<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Kumpul Bareng Ahli Ekonomi Islam</title><description>Sri Mulyani Indrawati berharap para ahli di bidang ekonomi syariah mampu memberikan  sumbangsih dalam upaya pemulihan ekonomi  nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390431/sri-mulyani-kumpul-bareng-ahli-ekonomi-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390431/sri-mulyani-kumpul-bareng-ahli-ekonomi-islam"/><item><title>Sri Mulyani Kumpul Bareng Ahli Ekonomi Islam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390431/sri-mulyani-kumpul-bareng-ahli-ekonomi-islam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390431/sri-mulyani-kumpul-bareng-ahli-ekonomi-islam</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/320/2390431/sri-mulyani-kumpul-bareng-ahli-ekonomi-islam-DkWY1J3acV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/320/2390431/sri-mulyani-kumpul-bareng-ahli-ekonomi-islam-DkWY1J3acV.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap para ahli di bidang ekonomi syariah yang tergabung dalam Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Dia mengatakan ekonomi islam bisa membantu pemulihan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Sederet Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia
 
&quot;Saya berharap (acara) ini bisa menjadi tempat bagi kita untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan sekaligus mencari ikhtiar solusi bagi bangsa Indonesia. Hal seperti ini saya harap akan mengisi banyak sekali pembahasan di ikatan ahli ekonomi islam Indonesia, sehingga kita memiliki para ekonom-ekonom Islam yang memiliki kemampuan teknis, kemampuan analitis, dan juga pada akhirnya berkontribusi di dalam perekonomian kita,&quot; jelas Menkeu dalam video virtual, Selasa (6/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; 4 Fokus Wapres Maksimalkan Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah RI 
 
Menkeu menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19. Berbagai langkah kebijakan extraordinary diambil oleh Pemerintah dalam rangka untuk meredam dampak Covid-19 agar tidak mengakibatkan kontraksi perekonomian yang lebih dalam.
&quot;Berbagai langkah kebijakan responsif Pemerintah itu terangkum didalam satu program yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),&quot; katanya.Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa program PEN telah dimulai  sejak tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun ini. Program PEN pada tahun  2021 difokuskan pada lima kluster yaitu bidang kesehatan,  perlindungan  sosial, program prioritas, dukungan bagi UMKM dan korporasi, serta  insentif bagi dunia usaha.
&quot;Kontribusi dari ekonomi dan keuangan syariah menjadi penting dalam  konteks ini, tapi tidak terpisahkan dan tidak eksklusif. Karena itu,  saya ingin mengajak didalam konteks pemahaman mengenai (PEN) ini  sekarang kita berpikir bagaimana kontribusi dari ekonomi dan keuangan  syariah dalam pemulihan ekonomi kita,&quot; tutup Menkeu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap para ahli di bidang ekonomi syariah yang tergabung dalam Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Dia mengatakan ekonomi islam bisa membantu pemulihan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Sederet Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia
 
&quot;Saya berharap (acara) ini bisa menjadi tempat bagi kita untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan sekaligus mencari ikhtiar solusi bagi bangsa Indonesia. Hal seperti ini saya harap akan mengisi banyak sekali pembahasan di ikatan ahli ekonomi islam Indonesia, sehingga kita memiliki para ekonom-ekonom Islam yang memiliki kemampuan teknis, kemampuan analitis, dan juga pada akhirnya berkontribusi di dalam perekonomian kita,&quot; jelas Menkeu dalam video virtual, Selasa (6/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; 4 Fokus Wapres Maksimalkan Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah RI 
 
Menkeu menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19. Berbagai langkah kebijakan extraordinary diambil oleh Pemerintah dalam rangka untuk meredam dampak Covid-19 agar tidak mengakibatkan kontraksi perekonomian yang lebih dalam.
&quot;Berbagai langkah kebijakan responsif Pemerintah itu terangkum didalam satu program yaitu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),&quot; katanya.Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa program PEN telah dimulai  sejak tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun ini. Program PEN pada tahun  2021 difokuskan pada lima kluster yaitu bidang kesehatan,  perlindungan  sosial, program prioritas, dukungan bagi UMKM dan korporasi, serta  insentif bagi dunia usaha.
&quot;Kontribusi dari ekonomi dan keuangan syariah menjadi penting dalam  konteks ini, tapi tidak terpisahkan dan tidak eksklusif. Karena itu,  saya ingin mengajak didalam konteks pemahaman mengenai (PEN) ini  sekarang kita berpikir bagaimana kontribusi dari ekonomi dan keuangan  syariah dalam pemulihan ekonomi kita,&quot; tutup Menkeu.</content:encoded></item></channel></rss>
