<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menjadi Pengusaha Kreatif, Begini Cara Memulainya</title><description>Pekerjaan kreatif saat ini sedang menjadi tren  terutama bagi kalangan muda yang memiliki ide, skill, dan  intelektualitas yang segar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/455/2388671/menjadi-pengusaha-kreatif-begini-cara-memulainya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/455/2388671/menjadi-pengusaha-kreatif-begini-cara-memulainya"/><item><title>Menjadi Pengusaha Kreatif, Begini Cara Memulainya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/455/2388671/menjadi-pengusaha-kreatif-begini-cara-memulainya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/03/455/2388671/menjadi-pengusaha-kreatif-begini-cara-memulainya</guid><pubDate>Sabtu 03 April 2021 20:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/03/455/2388671/menjadi-pengusaha-kreatif-begini-cara-memulainya-OB4PnZQSWq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/03/455/2388671/menjadi-pengusaha-kreatif-begini-cara-memulainya-OB4PnZQSWq.jpg</image><title>Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bidang usaha atau pekerjaan kreatif saat ini sedang menjadi tren terutama bagi kalangan muda yang memiliki ide, skill, dan intelektualitas yang segar dan sesuai perkembangan zaman. Mereka disebut dengan pengusaha kreatif, seseorang yang menggunakan pengetahuan dan keterampilan kreatif atau intelektualnya untuk mencari pendapatan, biasanya dalam bisnis atau sebagai pekerja lepas (freelance).
Memutuskan menjadi pengusaha atau entrepreneur kreatif tentu tidak mudah. Jika ingin mengubah aset intelektual dan kreativitas menjadi pendapatan, berikut ini langkah-langkah untuk memulainya, dilansir dari The Balance, Sabtu (3/4/2021).
Baca Juga: Untung Rugi Bisnis di Bidang Kreatif, Cek di Sini
 
1. Cari tahu apa yang bisa ditawarkan
Buat daftar hal-hal yang diketahui, sukai, dan lakukan, seperti menggambar, bernyanyi, memainkan alat musik, dan lain-lain. Ingat, ide-ide tersebut tidak perlu artistik untuk dianggap kreatif. Hanya perlu memanfaatkan basis pengetahuan atau keahlian yang dimiliki pun sudah cukup.
2. Tentukan bagaimana pengetahuan atau keterampilan tersebut dapat menghasilkan uang
Cari tahu bagaimana keahlian bisa dijual dan diterima konsumen. Seseorang mungkin memiliki ide beberapa cara untuk menghasilkan uang, dan di masa mendatang, mungkin ide tersebut bisa menghasilkan pendapatan. Namun, mulailah pilih satu terlebih dahulu dan fokuslah pada hal itu sampai semuanya aktif dan berjalan.
Baca Juga: Potensi Bisnis Baju Muslim saat Ramadan, dari Modal hingga Keuntungannya
 
3. Pastikan ada pasar yang bisa membayar keahlian yang ditawarkan
Tidak semua keahlian atau hobi bisa diuangkan dan menjadi bisnis yang layak. Dalam riset pasar, pengusaha harus mengetahui apakah ada orang yang siap, mau, dan mampu membeli, serta harus menentukan siapa orang tersebut (demografi, keinginan, kebutuhan, minat, dll).
4. Tulis rencana bisnis
Jika ide dirasa layak, inilah saatnya untuk mulai merencanakan dan menerapkan bisnis. Dimulai dengan rencana bisnis yang menguraikan apa yang akan ditawarkan, apa yang unik tentang bisnis tersebut, bagaimana bisnis akan menguntungkan klien/pelanggan, situasi keuangan saat ini dan yang diperkirakan, target pasar, dan masih banyak lagi.
5. Tentukan nama bisnis
Seperti wirausaha pada umumnya, pengusaha kreatif harus memberi nama yang menjelaskan apa yang ditawarkan. Hal tersebut bisa memengaruhi perjalanan bisnis.6. Buat struktur bisnis
Banyak pengusaha kreatif pemula memulai sebagai kepemilikan  perseorangan, yang cepat dan mudah. Namun, pengusaha harus menentukan  struktur bisnis lain berdasarkan kebutuhan, kemampuan, perlindungan, dan  risiko yang akan didapat.
7. Dapatkan izin usaha
Tanyakan kepada kantor pemerintah kota atau kabupaten tentang lisensi  atau izin yang diperlukan. Pengusaha juga harus memeriksa departemen  zonasi untuk memastikan tidak apa-apa jika bekerja dari rumah.
8. Lindungi aset kreatif
Jika seseorang membuat sesuatu, pertimbangkan untuk melindungi  kekayaan intelektual tersebut dari pencuri atau plagiarisme. Ada tiga  jenis perlindungan tergantung pada apa yang Anda buat: 1) Paten untuk  penemuan, desain atau formula, 2) Hak cipta untuk karya yang dibuat  seperti tulisan dan seni, dan 3) Merek dagang biasanya untuk nama, logo  atau tagline.
9. Siapkan sistem distribusi
Dalam rencana bisnis, pengusaha harus menguraikan bagaimana cara  mengirimkan produk atau layanan. Jika membuat perencana digital, di mana  tempat memasarkan produk yang lebih baik? Jika melakukan usaha  freelance, apakah pengusaha akan memasarkannya melalui situs freelance,  atau melalui situs web sendiri? Dan masih banyak pertimbangan distribusi  lain.
10. Pasarkan bisnis
Setelah semuanya siap, sekarang saatnya untuk memberi tahu pasar  tentang hal itu. Pemasaran adalah satu tempat yang diperjuangkan banyak  wirausahawan kreatif, namun kreativitas dan kecerdikan dapat menjadi  aset.
Hal-hal penting yang perlu diingat dalam pemasaran adalah 1) Siapa  target pasar? 2) Di mana mereka dapat ditemukan (apa yang mereka baca  secara online, situs apa yang dikunjungi, di mana mereka berkumpul  secara online dan offline)? dan 3) Bagaimana pengusaha dapat menampilkan  informasi kepada mereka sehingga mereka ingin tahu lebih banyak tentang  usahanya (artikel, iklan, video, media sosial, dll)?</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bidang usaha atau pekerjaan kreatif saat ini sedang menjadi tren terutama bagi kalangan muda yang memiliki ide, skill, dan intelektualitas yang segar dan sesuai perkembangan zaman. Mereka disebut dengan pengusaha kreatif, seseorang yang menggunakan pengetahuan dan keterampilan kreatif atau intelektualnya untuk mencari pendapatan, biasanya dalam bisnis atau sebagai pekerja lepas (freelance).
Memutuskan menjadi pengusaha atau entrepreneur kreatif tentu tidak mudah. Jika ingin mengubah aset intelektual dan kreativitas menjadi pendapatan, berikut ini langkah-langkah untuk memulainya, dilansir dari The Balance, Sabtu (3/4/2021).
Baca Juga: Untung Rugi Bisnis di Bidang Kreatif, Cek di Sini
 
