<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Merugi, PT Timah Tak Bagikan Dividen</title><description>Pemegang saham PT Timah Tbk (TINS) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk Tahun Buku 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390274/masih-merugi-pt-timah-tak-bagikan-dividen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390274/masih-merugi-pt-timah-tak-bagikan-dividen"/><item><title>Masih Merugi, PT Timah Tak Bagikan Dividen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390274/masih-merugi-pt-timah-tak-bagikan-dividen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/278/2390274/masih-merugi-pt-timah-tak-bagikan-dividen</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/278/2390274/masih-merugi-pt-timah-tak-bagikan-dividen-AhmKFbRdUG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Akuntan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/278/2390274/masih-merugi-pt-timah-tak-bagikan-dividen-AhmKFbRdUG.jpg</image><title>Akuntan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemegang saham PT Timah Tbk (TINS) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk Tahun Buku 2020. Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 6 April 2021.


Direktur utama PT Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menyebut, pemegang saham sepakat untuk tidak membagikan dividen perusahaan. &quot;Jadi tadi yang agenda ketiga, tidak ada pembagian laba, kemudian, persetujuan laporan publik, laporan pertanggungjawaban pengesahan dana, ada proses persetujuan dasar karena disesuaikan dengan POJK 2020,&quot; kata dia dalam konferensi pers secara virtual.
Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi PT Timah, Riza Pahlevi Tetap Jadi Dirut
Senada, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Wibisono mencatat, keputusan untuk tidak membagikan dividen disebabkan kinerja keuangan emiten masih tercatat negatif. Kontraksinya kinerja perusahaan dikarenakan adanya pandemi Covid-18.


&quot;Berkaitan dengan dividen. sudah saya sampaikan, perseroan masih membukukan posisi negatif. Perlu kita pahami, perseroan mengalami perbaikan fundamental neraca arus kas dan jumlah kerugian makin kecil. perseroan masih well on track. semoga 2021 perseroan lebih baik dari 2020,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendapatan Turun, PT Timah Rugi Rp340,5 Miliar
Sebelumnya, perseroan mencatat rugi bersih TINS pada periode 2020 tercatat sebesar Rp341 miliar. Besaran tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp611 miliar.


Emiten membukukan laporan keuangan konsolidasian interim pada kuartal III-2020. Timah mencatatkan rugi bersih sebesar Rp255,16 miliar atau lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp390,07 miliar.Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI),  perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp11,88 triliun atau  lebih rendah 18,42 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp14,56 triliun. Adapun beban pokok pendapatan mengalami penurunan  sebesar 17,88 persen menjadi Rp11,12 triliun dari periode yang sama  tahun sebelumnya Rp13,53 triliun.


Dibandingkan dengan kuartal II-2020, kinerja Timah juga menunjukkan  adanya perbaikan, diantaranya Gross Profit Margin (GPM) yang naik  menjadi 6,40 persen dari sebelumnya 3,13 persen. Laba kotor perseroan  sebesar Rp760,02 miliar atau naik signifikan dari kuartal II-2020  sebesar Rp249,94 miliar. Di samping itu, Net Profit Margin (NPM)  meningkat dari sebelumnya -4,89 persen menjadi -2,15 persen.


Pada kuartal III-2020 tercatat cashflow operasi sebesar Rp 4,84  triliun, naik dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp 3,17 triliun.  EBITDA pada kuartal III-2020 sebesar Rp 850,36 miliar meningkat jika  dibandingkan kuartal II-2020 yang sebesar Rp 338,72 miliar.



Membaiknya cashflow operasi dan EBITDA merupakan indikator sehatnya  finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka  pendeknya dan hutang obligasi. Posisi utang bank jangka pendek sebesar  Rp 4,74 triliun turun sebesar 46,10 persen dibanding tahun sebelumnya  Rp8,79 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemegang saham PT Timah Tbk (TINS) memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk Tahun Buku 2020. Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 6 April 2021.


Direktur utama PT Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menyebut, pemegang saham sepakat untuk tidak membagikan dividen perusahaan. &quot;Jadi tadi yang agenda ketiga, tidak ada pembagian laba, kemudian, persetujuan laporan publik, laporan pertanggungjawaban pengesahan dana, ada proses persetujuan dasar karena disesuaikan dengan POJK 2020,&quot; kata dia dalam konferensi pers secara virtual.
Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi PT Timah, Riza Pahlevi Tetap Jadi Dirut
Senada, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Wibisono mencatat, keputusan untuk tidak membagikan dividen disebabkan kinerja keuangan emiten masih tercatat negatif. Kontraksinya kinerja perusahaan dikarenakan adanya pandemi Covid-18.


&quot;Berkaitan dengan dividen. sudah saya sampaikan, perseroan masih membukukan posisi negatif. Perlu kita pahami, perseroan mengalami perbaikan fundamental neraca arus kas dan jumlah kerugian makin kecil. perseroan masih well on track. semoga 2021 perseroan lebih baik dari 2020,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendapatan Turun, PT Timah Rugi Rp340,5 Miliar
Sebelumnya, perseroan mencatat rugi bersih TINS pada periode 2020 tercatat sebesar Rp341 miliar. Besaran tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp611 miliar.


Emiten membukukan laporan keuangan konsolidasian interim pada kuartal III-2020. Timah mencatatkan rugi bersih sebesar Rp255,16 miliar atau lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp390,07 miliar.Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI),  perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp11,88 triliun atau  lebih rendah 18,42 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp14,56 triliun. Adapun beban pokok pendapatan mengalami penurunan  sebesar 17,88 persen menjadi Rp11,12 triliun dari periode yang sama  tahun sebelumnya Rp13,53 triliun.


Dibandingkan dengan kuartal II-2020, kinerja Timah juga menunjukkan  adanya perbaikan, diantaranya Gross Profit Margin (GPM) yang naik  menjadi 6,40 persen dari sebelumnya 3,13 persen. Laba kotor perseroan  sebesar Rp760,02 miliar atau naik signifikan dari kuartal II-2020  sebesar Rp249,94 miliar. Di samping itu, Net Profit Margin (NPM)  meningkat dari sebelumnya -4,89 persen menjadi -2,15 persen.


Pada kuartal III-2020 tercatat cashflow operasi sebesar Rp 4,84  triliun, naik dibandingkan kuartal II-2020 sebesar Rp 3,17 triliun.  EBITDA pada kuartal III-2020 sebesar Rp 850,36 miliar meningkat jika  dibandingkan kuartal II-2020 yang sebesar Rp 338,72 miliar.



Membaiknya cashflow operasi dan EBITDA merupakan indikator sehatnya  finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka  pendeknya dan hutang obligasi. Posisi utang bank jangka pendek sebesar  Rp 4,74 triliun turun sebesar 46,10 persen dibanding tahun sebelumnya  Rp8,79 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
