<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aturan Lengkap THR Terbit, Pengusaha Wajib Bayar H-7 Lebaran</title><description>Pemberian THR bagi pekerja merupakan upaya memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya Keagamaan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/12/320/2393103/aturan-lengkap-thr-terbit-pengusaha-wajib-bayar-h-7-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/12/320/2393103/aturan-lengkap-thr-terbit-pengusaha-wajib-bayar-h-7-lebaran"/><item><title>Aturan Lengkap THR Terbit, Pengusaha Wajib Bayar H-7 Lebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/12/320/2393103/aturan-lengkap-thr-terbit-pengusaha-wajib-bayar-h-7-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/12/320/2393103/aturan-lengkap-thr-terbit-pengusaha-wajib-bayar-h-7-lebaran</guid><pubDate>Senin 12 April 2021 10:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/12/320/2393103/aturan-lengkap-thr-terbit-pengusaha-wajib-bayar-h-7-lebaran-zdIGj4ujLC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">THR Wajib Diberikan Sesuai Amanat UU. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/12/320/2393103/aturan-lengkap-thr-terbit-pengusaha-wajib-bayar-h-7-lebaran-zdIGj4ujLC.jpg</image><title>THR Wajib Diberikan Sesuai Amanat UU. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Pemberian THR bagi pekerja merupakan upaya memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya Keagamaan.
&quot;Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6 tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, pemberian THR merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja,&quot; ujar Ida dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (12/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kebijakan Menko Airlangga untuk Warga +62: THR dan Gaji ke-13 Berpotensi Tingkatkan Konsumsi Rp215 Triliun!
Berdasarkan kedua aturan tersebut, THR dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal.
&quot;Pertama, THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih dan THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu,&quot; jelas Ida.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga: Sudah Waktunya Pengusaha Bayar THR
Dia pun menjelaskan terkait besaran THR yang kemudian diperoleh oleh pekerja/buruh. Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan THR sebesar 1 bulan upah. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan jumlah masa kerja per 12 dikalikan 1 bulan upah.
&quot;Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, ada hitungannya tersendiri,&quot; ucap Ida.Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung berdasarkan masa kerjanya juga. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upahnya 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sementara itu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
&quot;THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan,&quot; pungkas Ida.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Pemberian THR bagi pekerja merupakan upaya memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya Keagamaan.
&quot;Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6 tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, pemberian THR merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja,&quot; ujar Ida dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (12/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kebijakan Menko Airlangga untuk Warga +62: THR dan Gaji ke-13 Berpotensi Tingkatkan Konsumsi Rp215 Triliun!
Berdasarkan kedua aturan tersebut, THR dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal.
&quot;Pertama, THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih dan THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu,&quot; jelas Ida.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga: Sudah Waktunya Pengusaha Bayar THR
Dia pun menjelaskan terkait besaran THR yang kemudian diperoleh oleh pekerja/buruh. Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan THR sebesar 1 bulan upah. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan jumlah masa kerja per 12 dikalikan 1 bulan upah.
&quot;Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, ada hitungannya tersendiri,&quot; ucap Ida.Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung berdasarkan masa kerjanya juga. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upahnya 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sementara itu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
&quot;THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan,&quot; pungkas Ida.</content:encoded></item></channel></rss>