1. Cari tahu apa yang bisa ditawarkan
Buat daftar hal-hal yang diketahui, sukai, dan lakukan, seperti menggambar, bernyanyi, memainkan alat musik, dan lain-lain. Ingat, ide-ide tersebut tidak perlu artistik untuk dianggap kreatif. Hanya perlu memanfaatkan basis pengetahuan atau keahlian yang dimiliki pun sudah cukup.
2. Tentukan bagaimana pengetahuan atau keterampilan tersebut dapat menghasilkan uang
Cari tahu bagaimana keahlian bisa dijual dan diterima konsumen. Seseorang mungkin memiliki ide beberapa cara untuk menghasilkan uang, dan di masa mendatang, mungkin ide tersebut bisa menghasilkan pendapatan. Namun, mulailah pilih satu terlebih dahulu dan fokuslah pada hal itu sampai semuanya aktif dan berjalan.
Baca Juga: Potensi Bisnis Baju Muslim saat Ramadan, dari Modal hingga Keuntungannya
 
3. Pastikan ada pasar yang bisa membayar keahlian yang ditawarkan
Tidak semua keahlian atau hobi bisa diuangkan dan menjadi bisnis yang layak. Dalam riset pasar, pengusaha harus mengetahui apakah ada orang yang siap, mau, dan mampu membeli, serta harus menentukan siapa orang tersebut (demografi, keinginan, kebutuhan, minat, dll).
4. Tulis rencana bisnis
Jika ide dirasa layak, inilah saatnya untuk mulai merencanakan dan menerapkan bisnis. Dimulai dengan rencana bisnis yang menguraikan apa yang akan ditawarkan, apa yang unik tentang bisnis tersebut, bagaimana bisnis akan menguntungkan klien/pelanggan, situasi keuangan saat ini dan yang diperkirakan, target pasar, dan masih banyak lagi.
5. Tentukan nama bisnis
Seperti wirausaha pada umumnya, pengusaha kreatif harus memberi nama yang menjelaskan apa yang ditawarkan. Hal tersebut bisa memengaruhi perjalanan bisnis.6. Buat struktur bisnis
Banyak pengusaha kreatif pemula memulai sebagai kepemilikan  perseorangan, yang cepat dan mudah. Namun, pengusaha harus menentukan  struktur bisnis lain berdasarkan kebutuhan, kemampuan, perlindungan, dan  risiko yang akan didapat.
7. Dapatkan izin usaha
Tanyakan kepada kantor pemerintah kota atau kabupaten tentang lisensi  atau izin yang diperlukan. Pengusaha juga harus memeriksa departemen  zonasi untuk memastikan tidak apa-apa jika bekerja dari rumah.
8. Lindungi aset kreatif
Jika seseorang membuat sesuatu, pertimbangkan untuk melindungi  kekayaan intelektual tersebut dari pencuri atau plagiarisme. Ada tiga  jenis perlindungan tergantung pada apa yang Anda buat: 1) Paten untuk  penemuan, desain atau formula, 2) Hak cipta untuk karya yang dibuat  seperti tulisan dan seni, dan 3) Merek dagang biasanya untuk nama, logo  atau tagline.
9. Siapkan sistem distribusi
Dalam rencana bisnis, pengusaha harus menguraikan bagaimana cara  mengirimkan produk atau layanan. Jika membuat perencana digital, di mana  tempat memasarkan produk yang lebih baik? Jika melakukan usaha  freelance, apakah pengusaha akan memasarkannya melalui situs freelance,  atau melalui situs web sendiri? Dan masih banyak pertimbangan distribusi  lain.
10. Pasarkan bisnis
Setelah semuanya siap, sekarang saatnya untuk memberi tahu pasar  tentang hal itu. Pemasaran adalah satu tempat yang diperjuangkan banyak  wirausahawan kreatif, namun kreativitas dan kecerdikan dapat menjadi  aset.
Hal-hal penting yang perlu diingat dalam pemasaran adalah 1) Siapa  target pasar? 2) Di mana mereka dapat ditemukan (apa yang mereka baca  secara online, situs apa yang dikunjungi, di mana mereka berkumpul  secara online dan offline)? dan 3) Bagaimana pengusaha dapat menampilkan  informasi kepada mereka sehingga mereka ingin tahu lebih banyak tentang  usahanya (artikel, iklan, video, media sosial, dll)?</content:encoded></item></channel></rss>
