<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BSI Gabungkan Sistem Layanan di Indonesia Timur</title><description>PT Bank Syariah Indonesia Tbk siap melakukan penyatuan  dan integrasi sistem layanan di region XI Indonesia Timur secara  bertahap.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389580/bsi-gabungkan-sistem-layanan-di-indonesia-timur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389580/bsi-gabungkan-sistem-layanan-di-indonesia-timur"/><item><title>BSI Gabungkan Sistem Layanan di Indonesia Timur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389580/bsi-gabungkan-sistem-layanan-di-indonesia-timur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/278/2389580/bsi-gabungkan-sistem-layanan-di-indonesia-timur</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/278/2389580/bsi-gabungkan-sistem-layanan-di-indonesia-timur-TUuF4BSiOB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syariah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/278/2389580/bsi-gabungkan-sistem-layanan-di-indonesia-timur-TUuF4BSiOB.jpg</image><title>Syariah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) siap melakukan penyatuan dan integrasi sistem layanan di region XI Indonesia Timur secara bertahap mulai 5-19 April 2021. Langkah itu untuk mendorong pengembangan keuangan syariah dan meningkatkan literasi masyarakat di kawasan tersebut.

Penyatuan sistem layanan di region XI Indonesia Timur ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking. Per Senin 5 April 2021, proses ini sudah dimulai di Makassar, Sulawesi Selatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Guyur Pasar Properti, BSI Dapat Kuota FLPP 14.100 Unit
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menyebut, Integrasi sistem layanan ini merupakan salah satu langkah merger operasional dan bisa mendukung layanan BSI agar berjalan lebih optimal.

Sulawesi dipilih sebagai salah satu pintu penting dalam integrasi sistem layanan BSI karena wilayah ini merupakan gerbang untuk melebarkan lini bisnis di Timur Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Bank Syariah Indonesia Mulai Salurkan KPR Subsidi FLPP Akhir Maret
&amp;ldquo;Ini juga sekaligus membuktikan bahwa perusahaan fokus pada pengembangan yang bersifat Indonesia sentris. Kami berharap hadirnya BSI di wilayah ini dapat meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah dan literasi masyarakat di kawasan Timur Indonesia,&amp;rdquo; ujar Hery.

Proses integrasi ini mengedepankan kenyamanan dan keamanan data nasabah. Selama proses penyatuan integrasi sistem layanan Hery memastikan, nasabah tetap dapat melakukan aktivitas dan transaksi keuangan seperti biasa.Selain itu, Integrasi sistem layanan di region XI Indonesia Timur  juga menjadi bagian dari proses integrasi  operasional cabang, layanan  dan produk secara nasional mulai 1 Februari 2021 sampai 30 Oktober 2021.  Terkait hal ini, BSI telah melakukan training, sharing knowledge IT,  dan persiapan data nasabah yang akan dilakukan migrasi.

Untuk tahap pertama integrasi sistem layanan ini akan ada sebanyak  425 ribu dari 1,2 juta nasabah yang akan terintegrasi dalam layanan BSI.  Region BSI XI Indonesia Timur meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua yang  membawahi tiga area meliputi area Makassar membawahi Sulselbar, area  Palu membawahi Sulteng, Sultra &amp;amp; Gorontalo dan Area Manado membawahi  Sulut, Maluku, Papua.

Dalam periode tersebut nasabah bank asal secara bertahap akan  dihubungi untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia.  Untuk fasilitas kartu, buku tabungan dan deposito, nasabah bisa  melakukan migrasi secara bertahap hingga 31 Oktober 2021.

BSI menargetkan pada 1 November 2021, seluruh jaringan Bank Syariah  Indonesia bisa terintegrasi. Selain itu, sampai akhir 2021 sebanyak 100  persen dari total nasabah akan memiliki akun di sistem baru BSI.

BSI telah melakukan migrasi pada dua kantor cabang yang sudah  terintegrasi yaitu KC Tangerang BSD dan KC Jakarta Barat dari Februari  2021. Pencapaian migrasi di dua kantor cabang yang sudah terintegrasi  yaitu sampai 30 Maret 2021 sebesar 94 persen untuk rekening giro dan  tabungan dan 98 persen untuk rekening deposito.

Untuk memaksimalkan migrasi di kantor cabang yang sudah terintegrasi  yaitu, BSI juga telah melakukan auto migrasi di tanggal 6, 13, 22 dan 23  Maret 2021.

Selama proses migrasi, nasabah bank asal Bank Syariah Indonesia masih  dapat menggunakan kartu dan buku tabungan yang dimiliki sampai dengan  cabang tersebut berubah menjadi kantor cabang yang sudah terintegrasi.

Selain itu selama proses migrasi, nasabah dapat menggunakan jaringan  ATM dari masing-masing bank asal. Selain itu, nasabah dapat menggunakan  ATM dari jaringan ATM yang bekerja sama, yakni jaringan ATM Prima, ATM  Bersama, dan GPN.

Proses migrasi rekening bisa dilakukan secara digital  dengan  aplikasi BSI Mobile, dan hadir langsung ke kantor cabang BSI. Migrasi  rekening via digital juga bisa dilakukan melalui call center 14040,  Whatsapp Business BSI, dan live chat Asiyah. Dalam periode migrasi  nasabah dapat menyampaikan informasi bila terdapat perubahan nomor  telepon dan email.

