<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Baru Wajib Ketahui 5 Hal Ini</title><description>Memulai jalan menuju investasi yang sukses memang terlihat sulit dan penuh tantangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/622/2389566/investor-baru-wajib-ketahui-5-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/622/2389566/investor-baru-wajib-ketahui-5-hal-ini"/><item><title>Investor Baru Wajib Ketahui 5 Hal Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/622/2389566/investor-baru-wajib-ketahui-5-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/05/622/2389566/investor-baru-wajib-ketahui-5-hal-ini</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 22:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/622/2389566/investor-baru-wajib-ketahui-5-hal-ini-gk0VaYzwkx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/622/2389566/investor-baru-wajib-ketahui-5-hal-ini-gk0VaYzwkx.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Memulai jalan menuju investasi yang sukses memang terlihat sulit dan penuh tantangan. Namun, banyak juga orang yang bisa menempuh jalan sulit tersebut, mengalami berbagai halang-rintang, dan akhirnya bisa menjadi investor sukses.
Dengan kesabaran, disiplin, serta wawasan dan strategi jitu, seseorang juga bisa mengatasi tantangan yang ada. Berikut beberapa hal yang perlu diingat ketika memulai menjadi seorang investor, dilansir dari The Balance, Senin (5/4/2021).
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Sukses saat Memulai Kerja
 
Sesuaikan portofolio dengan keadaan hidup, sasaran, toleransi risiko, dan tujuan
Orang cenderung terlibat secara emosional dalam kepemilikan investasi mereka dan kehilangan objektivitas mereka. Mengelola portofolio investasi bergantung pada berbagai faktor, termasuk tujuan pribadi, tingkat toleransi risiko, sasaran, sumber daya, temperamen, profil psikologi, kelompok pajak, kesediaan untuk meluangkan waktu, dan bahkan prasangka.
Persona investasi beragam seperti investor individu. Tidak ada satu pun dari opsi masing-masing investor itu salah atau lebih baik dari yang lain. Pertanyaannya adalah apakah portofolio, metodologi, dan struktur holding sudah optimal untuk tujuan apa pun yang ingin dicapai.
Baca Juga:&amp;nbsp; 4 Manager Hedge Fund Catat Rekor dengan Bayaran Tertinggi pada 2020
 
Bersiaplah untuk mengalami penurunan nilai pasar portofolio
Harga aset terus berfluktuasi. Fluktuasi ini biasanya tidak rasional. Terkadang, bahkan fluktuasi ini disebabkan oleh peristiwa makroekonomi. Misalnya penurunan harga sekuritas secara massal karena bank-bank investasi besar menuju kebangkrutan. Bank-bank besar perlu melikuidasi semua yang mereka bisa secepat mungkin untuk mengumpulkan uang, walaupun harga aset bisa sangat murah. Harga real estat juga berfluktuasi, harga bisa jatuh kemudian pulih kembali.
Selama portofolio yang investor bangun dengan cerdas, kepemilikan yang mendasarinya didukung oleh kekuatan penghasilan nyata, dan aset diperoleh dengan harga yang wajar, investor akan baik-baik saja pada akhirnya.
Bayar penasihat berkualifikasi untuk mengelola urusan keuangan
Jika seseorang tidak memiliki dasar pengetahuan dan sifat  terburu-buru sehingga mengabaikan adanya fluktuasi di pasar, mereka  cenderung melakukan hal-hal yang berisiko. Sebaiknya, mereka membayar  jasa konsultan keuangan, tentu dengan harga yang wajar. Konsultan akan  mengelola investasi secara profesional.
 
Gunakan strategi perlindungan pajak dan aset
 
Sangat mungkin bagi investor yang sama &amp;mdash; dengan tabungan yang  identik, kebiasaan berbelanja, dan portofolio saham, obligasi, reksa  dana, real estat, dan sekuritas lainnya &amp;mdash; berakhir dengan jumlah  akumulasi kekayaan yang sangat berbeda, hal tersebut bergantung pada  bagaimana mereka menyusun kepemilikan.
Investor bisa menggunakan teknik sederhana, misal dengan penempatan  aset di akun yang diuntungkan pajak. Ada baiknya untuk memahami aturan,  regulasi, dan hukum yang ada.
Ketahui 3 pendekatan untuk memperoleh aset
Ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan investor untuk memperoleh aset:
- Pembelian sistematis
Pembelian sistematis adalah ketika investor secara teratur membeli  atau menjual koleksi aset dari waktu ke waktu terlepas dari  penilaiannya, berharap waktu itu akan menyeimbangkan hasil yang baik dan  buruk. Pendekatan ini untuk individu yang tidak ingin memikirkan  portofolionya. Sebaliknya, mereka membiarkan diversifikasi, biaya  rendah, kepemilikan pasif jangka panjang, dan waktu melakukan semua  pekerjaan.
- Penilaian
Investasi penilaian adalah membeli atau menjual berdasarkan harga,  relatif terhadap nilai intrinsik perusahaan yang diestimasi secara  konservatif. Strategi ini membutuhkan pengetahuan yang signifikan  tentang segala hal mulai dari bisnis dan akuntansi hingga keuangan dan  ekonomi.
- Market timing
Dengan metode ini investor membeli atau menjual berdasarkan apa yang  menurut mereka akan dilakukan pasar saham atau ekonomi di masa  mendatang. Metode ini adalah salah satu bentuk spekulasi. Beberapa orang  meraup keuntungan, tetapi itu tidak berkelanjutan. Masa depan tidak  selalu bisa diramalkan. Hindari memakai metode ini, karena tidak bisa  memberikan kepastian.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Memulai jalan menuju investasi yang sukses memang terlihat sulit dan penuh tantangan. Namun, banyak juga orang yang bisa menempuh jalan sulit tersebut, mengalami berbagai halang-rintang, dan akhirnya bisa menjadi investor sukses.
Dengan kesabaran, disiplin, serta wawasan dan strategi jitu, seseorang juga bisa mengatasi tantangan yang ada. Berikut beberapa hal yang perlu diingat ketika memulai menjadi seorang investor, dilansir dari The Balance, Senin (5/4/2021).
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Sukses saat Memulai Kerja
 
