<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Warren Buffett Indonesia Dapat Pinjaman Rp1,32 Triliun</title><description>Danai pelunasan utang, emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) meraih fasilitas kredit baru sebesar Rp1,32 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389554/emiten-warren-buffett-indonesia-dapat-pinjaman-rp1-32-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389554/emiten-warren-buffett-indonesia-dapat-pinjaman-rp1-32-triliun"/><item><title>Emiten Warren Buffett Indonesia Dapat Pinjaman Rp1,32 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389554/emiten-warren-buffett-indonesia-dapat-pinjaman-rp1-32-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389554/emiten-warren-buffett-indonesia-dapat-pinjaman-rp1-32-triliun</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 13:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/278/2389554/emiten-warren-buffett-indonesia-dapat-pinjaman-rp1-32-triliun-htSWQ3cbPn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/278/2389554/emiten-warren-buffett-indonesia-dapat-pinjaman-rp1-32-triliun-htSWQ3cbPn.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Danai pelunasan utang, emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) meraih fasilitas kredit baru sebesar Rp1,32 triliun. Di mana dengan tenor tujuh tahun.
Mengutip Neraca, fasilitas itu diterima pada 30 Maret 2021 dari sindikasi bank yang terdiri atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bank KEB Hana Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Nasib Perusahaan Milik Lo Kheng Hong: Laba Gajah Tunggal Naik tapi Pendapatan Turun
Kata Direktur Gajah Tunggal, Kisyuwono, seluruh hasil pencairan fasilitas kredit baru digunakan untuk melunasi lebih awal sisa utang kredit sindikasi kepada PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW). Disebutkan, Gajah Tunggal mengikat perjanjian fasilitas pinjaman senior berjaminan berjangka pada 27 Juli 2017 dengan Bank QNB sebagai agen fasilitas sebesar US$ 78,75 juta dan Rp 200,32 miliar.
&amp;rdquo;Pinjaman tersebut akan jatuh tempo secara bertahap pada 2022,&amp;rdquo; tutur dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lunasi Akuisisi Tanah Softex, Gajah Tunggal Siapkan Capex Rp560 Miliar
Fasilitas kredit baru tersebut, kata Kisyuwono, diharapkan berdampak positif dalam jangka panjang, terutama membantu likuiditas Gajah Tunggal dan meredam dampak gejolak valuta asing yang akan berpengaruh pada laba rugi perseroan. Soalnya, fasilitas tersebut seluruhnya diperoleh dalam mata uang rupiah.&amp;ldquo;Fasilitas kredit baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja  keuangan perseroan, mengingat tenor fasilitas ini tersebut memiliki  tenor yang cukup lebar, yakni tujuh tahun,&amp;rdquo; ujar dia.
Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa  (RUSPLB) pada 15 Maret 2021 meneyetujui rencana penerbitan global bond  senilai US$ 270 juta. Dalam prospektusnya, Gajah Tunggal menargetkan  jatuh tempo global bond baru paling cepat pada 2026, atau jangka waktu  lain yang ditentukan direksi perseroan. Sedangkan tingkat suku bunga  akan diumumkan kemudian, atau maksimal 9% tergantung kondisi pasar.
Sebelumnya, Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dikabarkan dibeli oleh investor Lo  Kheng Hong. Harga saham emiten ini langsung melesat 25% pada sesi akhir  perdagangan Jum&amp;rsquo;at 8 Januari 2021.					 			  Sementara itu pada penutupan perdagangan Senin 11 Januari 2021,  harga saham GJTL kembali naik 13,94%. Alasan Lo memborong saham  perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara ini adalah karena nilainya yang  tergolong murah.</description><content:encoded>JAKARTA - Danai pelunasan utang, emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) meraih fasilitas kredit baru sebesar Rp1,32 triliun. Di mana dengan tenor tujuh tahun.
Mengutip Neraca, fasilitas itu diterima pada 30 Maret 2021 dari sindikasi bank yang terdiri atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Bank KEB Hana Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Nasib Perusahaan Milik Lo Kheng Hong: Laba Gajah Tunggal Naik tapi Pendapatan Turun
Kata Direktur Gajah Tunggal, Kisyuwono, seluruh hasil pencairan fasilitas kredit baru digunakan untuk melunasi lebih awal sisa utang kredit sindikasi kepada PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW). Disebutkan, Gajah Tunggal mengikat perjanjian fasilitas pinjaman senior berjaminan berjangka pada 27 Juli 2017 dengan Bank QNB sebagai agen fasilitas sebesar US$ 78,75 juta dan Rp 200,32 miliar.
&amp;rdquo;Pinjaman tersebut akan jatuh tempo secara bertahap pada 2022,&amp;rdquo; tutur dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lunasi Akuisisi Tanah Softex, Gajah Tunggal Siapkan Capex Rp560 Miliar
Fasilitas kredit baru tersebut, kata Kisyuwono, diharapkan berdampak positif dalam jangka panjang, terutama membantu likuiditas Gajah Tunggal dan meredam dampak gejolak valuta asing yang akan berpengaruh pada laba rugi perseroan. Soalnya, fasilitas tersebut seluruhnya diperoleh dalam mata uang rupiah.&amp;ldquo;Fasilitas kredit baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja  keuangan perseroan, mengingat tenor fasilitas ini tersebut memiliki  tenor yang cukup lebar, yakni tujuh tahun,&amp;rdquo; ujar dia.
Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa  (RUSPLB) pada 15 Maret 2021 meneyetujui rencana penerbitan global bond  senilai US$ 270 juta. Dalam prospektusnya, Gajah Tunggal menargetkan  jatuh tempo global bond baru paling cepat pada 2026, atau jangka waktu  lain yang ditentukan direksi perseroan. Sedangkan tingkat suku bunga  akan diumumkan kemudian, atau maksimal 9% tergantung kondisi pasar.
Sebelumnya, Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dikabarkan dibeli oleh investor Lo  Kheng Hong. Harga saham emiten ini langsung melesat 25% pada sesi akhir  perdagangan Jum&amp;rsquo;at 8 Januari 2021.					 			  Sementara itu pada penutupan perdagangan Senin 11 Januari 2021,  harga saham GJTL kembali naik 13,94%. Alasan Lo memborong saham  perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara ini adalah karena nilainya yang  tergolong murah.</content:encoded></item></channel></rss>
