<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berharap Ada Lompatan Penerima Kredit, Menko Airlangga: Pemerintah Naikkan Plafon KUR UMKM</title><description>Pemerintah terus berusaha untuk memberikan relaksasi kepada UMKM dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389792/berharap-ada-lompatan-penerima-kredit-menko-airlangga-pemerintah-naikkan-plafon-kur-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389792/berharap-ada-lompatan-penerima-kredit-menko-airlangga-pemerintah-naikkan-plafon-kur-umkm"/><item><title>Berharap Ada Lompatan Penerima Kredit, Menko Airlangga: Pemerintah Naikkan Plafon KUR UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389792/berharap-ada-lompatan-penerima-kredit-menko-airlangga-pemerintah-naikkan-plafon-kur-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/320/2389792/berharap-ada-lompatan-penerima-kredit-menko-airlangga-pemerintah-naikkan-plafon-kur-umkm</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/320/2389792/berharap-ada-lompatan-penerima-kredit-menko-airlangga-pemerintah-naikkan-plafon-kur-umkm-pXolN9wLt2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/320/2389792/berharap-ada-lompatan-penerima-kredit-menko-airlangga-pemerintah-naikkan-plafon-kur-umkm-pXolN9wLt2.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah terus berusaha untuk memberikan relaksasi kepada UMKM dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan. Program tersebut menjadi paket Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terbaru  selama masa pandemi Covid-19.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, plafon KUR tanpa agunan kini ditingkatkan dari semula Rp50 juta kini menjadi Rp100 juta.
&amp;ldquo;Sesuai arahan Bapak Presiden, KUR tanpa jaminan yang ini angkanya maksimal Rp50 juta dinaikkan plafonnya menjadi maksimal Rp100 juta,&amp;rdquo; ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi virtual di Jakarta, Senin (5/4/2021).
Baca Juga: Himbara Segera Cairkan KUR Rp200 Triliun
 
Sementara itu, untuk KUR bagi UMKM, yang semula hanya berkisar Rp500 juta hingga Rp10 miliar, ditingkatkan menjadi Rp500 juta hingga maksimal Rp20 miliar.
Airlangga juga menyebutkan jika selama ini terdapat enam juta pelaku UMKM yang memiliki kredit hingga Rp10 miliar.
Selain itu, pemerintah memberikan target penyaluran kredit UMKM menjadi di atas 30 persen yang diharapkan tercapai pada tahun 2024. Kondisi saat ini target kredit UMKM yang disalurkan masih  di kisaran 18 persen-20 persen saja.
Baca Juga:&amp;nbsp; Himbara Salurkan KUR hingga Rp188,11 Triliun Sepanjang 2020
 
&amp;ldquo;Selama ini pendanaan UMKM kita berada di level di 18 hingga 20 persen dari total kredit, saat ini Bapak Presiden meminta bahwa diberikan tantangan yang lebih besar agar ada peningkatan secara lompatan,&amp;rdquo; tambah Airlangga.
Presiden Jokowi juga berharap, suku bunga KUR untuk UMKM bisa bersaing di angka 6 persen per tahun.
Pemerintah, menurut Airlangga, juga berencana memperbesar porsi pemberian penjaminan kredit bagi UMKM baik melalui Askrindo atau Jamkrindo.Dalam kesempatan tersebut Airlangga juga menyampaikan jika pada   tahun 2020 jumlah KUR yang disalurkan mencapai Rp198,53 triliun.  Penyaluran terbesar diberikan kepada kreditur dengan nilai Rp10 juta  hingga Rp50 juta.
Kreditur dengan nilai tersebut menurut Airlangga mencapai 65% dari  total KUR yang disalurkan atau Rp 128 triliun untuk 3,6 juta nasabah.  Sementara untuk KUR kecil sebesar Rp50 juta sampai Rp500 juta disalurkan  kepada 2,4 juta nasabah dengan nilai total Rp59 triliun.
Lewat peningkatan plafon tersebut maka diharapkan ke depan penyaluran  kredit untuk UMKM bertambah secara signifikan. Baik dalam jumlah kredit  yang disalurkan maupun pelaku UMKM atau nasabah yang menerimanya.
Di luar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah juga  memberikan subsidi bunga KUR dengan anggaran mencapai Rp10 triliun.  Adanya perluasan ini, Airlangga  memprediksi akan ada tambahan anggaran  pemerintah yang nanti diputuskan bersama.
&quot;Sekarang dialokasikan seperti misalnya KUR untuk tiga persen, sampai  enam bulan dan kredit UMKM dengan subsidi juga sampai Juni itu dana  yang dipersiapkan sekitar Rp7 triliun, sehingga tentu ada  perubahan-perubahan, penambahan yang perlu dan nanti kita  bahas lagi  secara internal,&quot; ujar Airlangga.
Presiden juga berharap UMKM melakukan korporatisasi supaya ke depan  tidak lagi menjadi usaha perorangan, tapi dalam bentuk PT atau bentuk  koperasi. Ini akan memudahkan UMKM untuk mendapatkan program bantuan  ekonomi yang dibuat oleh pemerintah.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah terus berusaha untuk memberikan relaksasi kepada UMKM dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan. Program tersebut menjadi paket Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terbaru  selama masa pandemi Covid-19.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, plafon KUR tanpa agunan kini ditingkatkan dari semula Rp50 juta kini menjadi Rp100 juta.
&amp;ldquo;Sesuai arahan Bapak Presiden, KUR tanpa jaminan yang ini angkanya maksimal Rp50 juta dinaikkan plafonnya menjadi maksimal Rp100 juta,&amp;rdquo; ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi virtual di Jakarta, Senin (5/4/2021).
Baca Juga: Himbara Segera Cairkan KUR Rp200 Triliun
 
