<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Masuk Holding BUMN Baterai Listrik, Ini Kata Bos PT Timah</title><description>PT Timah Tbk (TINS) memang tidak masuk dalam keanggotaan Indonesia  Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390399/tak-masuk-holding-bumn-baterai-listrik-ini-kata-bos-pt-timah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390399/tak-masuk-holding-bumn-baterai-listrik-ini-kata-bos-pt-timah"/><item><title>Tak Masuk Holding BUMN Baterai Listrik, Ini Kata Bos PT Timah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390399/tak-masuk-holding-bumn-baterai-listrik-ini-kata-bos-pt-timah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390399/tak-masuk-holding-bumn-baterai-listrik-ini-kata-bos-pt-timah</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/320/2390399/tak-masuk-holding-bumn-baterai-listrik-ini-kata-bos-pt-timah-4B8TuEYzck.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil listrik (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/320/2390399/tak-masuk-holding-bumn-baterai-listrik-ini-kata-bos-pt-timah-4B8TuEYzck.jpg</image><title>Mobil listrik (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) memang tidak masuk dalam keanggotaan Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Di mana, konsorsium BUMN ini terdiri dari Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.
Meski tidak masuk dalam holding untuk meggarap proyek industri baterai kendaraan listrik, manajemen TINS mengakui akan ikut mendorong upaya percepatan Proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir hingga Mendag Lutfi ke China, Tawarkan Proyek Baterai Listrik
&quot;PT Timah tidak termasuk dalam konsorsium proyek baterai, akan tetapi sudah pasti PT Timah akan mendukung apabila industri baterai nasional berjalan,&quot; ujar Direktur utama TINS, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Selasa (6/4/2021).
Dukungan tersebut berupa distribusi bahan pendukung, baik berupa solder atau timah batangan yang diperlukan untuk penggarapan kendaraan listrik di dalam negeri. &quot;Dari segi timah kami akan supply kebutuhan apakah solder, timah batangan juga diperlukan. Prinsipnya PT Timah akan selalu mendukung industri nasional,&quot; katanya.
 
Baca juga: Menhub: Pemerintah Gandeng Bank Dunia Siapkan Peta Jalan Mobil Listrik
Sejak 2021 ini, emiten pertambangan pelat merah itu menargetkan akan memproduksi 30.000 ton bijih timah per tahunnya. Sementara, produksi logam 34.000 ton per tahun.Untuk mencapai target tersebut, manajemen akan memanfaatkan bijih  timah yang bersumber dari tambang di daratan dan lautan di Indonesia.  Saat ini persentase kontribusi dari kedua sumber timah itu masing-masing  berada di angka 70 persen darat dan 30 persen laut.
Untuk tambang laut, emiten berupaya akan mendorong produksi sehingga  kontribusinya naik 10 persen. Namun, upaya penambangan di laut tetap  memperhatikan dampak lingkungan. Karena itu, manajemen akan  berkoordinasi dan bersosialisasi di kawasan atau daerah operasionalnya.
&quot;Selanjutnya apa saja upaya mencapai target tersebut? kita sudah ada  paparan waktu RUPS bahwa sumber dari bijih timah ada dua, satu dari laut  kedua dari darat. Untuk presentasi saat ini di darat memiliki  kontribusi lebih besar laut 30% dan darat 70%. kita ingin dorong  kontribusi laut akan meningkat 10%,&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) memang tidak masuk dalam keanggotaan Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Di mana, konsorsium BUMN ini terdiri dari Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.
Meski tidak masuk dalam holding untuk meggarap proyek industri baterai kendaraan listrik, manajemen TINS mengakui akan ikut mendorong upaya percepatan Proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Erick Thohir hingga Mendag Lutfi ke China, Tawarkan Proyek Baterai Listrik
&quot;PT Timah tidak termasuk dalam konsorsium proyek baterai, akan tetapi sudah pasti PT Timah akan mendukung apabila industri baterai nasional berjalan,&quot; ujar Direktur utama TINS, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Selasa (6/4/2021).
Dukungan tersebut berupa distribusi bahan pendukung, baik berupa solder atau timah batangan yang diperlukan untuk penggarapan kendaraan listrik di dalam negeri. &quot;Dari segi timah kami akan supply kebutuhan apakah solder, timah batangan juga diperlukan. Prinsipnya PT Timah akan selalu mendukung industri nasional,&quot; katanya.
 
Baca juga: Menhub: Pemerintah Gandeng Bank Dunia Siapkan Peta Jalan Mobil Listrik
Sejak 2021 ini, emiten pertambangan pelat merah itu menargetkan akan memproduksi 30.000 ton bijih timah per tahunnya. Sementara, produksi logam 34.000 ton per tahun.Untuk mencapai target tersebut, manajemen akan memanfaatkan bijih  timah yang bersumber dari tambang di daratan dan lautan di Indonesia.  Saat ini persentase kontribusi dari kedua sumber timah itu masing-masing  berada di angka 70 persen darat dan 30 persen laut.
Untuk tambang laut, emiten berupaya akan mendorong produksi sehingga  kontribusinya naik 10 persen. Namun, upaya penambangan di laut tetap  memperhatikan dampak lingkungan. Karena itu, manajemen akan  berkoordinasi dan bersosialisasi di kawasan atau daerah operasionalnya.
&quot;Selanjutnya apa saja upaya mencapai target tersebut? kita sudah ada  paparan waktu RUPS bahwa sumber dari bijih timah ada dua, satu dari laut  kedua dari darat. Untuk presentasi saat ini di darat memiliki  kontribusi lebih besar laut 30% dan darat 70%. kita ingin dorong  kontribusi laut akan meningkat 10%,&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
