<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Satgas Percepatan Digitalisasi Daerah, Ini Tugasnya</title><description>Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan peluncuran Satuan  Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389518/ada-satgas-percepatan-digitalisasi-daerah-ini-tugasnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389518/ada-satgas-percepatan-digitalisasi-daerah-ini-tugasnya"/><item><title>Ada Satgas Percepatan Digitalisasi Daerah, Ini Tugasnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389518/ada-satgas-percepatan-digitalisasi-daerah-ini-tugasnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389518/ada-satgas-percepatan-digitalisasi-daerah-ini-tugasnya</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/320/2389518/ada-satgas-percepatan-digitalisasi-daerah-ini-tugasnya-zsxIWWXAaA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Digital (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/320/2389518/ada-satgas-percepatan-digitalisasi-daerah-ini-tugasnya-zsxIWWXAaA.jpg</image><title>Ekonomi Digital (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Di mana berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021.

Pembentukan Satgas P2DD memiliki tujuan mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah. Lebih spesifiknyak untuk mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Ini dibutuhkan untuk meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, perbaikan tata kelola, dan integrasi sistem pengelolaan keuangan daerah, bahkan ujungnya akan menggenjot pendapatan daerah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daerah Tertinggal Belum Terkoneksi Internet, Sri Mulyani: Transformasi Digital Tak Mungkin Terjadi
&quot;Kemudian juga mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat demi keuangan yang inklusif,&quot; ujar Perry dalam FEKDI 2021 di Jakarta (5/4/2021).

Lebih lanjut pihaknya juga melakukan penguatan koordinasi antara Pusat dan Daerah. Bahkan di level daerah juga dibentuk TP2DD, baik untuk tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota yang diketuai oleh Kepala Daerah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alhamdulillah, Sri Mulyani Sediakan Rp26 Triliun demi Internet di Pesantren
Terkait TP2DD, BI di Kantor Pusat maupun di seluruh Kantor Perwakilan BI di 34 provinsi mendukung sepenuhnya langkah-langkah mensukseskan pelaksanaan tugas TP2DD.
&quot;Jumlah TP2DD yang telah terbentuk sebanyak 135 baik di tingkat Provinsi maupun Kotamadya/Kabupaten di seluruh Indonesia,&quot; katanya.

Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 disebut sebagai langkah konkrit mendorong integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, baik di pusat maupun di daerah.

BI bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) bersama Kementerian/Lembaga, asosiasi dan pelaku industri menyelenggarakan acara tersebut.FEKDI tahun ini memilih tema Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi  Ekonomi dan Keuangan Indonesia, yang digelar selama 4 hari  berturut-turut pada 5-8 April 2021 secara virtual dengan format  peluncuran (launching), pameran (showcase), diskusi, wawasan pimpinan  (leader's insight), dan gelar wicara (talkshow). FEKDI menjadi wadah  untuk melakukan sinergi kebijakan dan landasan implementasi berbagai  inisiatif pengembangan dan perluasan ekonomi dan keuangan digital untuk  mengakselerasi transformasi digital dan mempercepat pemulihan ekonomi  nasional.

Dia juga mengatakan BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi  digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah  percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah tersebut  antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code  Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan  Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7  pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia  (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi  perbankan melalui standardisasi Open Application Programming Interfaces  (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan  daerah.

Upaya tersebut perlu didukung oleh langkah-langkah reformasi regulasi  melalui PBI Sistem Pembayaran yang telah diterbitkan BI untuk mendorong  inovasi sistem pembayaran dengan memerhatikan manajemen risiko dan  siber.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kerangka Strategi Nasional  Ekonomi Digital disusun dengan memerhatikan kompleksitas dan keterkaitan  berbagai kebijakan antarotoritas serta kebutuhan para pemangku  kepentingan, baik di pusat maupun di daerah. Strategi Nasional Ekonomi  Digital, tambah Menko Airlangga, yang ditopang oleh pilar-pilar utama  yaitu talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur fisik dan  digital serta dukungan kebijakan dan regulasi bertujuan untuk mewujudkan  visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang sustainable dan inklusif  dengan mengoptimalkan potensi ekonomi digital.

&amp;ldquo;Kerangka Strategi Nasional Ekonomi Digital ini meliputi tiga  strategi lintas sektor yaitu mempercepat digitalisasi di sektor bisnis  dan industri, menciptakan berbagai macam peluang dalam pengembangan dan  konektivitas digital yang dapat dimanfaatkan dengan setara oleh semua  pihak serta mendorong koordinasi lintas sektor dan lintas lembaga  pemerintahan, baik di pusat maupun daerah,&quot; kata Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati,  Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dan Ketua Dewan  Komisioner OJK, Wimboh Santoso, menyampaikan masing-masing dukungannya  dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional di area  kebijakan fiskal, infrastruktur jaringan, dan kesiapan perbankan serta  sektor keuangan nasional.