Sementara itu, untuk KUR bagi UMKM, yang semula hanya berkisar Rp500 juta hingga Rp10 miliar, ditingkatkan menjadi Rp500 juta hingga maksimal Rp20 miliar.
Airlangga juga menyebutkan jika selama ini terdapat enam juta pelaku UMKM yang memiliki kredit hingga Rp10 miliar.
Selain itu, pemerintah memberikan target penyaluran kredit UMKM menjadi di atas 30 persen yang diharapkan tercapai pada tahun 2024. Kondisi saat ini target kredit UMKM yang disalurkan masih  di kisaran 18 persen-20 persen saja.
Baca Juga:&amp;nbsp; Himbara Salurkan KUR hingga Rp188,11 Triliun Sepanjang 2020
 
&amp;ldquo;Selama ini pendanaan UMKM kita berada di level di 18 hingga 20 persen dari total kredit, saat ini Bapak Presiden meminta bahwa diberikan tantangan yang lebih besar agar ada peningkatan secara lompatan,&amp;rdquo; tambah Airlangga.
Presiden Jokowi juga berharap, suku bunga KUR untuk UMKM bisa bersaing di angka 6 persen per tahun.
Pemerintah, menurut Airlangga, juga berencana memperbesar porsi pemberian penjaminan kredit bagi UMKM baik melalui Askrindo atau Jamkrindo.Dalam kesempatan tersebut Airlangga juga menyampaikan jika pada   tahun 2020 jumlah KUR yang disalurkan mencapai Rp198,53 triliun.  Penyaluran terbesar diberikan kepada kreditur dengan nilai Rp10 juta  hingga Rp50 juta.
Kreditur dengan nilai tersebut menurut Airlangga mencapai 65% dari  total KUR yang disalurkan atau Rp 128 triliun untuk 3,6 juta nasabah.  Sementara untuk KUR kecil sebesar Rp50 juta sampai Rp500 juta disalurkan  kepada 2,4 juta nasabah dengan nilai total Rp59 triliun.
Lewat peningkatan plafon tersebut maka diharapkan ke depan penyaluran  kredit untuk UMKM bertambah secara signifikan. Baik dalam jumlah kredit  yang disalurkan maupun pelaku UMKM atau nasabah yang menerimanya.
Di luar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah juga  memberikan subsidi bunga KUR dengan anggaran mencapai Rp10 triliun.  Adanya perluasan ini, Airlangga  memprediksi akan ada tambahan anggaran  pemerintah yang nanti diputuskan bersama.
&quot;Sekarang dialokasikan seperti misalnya KUR untuk tiga persen, sampai  enam bulan dan kredit UMKM dengan subsidi juga sampai Juni itu dana  yang dipersiapkan sekitar Rp7 triliun, sehingga tentu ada  perubahan-perubahan, penambahan yang perlu dan nanti kita  bahas lagi  secara internal,&quot; ujar Airlangga.
Presiden juga berharap UMKM melakukan korporatisasi supaya ke depan  tidak lagi menjadi usaha perorangan, tapi dalam bentuk PT atau bentuk  koperasi. Ini akan memudahkan UMKM untuk mendapatkan program bantuan  ekonomi yang dibuat oleh pemerintah.</content:encoded></item></channel></rss>
