<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Webinar Okezone, Menko Airlangga: Ekonomi Membaik, Dukungan Media Dibutuhkan untuk Indonesia Bangkit</title><description>Perjuangan Indonesia untuk memulihkan kesehatan dan membangkitkan ekonomi dari pandemi Covid-19 masih terus berlanjut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/07/320/2390914/di-webinar-okezone-menko-airlangga-ekonomi-membaik-dukungan-media-dibutuhkan-untuk-indonesia-bangkit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/07/320/2390914/di-webinar-okezone-menko-airlangga-ekonomi-membaik-dukungan-media-dibutuhkan-untuk-indonesia-bangkit"/><item><title>Di Webinar Okezone, Menko Airlangga: Ekonomi Membaik, Dukungan Media Dibutuhkan untuk Indonesia Bangkit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/07/320/2390914/di-webinar-okezone-menko-airlangga-ekonomi-membaik-dukungan-media-dibutuhkan-untuk-indonesia-bangkit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/07/320/2390914/di-webinar-okezone-menko-airlangga-ekonomi-membaik-dukungan-media-dibutuhkan-untuk-indonesia-bangkit</guid><pubDate>Rabu 07 April 2021 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/07/320/2390914/di-webinar-okezone-menko-airlangga-ekonomi-membaik-dukungan-media-dibutuhkan-untuk-indonesia-bangkit-vbdX35UE3r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/07/320/2390914/di-webinar-okezone-menko-airlangga-ekonomi-membaik-dukungan-media-dibutuhkan-untuk-indonesia-bangkit-vbdX35UE3r.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Perjuangan Indonesia untuk memulihkan kesehatan dan membangkitkan ekonomi dari pandemi Covid-19 masih terus berlanjut. Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, tahun 2021 akan menjadi tahun penuh peluang, tahun pemulihan ekonomi nasional dan global. Ini saat yang tepat kembali bekerja, mengembangkan usaha, dan optimistis memanfaatkan peluang.
&amp;ldquo;Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan ekonomi melalui sinergi dan koordinasi yang baik. Kita perlu mendapat dukungan dari semua stakeholder, termasuk media,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara webinar bertajuk &amp;ldquo;2021: Indonesia Bangkit&amp;rdquo; yang diselenggarakan oleh Okezone, Rabu (7/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga: Covid-19 Jadi Krisis Global yang Lama
Menko Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengatakan bahwa penanganan kasus Covid-19 di Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan global.
Data per 6 April 2021 menunjukkan, tren persentase kasus aktif Indonesia sudah mencapai single digit sebesar 7,4% dan lebih rendah dari pada global sebesar 17,3%.
Catatan positif lainnya adalah pada persentase kasus kesembuhan Indonesia sebesar 89,9% yang lebih tinggi dari pada global sebesar 80,5%. Hal ini tidak terlepas dari efektivitas pelaksanaan PPKM Mikro di saat gelombang 3 (third wave) Covid-19 melanda beberapa negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonom Sebut Pemulihan Ekonomi Berbentuk K, Maksudnya Apa?
Program vaksinasi juga terus dijalankan untuk mencapai kekebalan komunal. Hingga 6 April 2021, progres vaksinasi nasional dosis 1 dan 2 telah melebihi 13,4 juta suntikan, dengan kapasitas vaksinasi dapat mencapai 500 ribu suntikan per hari.
&amp;ldquo;Angka tersebut menjadikan Indonesia berada di urutan ke-8 di dunia. Bahkan, dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin, Indonesia berada dalam urutan 4 besar dunia,&amp;rdquo; terang Airlangga.
Melihat perkembangan yang ada, Menko Airlangga meyakini bahwa perekonomian Indonesia akan rebound di tahun 2021 pada kisaran 4,5% - 5,3%. Untuk dapat mewujudkan ekspektasi ini, diperlukan langkah kebijakan yang tepat dalam memulihkan ekonomi nasional.Kebijakan pemerintah akan difokuskan untuk meningkatkan  konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor.  Dari sisi Produksi, beberapa sektor utama seperti manufaktur,  perdagangan, penyedia akomodasi dan makanan minuman, serta transportasi  mengalami perbaikan. Sejumlah sektor bahkan mampu tumbuh signifikan,  antara lain informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan  sosial, pertanian, dan jasa pendidikan.
