<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Perbankan Dilanda Aksi Jual, Ada Apa?</title><description>Saham sektor perbankan mengalami penurunan akibat adanya aksi jual yang dilakukan investor belakangan ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390127/saham-perbankan-dilanda-aksi-jual-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390127/saham-perbankan-dilanda-aksi-jual-ada-apa"/><item><title>Saham Perbankan Dilanda Aksi Jual, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390127/saham-perbankan-dilanda-aksi-jual-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390127/saham-perbankan-dilanda-aksi-jual-ada-apa</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/278/2390127/saham-perbankan-dilanda-aksi-jual-ada-apa-WLab4HRZOa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/278/2390127/saham-perbankan-dilanda-aksi-jual-ada-apa-WLab4HRZOa.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Saham sektor perbankan mengalami penurunan akibat adanya aksi jual yang dilakukan investor belakangan ini. Padahal, pada awal tahun ini saham sektor perbankan menjadi primadona hingga ikut mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik.

Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi  maraknya aksi jual saham sektor perbankan, mulai dari aksi profit taking dan kinerja emiten perbankan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Berakhir Merah, Butuh Perlawanan ke Level 6.000
&quot;Jika melakukan aksi jual biasanya investor melakukan aksi profit taking dan sebenarnya investor ini bisa saja dan (investor) menanti bagaimana kinerja perbankan tersebut ke depannya seperti apa, dan saya kira potensial terjadi perbaikan di tahun ini dan pemulihan ekonomi global,&quot; ujar Nafan saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Terkait kinerja emiten perbankan, Nafan menilai hal ini bisa mengalami perbaikan pada tahun ini, dimana Bank Indonesia menetapkan suku bunga rendah yang baik untuk pemulihan dan potensi kenaikan kredit demand terutama di sektor konsumsi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ditutup Menguat, IHSG Cooling Down Usai Turun Tajam
&quot;Mudah-mudahan dengan sektor konsumsi bagus semestinya juga sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menggeliat juga, karena terjadi peningkatan demand,&quot; kata dia.Menurutnya, dengan pulihnya sektor UMKM dan komitmen dari pemerintah  dalam hal bantuan sosial, maupun kebijakan fiskal akomodatif diharapkan  bisa meningkatkan demand di sektor kredit, seperti UMKM ingin melakukan  ekspansi bisnis dan ini menjadi hal menarik bagi sektor perbankan secara  jangka panjang.

&quot;Kalau saya lihat sektor perbankan masih oke ya dalam 10 tahun  mendatang, tinggal bagaimana investor mau masuk, mungkin saat ini  yieldnya agak rendah dibanding tahun lalu dan semestinya yieldnya akan  semakin menarik nantinya,&quot; ucapnya.

Nafan menyarankan kepada investor yang ingin masuk ke sektor  perbankan agar memanfaatkan harga saham jika telah menyentuh harga ideal  untuk melakukan aksi akumulasi secara tepat.

&quot;Lagipula Bank BUKU IV ini dalam menjaga likuiditas kan sangat kuat,  mestinya sih jadi catatan positif ke depan bagi sektor perbankan di  Tanah Air yang memang berpotensi bisa meningkatkan indeks secara jangka  panjang,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Saham sektor perbankan mengalami penurunan akibat adanya aksi jual yang dilakukan investor belakangan ini. Padahal, pada awal tahun ini saham sektor perbankan menjadi primadona hingga ikut mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik.

Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi  maraknya aksi jual saham sektor perbankan, mulai dari aksi profit taking dan kinerja emiten perbankan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Berakhir Merah, Butuh Perlawanan ke Level 6.000
&quot;Jika melakukan aksi jual biasanya investor melakukan aksi profit taking dan sebenarnya investor ini bisa saja dan (investor) menanti bagaimana kinerja perbankan tersebut ke depannya seperti apa, dan saya kira potensial terjadi perbaikan di tahun ini dan pemulihan ekonomi global,&quot; ujar Nafan saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Terkait kinerja emiten perbankan, Nafan menilai hal ini bisa mengalami perbaikan pada tahun ini, dimana Bank Indonesia menetapkan suku bunga rendah yang baik untuk pemulihan dan potensi kenaikan kredit demand terutama di sektor konsumsi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ditutup Menguat, IHSG Cooling Down Usai Turun Tajam
&quot;Mudah-mudahan dengan sektor konsumsi bagus semestinya juga sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menggeliat juga, karena terjadi peningkatan demand,&quot; kata dia.Menurutnya, dengan pulihnya sektor UMKM dan komitmen dari pemerintah  dalam hal bantuan sosial, maupun kebijakan fiskal akomodatif diharapkan  bisa meningkatkan demand di sektor kredit, seperti UMKM ingin melakukan  ekspansi bisnis dan ini menjadi hal menarik bagi sektor perbankan secara  jangka panjang.

&quot;Kalau saya lihat sektor perbankan masih oke ya dalam 10 tahun  mendatang, tinggal bagaimana investor mau masuk, mungkin saat ini  yieldnya agak rendah dibanding tahun lalu dan semestinya yieldnya akan  semakin menarik nantinya,&quot; ucapnya.

Nafan menyarankan kepada investor yang ingin masuk ke sektor  perbankan agar memanfaatkan harga saham jika telah menyentuh harga ideal  untuk melakukan aksi akumulasi secara tepat.

&quot;Lagipula Bank BUKU IV ini dalam menjaga likuiditas kan sangat kuat,  mestinya sih jadi catatan positif ke depan bagi sektor perbankan di  Tanah Air yang memang berpotensi bisa meningkatkan indeks secara jangka  panjang,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
