<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asing Jual Saham BBRI, Lari ke Sektor Tambang dan CPO?</title><description>Investor asing ramai-ramai menjual saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada penutupan perdagangan kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390168/asing-jual-saham-bbri-lari-ke-sektor-tambang-dan-cpo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390168/asing-jual-saham-bbri-lari-ke-sektor-tambang-dan-cpo"/><item><title>Asing Jual Saham BBRI, Lari ke Sektor Tambang dan CPO?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390168/asing-jual-saham-bbri-lari-ke-sektor-tambang-dan-cpo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390168/asing-jual-saham-bbri-lari-ke-sektor-tambang-dan-cpo</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/278/2390168/asing-jual-saham-bbri-lari-ke-sektor-tambang-dan-cpo-4ca00xRntN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/278/2390168/asing-jual-saham-bbri-lari-ke-sektor-tambang-dan-cpo-4ca00xRntN.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Investor asing ramai-ramai menjual saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (6/4/2021). Investor asing menjual saham BBRI dengan total Rp413,4 miliar.

Melihat hal tersebut, Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, maraknya penjualan saham BBRI oleh investor asing bukan disebabkan aksi profit taking.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rasio Dividen BRI Capai 65%, Ini Penjelasan Direksi
&quot;Karena sebelumnya BRI sempat mengalami penurunan di bulan Februari tapi pelaku pasar terutama asing juga cenderung melakukan aksi jual ya karena melihat sektor perbankan itu termasuk sektor yang paling terkena dampak karena pandemi Covid-19,&quot; ujar Reza saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Reza menambahkan, investor asing saat ini cenderung masuk ke saham-saham non perbankan, seperti emiten pertambangan dan Crude Palm Oil (CPO), dimana saham pertambangan dan CPO selama pandemi cenderung mengalami kenaikan.
 
Baca juga: BRI Tebar Dividen Rp12,1 Triliun, Setor ke Negara Rp6,8 Triliun
&quot;Terlebih ada sentimen mobil listrik padahal belum keliatan wujudnya, tapi euforia terkait electric vehicle sangat antusias ditanggapi pelaku pasar, apalagi pelaku pasar asing mereka melihat kebutuhan akan nikel akan meningkat,&quot; kata dia.
Dia menyebut, fenomena aksi jual saham saham perbankan telah  menyebabkan bank-bank besar terlihat adanya penurunan yang terjadi sudah  sangat signifikan, mulai dari BBCA yang saat ini berada di sekitar  30.000, kemudian BMRI yang saat ini berada di sekitar 6.000an, termasuk  BBRI yang mengalami penurunan hingga menyentuh 4.200.

&quot;Kemungkinan pelaku pasar memilih persepsi negatif terhadap kinerja  saham perbankan di tahun 2020, karena seperti kita ketahui dampak dari  pandemi hampir seluruh sektor terdampak belum lagi kredit sedikit  terganggu, itu yang membuat pelaku pasar cenderung merespon negatif,&quot;  ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor asing ramai-ramai menjual saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (6/4/2021). Investor asing menjual saham BBRI dengan total Rp413,4 miliar.

Melihat hal tersebut, Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, maraknya penjualan saham BBRI oleh investor asing bukan disebabkan aksi profit taking.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rasio Dividen BRI Capai 65%, Ini Penjelasan Direksi
&quot;Karena sebelumnya BRI sempat mengalami penurunan di bulan Februari tapi pelaku pasar terutama asing juga cenderung melakukan aksi jual ya karena melihat sektor perbankan itu termasuk sektor yang paling terkena dampak karena pandemi Covid-19,&quot; ujar Reza saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Reza menambahkan, investor asing saat ini cenderung masuk ke saham-saham non perbankan, seperti emiten pertambangan dan Crude Palm Oil (CPO), dimana saham pertambangan dan CPO selama pandemi cenderung mengalami kenaikan.
 
Baca juga: BRI Tebar Dividen Rp12,1 Triliun, Setor ke Negara Rp6,8 Triliun
&quot;Terlebih ada sentimen mobil listrik padahal belum keliatan wujudnya, tapi euforia terkait electric vehicle sangat antusias ditanggapi pelaku pasar, apalagi pelaku pasar asing mereka melihat kebutuhan akan nikel akan meningkat,&quot; kata dia.
Dia menyebut, fenomena aksi jual saham saham perbankan telah  menyebabkan bank-bank besar terlihat adanya penurunan yang terjadi sudah  sangat signifikan, mulai dari BBCA yang saat ini berada di sekitar  30.000, kemudian BMRI yang saat ini berada di sekitar 6.000an, termasuk  BBRI yang mengalami penurunan hingga menyentuh 4.200.

&quot;Kemungkinan pelaku pasar memilih persepsi negatif terhadap kinerja  saham perbankan di tahun 2020, karena seperti kita ketahui dampak dari  pandemi hampir seluruh sektor terdampak belum lagi kredit sedikit  terganggu, itu yang membuat pelaku pasar cenderung merespon negatif,&quot;  ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
