<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandiaga Uno: Pandemi Jadi Kesempatan Pariwisata Halal Indonesia Berbenah</title><description>Kunjungan wisatawan muslim di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390477/sandiaga-uno-pandemi-jadi-kesempatan-pariwisata-halal-indonesia-berbenah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390477/sandiaga-uno-pandemi-jadi-kesempatan-pariwisata-halal-indonesia-berbenah"/><item><title>Sandiaga Uno: Pandemi Jadi Kesempatan Pariwisata Halal Indonesia Berbenah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390477/sandiaga-uno-pandemi-jadi-kesempatan-pariwisata-halal-indonesia-berbenah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/06/320/2390477/sandiaga-uno-pandemi-jadi-kesempatan-pariwisata-halal-indonesia-berbenah</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/320/2390477/sandiaga-uno-pandemi-jadi-kesempatan-pariwisata-halal-indonesia-berbenah-WPXPL6Dm98.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/320/2390477/sandiaga-uno-pandemi-jadi-kesempatan-pariwisata-halal-indonesia-berbenah-WPXPL6Dm98.jpeg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kunjungan wisatawan muslim di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Sejak pemerintah mengembangkan sektor pariwisata halal atau ramah muslim pada tahun 2016, di tahun 2019 sekitar 20% dari 14,92 juta turis asing yang datang ke Indonesia merupakan wisatawan muslim.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, di kondisi pandemi seperti saat ini adalah masa yang paling sulit bagi masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga:&amp;nbsp; Aksi Terorisme, Sandiaga: Sektor Parekraf Sangat Bergantung pada Keamanan
 
&amp;ldquo;Dalam masa pandemi Covid-19 ini dari total 34 juta masyarakat yang menggantungkan dirinya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kita melihat bahwa restriksi perjalanan di seluruh negara mengakibatkan jumlah wisatawan mancanegara drop hampir 75%. Dari 16,1 juta menjadi hanya 4 juta di tahun 2020,&amp;rdquo; ungkapnya dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021 Sesi IV, Selasa (6/4/2021).
Sandiaga menjelaskan, wisatawan muslim didominasi oleh Malaysia dan Singapura. Sementara itu, jumlah penurunan wisatawan muslim ini hampir bersimetris dengan jumlah penurunan wisatawan seluruh negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp; Matangkan Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali, Sandiaga Uno Jaring Aspirasi Seluruh Pelaku Usaha Parekraf
 
Lanjut dia, ekosistem pariwisata halal Indonesia bisa menggunakan kesempatan ini untuk berbenah. Menurut Sandiaga, pandemi Covid-19 ini memberikan kesempatan untuk meluruskan persepsi bahwa pariwisata halal adalah extension of service atau peningkatan dan perluasan layanan.&amp;ldquo;Seperti layanan produk ekonomi kreatif dan bukan zonasi. Tetapi  adalah perluasan dari layanan untuk para pelaku wisata yang menginginkan  muslim friendly services,&amp;rdquo; kata dia.
Sementara itu, Sandiaga menilai, Indonesia semakin mampu untuk  menyiapkan layanan-layanan yang dibutuhkan oleh wisatawan muslim. Kata  dia, Indonesia mampu untuk memperluas pasar dan menjangkau  originasi-originasi yang selama ini belum tersentuh oleh destinasi  wisata di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kunjungan wisatawan muslim di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Sejak pemerintah mengembangkan sektor pariwisata halal atau ramah muslim pada tahun 2016, di tahun 2019 sekitar 20% dari 14,92 juta turis asing yang datang ke Indonesia merupakan wisatawan muslim.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, di kondisi pandemi seperti saat ini adalah masa yang paling sulit bagi masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga:&amp;nbsp; Aksi Terorisme, Sandiaga: Sektor Parekraf Sangat Bergantung pada Keamanan
 
&amp;ldquo;Dalam masa pandemi Covid-19 ini dari total 34 juta masyarakat yang menggantungkan dirinya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kita melihat bahwa restriksi perjalanan di seluruh negara mengakibatkan jumlah wisatawan mancanegara drop hampir 75%. Dari 16,1 juta menjadi hanya 4 juta di tahun 2020,&amp;rdquo; ungkapnya dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021 Sesi IV, Selasa (6/4/2021).
Sandiaga menjelaskan, wisatawan muslim didominasi oleh Malaysia dan Singapura. Sementara itu, jumlah penurunan wisatawan muslim ini hampir bersimetris dengan jumlah penurunan wisatawan seluruh negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp; Matangkan Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali, Sandiaga Uno Jaring Aspirasi Seluruh Pelaku Usaha Parekraf
 
Lanjut dia, ekosistem pariwisata halal Indonesia bisa menggunakan kesempatan ini untuk berbenah. Menurut Sandiaga, pandemi Covid-19 ini memberikan kesempatan untuk meluruskan persepsi bahwa pariwisata halal adalah extension of service atau peningkatan dan perluasan layanan.&amp;ldquo;Seperti layanan produk ekonomi kreatif dan bukan zonasi. Tetapi  adalah perluasan dari layanan untuk para pelaku wisata yang menginginkan  muslim friendly services,&amp;rdquo; kata dia.
Sementara itu, Sandiaga menilai, Indonesia semakin mampu untuk  menyiapkan layanan-layanan yang dibutuhkan oleh wisatawan muslim. Kata  dia, Indonesia mampu untuk memperluas pasar dan menjangkau  originasi-originasi yang selama ini belum tersentuh oleh destinasi  wisata di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
