<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembayaran Nontunai Meningkat, Uang Tunai Mulai Ditinggal?</title><description>Perkembangan instrumen pembayaran nontunai semakin tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389730/pembayaran-nontunai-meningkat-uang-tunai-mulai-ditinggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389730/pembayaran-nontunai-meningkat-uang-tunai-mulai-ditinggal"/><item><title>Pembayaran Nontunai Meningkat, Uang Tunai Mulai Ditinggal?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389730/pembayaran-nontunai-meningkat-uang-tunai-mulai-ditinggal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389730/pembayaran-nontunai-meningkat-uang-tunai-mulai-ditinggal</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/320/2389730/pembayaran-nontunai-meningkat-uang-tunai-mulai-ditinggal-TEPpyyJWG2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi Online (ABC.net)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/320/2389730/pembayaran-nontunai-meningkat-uang-tunai-mulai-ditinggal-TEPpyyJWG2.jpg</image><title>Transaksi Online (ABC.net)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan instrumen pembayaran nontunai semakin tinggi. Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) memastikan penggunaan uang kartal tidak akan dieliminasi oleh pertumbuhan uang digital.

&quot;Perkembangan instrumen  pembayaran nontunai dan ekonomi digital tidak serta merta eliminasi pembayaran tunai,&quot; ujar Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam video virtual, Senin (5/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Antisipasi Libur Nataru, BTN Siapkan Uang Tunai Rp19,9 Triliun
Kata dia, kebutuhan uang tunai masih tinggi di tengah pesatnya industri keuangan nontunai. Pertumbuhan  uang  kartal  bisa mencapai 7,4% selama sepuluh tahun. Serta penggunaan pembayaran tunai masih digunakan di beberapa negara maju lainnya.

Dirinya mengatakan, Pertumbuhan uang kartal sangat simetris. Bahwa dari  survei beberapa negara maju seperti Jepang, Kanada, Australia, Amerika dan negara Uni Eropa  masih menggunakan uang kartal sebagai alat pembataran.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6 Fakta Cash is King saat Resesi, Nomor 5 Tolong Dipahami
&quot;Permintaan uang kartal masih ada walaupun digitalisasi keuangan sudah cukup pesat,&quot; katanya.Dia menambahkan pencentakan  uang kartal masih terus dilakukan.  Adapun, BI dalam mencetak uang kartal menghitung kebutuhan masyarakat  secara nasional. Serta melihat pergerakan nilai tukar rupiah dalam  mengedarkan uang kartal.

&quot; Pencetakan uang itu dilakukan  BI menghitung proeksi kebutuhan  nasional dan mengikuti tren dari non tunai. Kita sinergi kan juga  makro  dengan  Kementerian Keuangan sebagai  otoritas fiskal dan kita juga  meliht nilai tukar rupiah dari permintaan uang kartal,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan instrumen pembayaran nontunai semakin tinggi. Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) memastikan penggunaan uang kartal tidak akan dieliminasi oleh pertumbuhan uang digital.

&quot;Perkembangan instrumen  pembayaran nontunai dan ekonomi digital tidak serta merta eliminasi pembayaran tunai,&quot; ujar Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam video virtual, Senin (5/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Antisipasi Libur Nataru, BTN Siapkan Uang Tunai Rp19,9 Triliun
Kata dia, kebutuhan uang tunai masih tinggi di tengah pesatnya industri keuangan nontunai. Pertumbuhan  uang  kartal  bisa mencapai 7,4% selama sepuluh tahun. Serta penggunaan pembayaran tunai masih digunakan di beberapa negara maju lainnya.

Dirinya mengatakan, Pertumbuhan uang kartal sangat simetris. Bahwa dari  survei beberapa negara maju seperti Jepang, Kanada, Australia, Amerika dan negara Uni Eropa  masih menggunakan uang kartal sebagai alat pembataran.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6 Fakta Cash is King saat Resesi, Nomor 5 Tolong Dipahami
&quot;Permintaan uang kartal masih ada walaupun digitalisasi keuangan sudah cukup pesat,&quot; katanya.Dia menambahkan pencentakan  uang kartal masih terus dilakukan.  Adapun, BI dalam mencetak uang kartal menghitung kebutuhan masyarakat  secara nasional. Serta melihat pergerakan nilai tukar rupiah dalam  mengedarkan uang kartal.

&quot; Pencetakan uang itu dilakukan  BI menghitung proeksi kebutuhan  nasional dan mengikuti tren dari non tunai. Kita sinergi kan juga  makro  dengan  Kementerian Keuangan sebagai  otoritas fiskal dan kita juga  meliht nilai tukar rupiah dari permintaan uang kartal,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