Sesuaikan portofolio dengan keadaan hidup, sasaran, toleransi risiko, dan tujuan
Orang cenderung terlibat secara emosional dalam kepemilikan investasi mereka dan kehilangan objektivitas mereka. Mengelola portofolio investasi bergantung pada berbagai faktor, termasuk tujuan pribadi, tingkat toleransi risiko, sasaran, sumber daya, temperamen, profil psikologi, kelompok pajak, kesediaan untuk meluangkan waktu, dan bahkan prasangka.
Persona investasi beragam seperti investor individu. Tidak ada satu pun dari opsi masing-masing investor itu salah atau lebih baik dari yang lain. Pertanyaannya adalah apakah portofolio, metodologi, dan struktur holding sudah optimal untuk tujuan apa pun yang ingin dicapai.
Baca Juga:&amp;nbsp; 4 Manager Hedge Fund Catat Rekor dengan Bayaran Tertinggi pada 2020
 
Bersiaplah untuk mengalami penurunan nilai pasar portofolio
Harga aset terus berfluktuasi. Fluktuasi ini biasanya tidak rasional. Terkadang, bahkan fluktuasi ini disebabkan oleh peristiwa makroekonomi. Misalnya penurunan harga sekuritas secara massal karena bank-bank investasi besar menuju kebangkrutan. Bank-bank besar perlu melikuidasi semua yang mereka bisa secepat mungkin untuk mengumpulkan uang, walaupun harga aset bisa sangat murah. Harga real estat juga berfluktuasi, harga bisa jatuh kemudian pulih kembali.
Selama portofolio yang investor bangun dengan cerdas, kepemilikan yang mendasarinya didukung oleh kekuatan penghasilan nyata, dan aset diperoleh dengan harga yang wajar, investor akan baik-baik saja pada akhirnya.
Bayar penasihat berkualifikasi untuk mengelola urusan keuangan
Jika seseorang tidak memiliki dasar pengetahuan dan sifat  terburu-buru sehingga mengabaikan adanya fluktuasi di pasar, mereka  cenderung melakukan hal-hal yang berisiko. Sebaiknya, mereka membayar  jasa konsultan keuangan, tentu dengan harga yang wajar. Konsultan akan  mengelola investasi secara profesional.
 
Gunakan strategi perlindungan pajak dan aset
 
Sangat mungkin bagi investor yang sama &amp;mdash; dengan tabungan yang  identik, kebiasaan berbelanja, dan portofolio saham, obligasi, reksa  dana, real estat, dan sekuritas lainnya &amp;mdash; berakhir dengan jumlah  akumulasi kekayaan yang sangat berbeda, hal tersebut bergantung pada  bagaimana mereka menyusun kepemilikan.
Investor bisa menggunakan teknik sederhana, misal dengan penempatan  aset di akun yang diuntungkan pajak. Ada baiknya untuk memahami aturan,  regulasi, dan hukum yang ada.
Ketahui 3 pendekatan untuk memperoleh aset
Ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan investor untuk memperoleh aset:
- Pembelian sistematis
Pembelian sistematis adalah ketika investor secara teratur membeli  atau menjual koleksi aset dari waktu ke waktu terlepas dari  penilaiannya, berharap waktu itu akan menyeimbangkan hasil yang baik dan  buruk. Pendekatan ini untuk individu yang tidak ingin memikirkan  portofolionya. Sebaliknya, mereka membiarkan diversifikasi, biaya  rendah, kepemilikan pasif jangka panjang, dan waktu melakukan semua  pekerjaan.
- Penilaian
Investasi penilaian adalah membeli atau menjual berdasarkan harga,  relatif terhadap nilai intrinsik perusahaan yang diestimasi secara  konservatif. Strategi ini membutuhkan pengetahuan yang signifikan  tentang segala hal mulai dari bisnis dan akuntansi hingga keuangan dan  ekonomi.
- Market timing
Dengan metode ini investor membeli atau menjual berdasarkan apa yang  menurut mereka akan dilakukan pasar saham atau ekonomi di masa  mendatang. Metode ini adalah salah satu bentuk spekulasi. Beberapa orang  meraup keuntungan, tetapi itu tidak berkelanjutan. Masa depan tidak  selalu bisa diramalkan. Hindari memakai metode ini, karena tidak bisa  memberikan kepastian.
</content:encoded></item></channel></rss>
