<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI KuartaI II-2021 Diramal Tumbuh hingga 8%</title><description>Ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 7% sampai 8% pada kuartal II tahun ini karena adanya akselerasi pemulihan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/08/320/2391294/ekonomi-ri-kuartai-ii-2021-diramal-tumbuh-hingga-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/08/320/2391294/ekonomi-ri-kuartai-ii-2021-diramal-tumbuh-hingga-8"/><item><title>Ekonomi RI KuartaI II-2021 Diramal Tumbuh hingga 8%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/08/320/2391294/ekonomi-ri-kuartai-ii-2021-diramal-tumbuh-hingga-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/08/320/2391294/ekonomi-ri-kuartai-ii-2021-diramal-tumbuh-hingga-8</guid><pubDate>Kamis 08 April 2021 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/08/320/2391294/ekonomi-ri-kuartai-ii-2021-diramal-tumbuh-hingga-8-BbDMuSalKM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/08/320/2391294/ekonomi-ri-kuartai-ii-2021-diramal-tumbuh-hingga-8-BbDMuSalKM.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Kebijakan Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Hidayat Amir memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 7% sampai 8% pada kuartal II tahun ini karena adanya akselerasi pemulihan.

&amp;ldquo;Kuartal II kami yakin kalau ritme dan tren perbaikan COVID-19 terus berlanjut maka pemulihan bisa diakselerasi ke pertumbuhan 7% sampai 8%,&amp;rdquo; katanya dalam webinar Indonesia Macroeconomic Update 2021 di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Amir mengatakan proyeksi pertumbuhan di level tersebut masih realistis mengingat Indonesia memiliki dasar yang rendah pada kuartal II tahun lalu yakni minus 5,3%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Di Webinar Okezone, Menko Airlangga: Ekonomi Membaik, Dukungan Media Dibutuhkan untuk Indonesia Bangkit&amp;nbsp;
&amp;nbsp;

Tak hanya itu, berbagai indikator pertumbuhan ekonomi juga terlihat mulai mengalami peningkatan setelah tertekan dampak pandemi yang luar biasa pada tahun lalu seperti penjualan semen dan kendaraan bermotor.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan beberapa indikator yang muncul seperti penjualan semen dan kendaraan bermotor bisa menjadi leading indikator,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia memastikan pihaknya akan terus memantau berbagai perkembangan yang terjadi pada indikator perekonomian tersebut sekaligus mengakselerasi upaya penanganan COVID-19.



Di sisi lain, Amir memprediksikan ekonomi Indonesia untuk kuartal I tahun ini masih akan berada dalam zona kontraksi yaitu di sekitar minus 1,1% hingga minus 0,1%.

&amp;ldquo;Kemungkinan akan mendekati level bawah tapi kita lihat beberapa indikator terus membaik. Kita pantau terus menerus perubahan ini,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Kebijakan Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Hidayat Amir memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 7% sampai 8% pada kuartal II tahun ini karena adanya akselerasi pemulihan.

&amp;ldquo;Kuartal II kami yakin kalau ritme dan tren perbaikan COVID-19 terus berlanjut maka pemulihan bisa diakselerasi ke pertumbuhan 7% sampai 8%,&amp;rdquo; katanya dalam webinar Indonesia Macroeconomic Update 2021 di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Amir mengatakan proyeksi pertumbuhan di level tersebut masih realistis mengingat Indonesia memiliki dasar yang rendah pada kuartal II tahun lalu yakni minus 5,3%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Di Webinar Okezone, Menko Airlangga: Ekonomi Membaik, Dukungan Media Dibutuhkan untuk Indonesia Bangkit&amp;nbsp;
&amp;nbsp;

Tak hanya itu, berbagai indikator pertumbuhan ekonomi juga terlihat mulai mengalami peningkatan setelah tertekan dampak pandemi yang luar biasa pada tahun lalu seperti penjualan semen dan kendaraan bermotor.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan beberapa indikator yang muncul seperti penjualan semen dan kendaraan bermotor bisa menjadi leading indikator,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia memastikan pihaknya akan terus memantau berbagai perkembangan yang terjadi pada indikator perekonomian tersebut sekaligus mengakselerasi upaya penanganan COVID-19.



Di sisi lain, Amir memprediksikan ekonomi Indonesia untuk kuartal I tahun ini masih akan berada dalam zona kontraksi yaitu di sekitar minus 1,1% hingga minus 0,1%.

&amp;ldquo;Kemungkinan akan mendekati level bawah tapi kita lihat beberapa indikator terus membaik. Kita pantau terus menerus perubahan ini,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