Beberapa agenda dalam FEKDI 2021 antara lain peluncuran Sandbox 2.0  dan digitalisasi start up,   showcase inovasi pendukung fast payment,  Open Application Programming Interfaces (Open API), dan QR Code  Indonesian Standard (QRIS), serta diskusi reformasi regulasi, talkshow  digitalisasi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR), pengembangan G2P 4.0  penyaluran bansos, dan cyber security. Secara umum, akan ada kegiatan 5  launching, 3 showcase, 4 leaders insight, dan 8 talkshow.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Di mana berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021.

Pembentukan Satgas P2DD memiliki tujuan mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah. Lebih spesifiknyak untuk mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Ini dibutuhkan untuk meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, perbaikan tata kelola, dan integrasi sistem pengelolaan keuangan daerah, bahkan ujungnya akan menggenjot pendapatan daerah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daerah Tertinggal Belum Terkoneksi Internet, Sri Mulyani: Transformasi Digital Tak Mungkin Terjadi
&quot;Kemudian juga mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat demi keuangan yang inklusif,&quot; ujar Perry dalam FEKDI 2021 di Jakarta (5/4/2021).

Lebih lanjut pihaknya juga melakukan penguatan koordinasi antara Pusat dan Daerah. Bahkan di level daerah juga dibentuk TP2DD, baik untuk tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota yang diketuai oleh Kepala Daerah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Alhamdulillah, Sri Mulyani Sediakan Rp26 Triliun demi Internet di Pesantren
Terkait TP2DD, BI di Kantor Pusat maupun di seluruh Kantor Perwakilan BI di 34 provinsi mendukung sepenuhnya langkah-langkah mensukseskan pelaksanaan tugas TP2DD.
&quot;Jumlah TP2DD yang telah terbentuk sebanyak 135 baik di tingkat Provinsi maupun Kotamadya/Kabupaten di seluruh Indonesia,&quot; katanya.

Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 disebut sebagai langkah konkrit mendorong integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, baik di pusat maupun di daerah.

BI bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) bersama Kementerian/Lembaga, asosiasi dan pelaku industri menyelenggarakan acara tersebut.FEKDI tahun ini memilih tema Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi  Ekonomi dan Keuangan Indonesia, yang digelar selama 4 hari  berturut-turut pada 5-8 April 2021 secara virtual dengan format  peluncuran (launching), pameran (showcase), diskusi, wawasan pimpinan  (leader's insight), dan gelar wicara (talkshow). FEKDI menjadi wadah  untuk melakukan sinergi kebijakan dan landasan implementasi berbagai  inisiatif pengembangan dan perluasan ekonomi dan keuangan digital untuk  mengakselerasi transformasi digital dan mempercepat pemulihan ekonomi  nasional.

Dia juga mengatakan BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi  digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah  percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah tersebut  antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui QR Code  Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan  Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7  pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia  (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi  perbankan melalui standardisasi Open Application Programming Interfaces  (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan  daerah.

Upaya tersebut perlu didukung oleh langkah-langkah reformasi regulasi  melalui PBI Sistem Pembayaran yang telah diterbitkan BI untuk mendorong  inovasi sistem pembayaran dengan memerhatikan manajemen risiko dan  siber.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kerangka Strategi Nasional  Ekonomi Digital disusun dengan memerhatikan kompleksitas dan keterkaitan  berbagai kebijakan antarotoritas serta kebutuhan para pemangku  kepentingan, baik di pusat maupun di daerah. Strategi Nasional Ekonomi  Digital, tambah Menko Airlangga, yang ditopang oleh pilar-pilar utama  yaitu talenta digital, riset dan inovasi, infrastruktur fisik dan  digital serta dukungan kebijakan dan regulasi bertujuan untuk mewujudkan  visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang sustainable dan inklusif  dengan mengoptimalkan potensi ekonomi digital.

&amp;ldquo;Kerangka Strategi Nasional Ekonomi Digital ini meliputi tiga  strategi lintas sektor yaitu mempercepat digitalisasi di sektor bisnis  dan industri, menciptakan berbagai macam peluang dalam pengembangan dan  konektivitas digital yang dapat dimanfaatkan dengan setara oleh semua  pihak serta mendorong koordinasi lintas sektor dan lintas lembaga  pemerintahan, baik di pusat maupun daerah,&quot; kata Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati,  Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dan Ketua Dewan  Komisioner OJK, Wimboh Santoso, menyampaikan masing-masing dukungannya  dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional di area  kebijakan fiskal, infrastruktur jaringan, dan kesiapan perbankan serta  sektor keuangan nasional.

Beberapa agenda dalam FEKDI 2021 antara lain peluncuran Sandbox 2.0  dan digitalisasi start up,   showcase inovasi pendukung fast payment,  Open Application Programming Interfaces (Open API), dan QR Code  Indonesian Standard (QRIS), serta diskusi reformasi regulasi, talkshow  digitalisasi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR), pengembangan G2P 4.0  penyaluran bansos, dan cyber security. Secara umum, akan ada kegiatan 5  launching, 3 showcase, 4 leaders insight, dan 8 talkshow.</content:encoded></item></channel></rss>