Untuk memperlancar proses migrasi, BSI melakukan beberapa pendekatan  salah satunya adalah dengan media online yaitu direct message ke  nasabah, media sosial hingga email. Hal ini agar nasabah bisa lebih  terinformasi terkait dengan adanya migrasi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) siap melakukan penyatuan dan integrasi sistem layanan di region XI Indonesia Timur secara bertahap mulai 5-19 April 2021. Langkah itu untuk mendorong pengembangan keuangan syariah dan meningkatkan literasi masyarakat di kawasan tersebut.

Penyatuan sistem layanan di region XI Indonesia Timur ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking. Per Senin 5 April 2021, proses ini sudah dimulai di Makassar, Sulawesi Selatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Guyur Pasar Properti, BSI Dapat Kuota FLPP 14.100 Unit
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menyebut, Integrasi sistem layanan ini merupakan salah satu langkah merger operasional dan bisa mendukung layanan BSI agar berjalan lebih optimal.

Sulawesi dipilih sebagai salah satu pintu penting dalam integrasi sistem layanan BSI karena wilayah ini merupakan gerbang untuk melebarkan lini bisnis di Timur Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Bank Syariah Indonesia Mulai Salurkan KPR Subsidi FLPP Akhir Maret
&amp;ldquo;Ini juga sekaligus membuktikan bahwa perusahaan fokus pada pengembangan yang bersifat Indonesia sentris. Kami berharap hadirnya BSI di wilayah ini dapat meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah dan literasi masyarakat di kawasan Timur Indonesia,&amp;rdquo; ujar Hery.

Proses integrasi ini mengedepankan kenyamanan dan keamanan data nasabah. Selama proses penyatuan integrasi sistem layanan Hery memastikan, nasabah tetap dapat melakukan aktivitas dan transaksi keuangan seperti biasa.Selain itu, Integrasi sistem layanan di region XI Indonesia Timur  juga menjadi bagian dari proses integrasi  operasional cabang, layanan  dan produk secara nasional mulai 1 Februari 2021 sampai 30 Oktober 2021.  Terkait hal ini, BSI telah melakukan training, sharing knowledge IT,  dan persiapan data nasabah yang akan dilakukan migrasi.

Untuk tahap pertama integrasi sistem layanan ini akan ada sebanyak  425 ribu dari 1,2 juta nasabah yang akan terintegrasi dalam layanan BSI.  Region BSI XI Indonesia Timur meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua yang  membawahi tiga area meliputi area Makassar membawahi Sulselbar, area  Palu membawahi Sulteng, Sultra &amp;amp; Gorontalo dan Area Manado membawahi  Sulut, Maluku, Papua.

Dalam periode tersebut nasabah bank asal secara bertahap akan  dihubungi untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia.  Untuk fasilitas kartu, buku tabungan dan deposito, nasabah bisa  melakukan migrasi secara bertahap hingga 31 Oktober 2021.

BSI menargetkan pada 1 November 2021, seluruh jaringan Bank Syariah  Indonesia bisa terintegrasi. Selain itu, sampai akhir 2021 sebanyak 100  persen dari total nasabah akan memiliki akun di sistem baru BSI.

BSI telah melakukan migrasi pada dua kantor cabang yang sudah  terintegrasi yaitu KC Tangerang BSD dan KC Jakarta Barat dari Februari  2021. Pencapaian migrasi di dua kantor cabang yang sudah terintegrasi  yaitu sampai 30 Maret 2021 sebesar 94 persen untuk rekening giro dan  tabungan dan 98 persen untuk rekening deposito.

Untuk memaksimalkan migrasi di kantor cabang yang sudah terintegrasi  yaitu, BSI juga telah melakukan auto migrasi di tanggal 6, 13, 22 dan 23  Maret 2021.

Selama proses migrasi, nasabah bank asal Bank Syariah Indonesia masih  dapat menggunakan kartu dan buku tabungan yang dimiliki sampai dengan  cabang tersebut berubah menjadi kantor cabang yang sudah terintegrasi.

Selain itu selama proses migrasi, nasabah dapat menggunakan jaringan  ATM dari masing-masing bank asal. Selain itu, nasabah dapat menggunakan  ATM dari jaringan ATM yang bekerja sama, yakni jaringan ATM Prima, ATM  Bersama, dan GPN.

Proses migrasi rekening bisa dilakukan secara digital  dengan  aplikasi BSI Mobile, dan hadir langsung ke kantor cabang BSI. Migrasi  rekening via digital juga bisa dilakukan melalui call center 14040,  Whatsapp Business BSI, dan live chat Asiyah. Dalam periode migrasi  nasabah dapat menyampaikan informasi bila terdapat perubahan nomor  telepon dan email.

Untuk memperlancar proses migrasi, BSI melakukan beberapa pendekatan  salah satunya adalah dengan media online yaitu direct message ke  nasabah, media sosial hingga email. Hal ini agar nasabah bisa lebih  terinformasi terkait dengan adanya migrasi.</content:encoded></item></channel></rss>
