<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Emiten Naik Signifikan tapi Nilainya Tak Besar</title><description>Pasar Modal Indonesia telah mencatatkan sebanyak 803 emiten per 1 April 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/09/278/2391859/jumlah-emiten-naik-signifikan-tapi-nilainya-tak-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/09/278/2391859/jumlah-emiten-naik-signifikan-tapi-nilainya-tak-besar"/><item><title>Jumlah Emiten Naik Signifikan tapi Nilainya Tak Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/09/278/2391859/jumlah-emiten-naik-signifikan-tapi-nilainya-tak-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/09/278/2391859/jumlah-emiten-naik-signifikan-tapi-nilainya-tak-besar</guid><pubDate>Jum'at 09 April 2021 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/09/278/2391859/jumlah-emiten-naik-signifikan-tapi-nilainya-tak-besar-DIKqMksfRE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/09/278/2391859/jumlah-emiten-naik-signifikan-tapi-nilainya-tak-besar-DIKqMksfRE.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>BALI - Pasar Modal Indonesia telah mencatatkan sebanyak 803  emiten per 1 April 2021. Adapun jumlah ini merupakan hasil dari  pertumbuhan yang luar biasa dalam satu sampai dua tahun ke belakang.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari  mengatakan, meskipun mengalami peningkatan jumlah emiten, value atau  nominalnya tidak seberapa besar dibanding dua sampai tiga tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bel Perdagangan Dibuka, Saham FIMP Naik 9,60%
&quot;Sekarang kita sudah punya 803 emiten, luar biasa sekali dan dalam  satu sampai dua tahun belakangan ini, proses rising fund di Pasar Modal  banyak sekali walaupun nominalnya tidak seberapa besar dibandingkan dua  sampai tiga tahun lalu,&quot; ujar Yunita dalam acara Pelatihan dan Gathering  Wartawan Media Massa di Bali, Jumat (9/4/2021).

Yunita menambahkan, emiten yang melantai di Bursa pada dua sampai  tiga tahun lalu jumlahnya lebih sedikit, tetapi nominalnya lebih tinggi. 
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fimperkasa Utama Resmi Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-13 Tahun Ini
&quot;Kalau sekarang jumlah emitennya banyak tapi rata-rata dari yang dibutuhkan tidak sebanyak dulu,&quot; kata dia.Dia menjelaskan, saat ini emiten saham berjumlah 671, dimana obligasi  dan sukuk berjumlah 52, emiten saham dan obligasi/sukuk berjumlah 80.  Dari 803 emiten, 724 diantaranya listing di Bursa dan sisanya tidak dan 9  perusahaan publik.

Sementara itu, market cap Bursa mencapai Rp6.968 triliun per 30  Desember 2020 dan per 8 April 2021 market cap menyentuh angka Rp7.173  triliun.

&quot;Secara Year to Date naiknya sudah 2,93 persen,&quot; ucapnya.

Adapun perbandingan kapitalisasi pasar modal terhadap PDB per 30  Desember 2020 tercatat 45,15 persen dan per 8 April 2021 tercatat 46,48  persen.</description><content:encoded>BALI - Pasar Modal Indonesia telah mencatatkan sebanyak 803  emiten per 1 April 2021. Adapun jumlah ini merupakan hasil dari  pertumbuhan yang luar biasa dalam satu sampai dua tahun ke belakang.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari  mengatakan, meskipun mengalami peningkatan jumlah emiten, value atau  nominalnya tidak seberapa besar dibanding dua sampai tiga tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bel Perdagangan Dibuka, Saham FIMP Naik 9,60%
&quot;Sekarang kita sudah punya 803 emiten, luar biasa sekali dan dalam  satu sampai dua tahun belakangan ini, proses rising fund di Pasar Modal  banyak sekali walaupun nominalnya tidak seberapa besar dibandingkan dua  sampai tiga tahun lalu,&quot; ujar Yunita dalam acara Pelatihan dan Gathering  Wartawan Media Massa di Bali, Jumat (9/4/2021).

Yunita menambahkan, emiten yang melantai di Bursa pada dua sampai  tiga tahun lalu jumlahnya lebih sedikit, tetapi nominalnya lebih tinggi. 
 
&amp;nbsp;Baca juga: Fimperkasa Utama Resmi Melantai di Bursa, Jadi Emiten ke-13 Tahun Ini
&quot;Kalau sekarang jumlah emitennya banyak tapi rata-rata dari yang dibutuhkan tidak sebanyak dulu,&quot; kata dia.Dia menjelaskan, saat ini emiten saham berjumlah 671, dimana obligasi  dan sukuk berjumlah 52, emiten saham dan obligasi/sukuk berjumlah 80.  Dari 803 emiten, 724 diantaranya listing di Bursa dan sisanya tidak dan 9  perusahaan publik.

Sementara itu, market cap Bursa mencapai Rp6.968 triliun per 30  Desember 2020 dan per 8 April 2021 market cap menyentuh angka Rp7.173  triliun.

&quot;Secara Year to Date naiknya sudah 2,93 persen,&quot; ucapnya.

Adapun perbandingan kapitalisasi pasar modal terhadap PDB per 30  Desember 2020 tercatat 45,15 persen dan per 8 April 2021 tercatat 46,48  persen.</content:encoded></item></channel></rss>