Airlangga menuturkan,  indikator ekonomi Indonesia terus menunjukkan sinyal pemulihan. Dari  sisi sektor riil, aktivitas manufaktur telah memasuki fase ekspansi.  Selain itu, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan  kendaraan bermotor telah membaik dibandingkan pada awal pandemi tahun  lalu.
&amp;ldquo;Di saat yang sama, peningkatan harga komoditas telah membuat neraca  perdagangan mengalami surplus dalam 10 bulan berturut-turut. Dari sisi  sektor eksternal, nilai tukar rupiah dan indeks harga saham telah  kembali ke level pra-Covid-19,&amp;rdquo; ungkapnya.
Pemerintah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun  2021 dengan anggaran mencapai Rp699,4 triliun atau naik 21% dari  realisasi PEN 2020. Data terkini menunjukan realisasi Program PEN s.d. 1  April 2021 mencapai Rp123,26 triliun atau 17,6% dari pagu. Agenda besar  lainnya adalah reformasi struktural melalui UU 11/2020 tentang Cipta  Kerja. UU Cipta Kerja akan menjadi jembatan antara program mitigasi  Covid-19 dan reformasi struktural jangka panjang. Pemerintah juga  membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI), serta mengeluarkan  kebijakan penurunan tarif PPh Badan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
&amp;ldquo;Untuk menstimulasi permintaan masyarakat kelas menengah, pemerintah  juga telah memberikan insentif bagi sektor yang memiliki multiplier  effect besar bagi perekonomian yaitu otomotif dan properti,&amp;rdquo; tutur Menko  Perekonomian.
Pemerintah juga mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa pandemi  Covid-19, di antaranya tambahan subsidi bunga KUR, penundaan angsuran  pokok paling lama 6 bulan, serta relaksasi KUR berupa perpanjangan waktu  dan penambahan limit plafon KUR.
Akses pembiayaan juga diperluas dengan peluncuran KUR Super Mikro.  Per 5 April 2021, telah terealisasi kepada 306.239 debitur dengan jumlah  pembiayaan mencapai Rp2,52 triliun. Program penting lainnya adalah  Kartu Prakerja yang sudah mencapai gelombang ke-16. Secara kumulatif,  sebanyak 60 juta peserta telah mendaftar dari 34 Provinsi dan 514  Kabupaten dan Kota. Pada tahun 2021 sebesar Rp786 miliar insentif telah  disalurkan.
Di pengujung sambutannya, Airlangga juga mengatakan bahwa salah satu  dampak dari pandemi Covid-19 adalah keharusan melakukan digitalisasi di  semua aspek, termasuk ekonomi digital.
&amp;ldquo;Untuk itu, Pemerintah mengembangkan Kerangka Strategi Nasional  Ekonomi Digital untuk melengkapi inisiatif Making Indonesia 4.0 yang  difokuskan pada sejumlah sektor,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perjuangan Indonesia untuk memulihkan kesehatan dan membangkitkan ekonomi dari pandemi Covid-19 masih terus berlanjut. Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, tahun 2021 akan menjadi tahun penuh peluang, tahun pemulihan ekonomi nasional dan global. Ini saat yang tepat kembali bekerja, mengembangkan usaha, dan optimistis memanfaatkan peluang.
&amp;ldquo;Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan ekonomi melalui sinergi dan koordinasi yang baik. Kita perlu mendapat dukungan dari semua stakeholder, termasuk media,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara webinar bertajuk &amp;ldquo;2021: Indonesia Bangkit&amp;rdquo; yang diselenggarakan oleh Okezone, Rabu (7/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga: Covid-19 Jadi Krisis Global yang Lama
Menko Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengatakan bahwa penanganan kasus Covid-19 di Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan global.
Data per 6 April 2021 menunjukkan, tren persentase kasus aktif Indonesia sudah mencapai single digit sebesar 7,4% dan lebih rendah dari pada global sebesar 17,3%.
Catatan positif lainnya adalah pada persentase kasus kesembuhan Indonesia sebesar 89,9% yang lebih tinggi dari pada global sebesar 80,5%. Hal ini tidak terlepas dari efektivitas pelaksanaan PPKM Mikro di saat gelombang 3 (third wave) Covid-19 melanda beberapa negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonom Sebut Pemulihan Ekonomi Berbentuk K, Maksudnya Apa?
