeri  Jepang yang ingin bicara hal yang sama,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, tidak ada halangan perizinan bagi investor China yang bermitra dengan Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Saat ini China Contemporary Amperex Technology (CATL) telah menyepakati kerja dengan nilai investasi sebesar USD5 miliar atau sekitar Rp70 triliun (kurs Rp14.000 per USD).
Baca Juga: Erick Thohir Pelajari Kesuksesan BUMN China
 
Kepastian Erick kepada investor didasari atas jaminan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). &quot;Kami ingin memastikan, bila ada apa-apa di lapangan, kami bekerja sama dengan BKPM untuk memastikan bisa menyelesaikan segala halangan yang tidak melancarkan investasi dengan tepat waktu,&quot; ujar Erick Sabtu (3/4/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Kantongi Investasi Baterai China Rp72 Triliun
 
Pemerintah juga memastikan keterlibatan  produsen asing itu akan mengakselerasi pembangunan industri baterai di Indonesia.
&quot;Ini dipastikan bahwa kelanjutan dari pada partnership ini bisa dijalankan karena bisa mempercepat. Dan kami sebagai Kementerian BUMN cuma memastikan bila ada kesulitan apa-apa di lapangan, itu kami bekerja sama dengan BKPM,&quot; katanya.IBC sendiri baru saja diresmikan Kementerian BUMN pada Jumat, pekan  keempat Maret 2021. Di mana, holding ini dipercayakan akan mengelola  industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.
IBC juga akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik.
Tak hanya China, targetnya sejak April tahun ini, delegasi akan  mengunjungi Amerika Serikat dan Jepang. &quot;Pertengahan April Pak Menko,  saya dan Mendag, juga kami akan ke Amerika. Salah satunya melihat  potensi kerjasama dengan pihak di AS. Kami ada rencana mendatangi negeri  Jepang yang ingin bicara hal yang sama,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