Program vaksinasi juga terus dijalankan untuk mencapai kekebalan komunal. Hingga 6 April 2021, progres vaksinasi nasional dosis 1 dan 2 telah melebihi 13,4 juta suntikan, dengan kapasitas vaksinasi dapat mencapai 500 ribu suntikan per hari.
&amp;ldquo;Angka tersebut menjadikan Indonesia berada di urutan ke-8 di dunia. Bahkan, dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin, Indonesia berada dalam urutan 4 besar dunia,&amp;rdquo; terang Airlangga.
Melihat perkembangan yang ada, Menko Airlangga meyakini bahwa perekonomian Indonesia akan rebound di tahun 2021 pada kisaran 4,5% - 5,3%. Untuk dapat mewujudkan ekspektasi ini, diperlukan langkah kebijakan yang tepat dalam memulihkan ekonomi nasional.Kebijakan pemerintah akan difokuskan untuk meningkatkan  konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor.  Dari sisi Produksi, beberapa sektor utama seperti manufaktur,  perdagangan, penyedia akomodasi dan makanan minuman, serta transportasi  mengalami perbaikan. Sejumlah sektor bahkan mampu tumbuh signifikan,  antara lain informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan  sosial, pertanian, dan jasa pendidikan.
Airlangga menuturkan,  indikator ekonomi Indonesia terus menunjukkan sinyal pemulihan. Dari  sisi sektor riil, aktivitas manufaktur telah memasuki fase ekspansi.  Selain itu, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan  kendaraan bermotor telah membaik dibandingkan pada awal pandemi tahun  lalu.
&amp;ldquo;Di saat yang sama, peningkatan harga komoditas telah membuat neraca  perdagangan mengalami surplus dalam 10 bulan berturut-turut. Dari sisi  sektor eksternal, nilai tukar rupiah dan indeks harga saham telah  kembali ke level pra-Covid-19,&amp;rdquo; ungkapnya.
Pemerintah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun  2021 dengan anggaran mencapai Rp699,4 triliun atau naik 21% dari  realisasi PEN 2020. Data terkini menunjukan realisasi Program PEN s.d. 1  April 2021 mencapai Rp123,26 triliun atau 17,6% dari pagu. Agenda besar  lainnya adalah reformasi struktural melalui UU 11/2020 tentang Cipta  Kerja. UU Cipta Kerja akan menjadi jembatan antara program mitigasi  Covid-19 dan reformasi struktural jangka panjang. Pemerintah juga  membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI), serta mengeluarkan  kebijakan penurunan tarif PPh Badan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.
&amp;ldquo;Untuk menstimulasi permintaan masyarakat kelas menengah, pemerintah  juga telah memberikan insentif bagi sektor yang memiliki multiplier  effect besar bagi perekonomian yaitu otomotif dan properti,&amp;rdquo; tutur Menko  Perekonomian.
Pemerintah juga mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa pandemi  Covid-19, di antaranya tambahan subsidi bunga KUR, penundaan angsuran  pokok paling lama 6 bulan, serta relaksasi KUR berupa perpanjangan waktu  dan penambahan limit plafon KUR.
Akses pembiayaan juga diperluas dengan peluncuran KUR Super Mikro.  Per 5 April 2021, telah terealisasi kepada 306.239 debitur dengan jumlah  pembiayaan mencapai Rp2,52 triliun. Program penting lainnya adalah  Kartu Prakerja yang sudah mencapai gelombang ke-16. Secara kumulatif,  sebanyak 60 juta peserta telah mendaftar dari 34 Provinsi dan 514  Kabupaten dan Kota. Pada tahun 2021 sebesar Rp786 miliar insentif telah  disalurkan.
Di pengujung sambutannya, Airlangga juga mengatakan bahwa salah satu  dampak dari pandemi Covid-19 adalah keharusan melakukan digitalisasi di  semua aspek, termasuk ekonomi digital.
&amp;ldquo;Untuk itu, Pemerintah mengembangkan Kerangka Strategi Nasional  Ekonomi Digital untuk melengkapi inisiatif Making Indonesia 4.0 yang  difokuskan pada sejumlah sektor,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
