<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar Melemah Menanti Data Inflasi AS</title><description>Dolar turun tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/278/2393651/dolar-melemah-menanti-data-inflasi-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/278/2393651/dolar-melemah-menanti-data-inflasi-as"/><item><title>Dolar Melemah Menanti Data Inflasi AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/278/2393651/dolar-melemah-menanti-data-inflasi-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/278/2393651/dolar-melemah-menanti-data-inflasi-as</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 07:47 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/278/2393651/dolar-melemah-menanti-data-inflasi-as-XT51BBs4bl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/278/2393651/dolar-melemah-menanti-data-inflasi-as-XT51BBs4bl.jpg</image><title>Dolar (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Dolar turun tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika para pedagang menunggu data inflasi dan penjualan ritel AS yang sangat dinantikan dalam beberapa hari mendatang, dan Departemen Keuangan melihat permintaan kuat untuk penjualan baru obligasi tiga tahun dan 10 tahun.

Dolar telah rebound tahun ini didorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Perkasa Ditopang Data Inflasi
Data harga konsumen AS untuk Maret yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat adalah fokus ekonomi utama. Investor bertaruh bahwa tekanan harga akan meningkat karena melonjaknya stimulus fiskal dan moneter dan saat bisnis dibuka kembali dari penutupan terkait COVID-19.

Perbandingan dengan tahun lalu juga cenderung kuat, karena inflasi turun tahun lalu ketika bisnis tutup akibat penyebaran virus.
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar AS Menguat Terangkat Semangat The Fed untuk Pulihkan Ekonomi
&quot;Dengan data AS yang diperkirakan menguat minggu ini, kami yakin kenaikan dolar dapat berlanjut,&quot; kata analis di Brown Brothers Harriman dalam sebuah laporan pada Senin (12/4/2021).

Data penjualan ritel untuk Maret akan dirilis pada Kamis (15/4/2021).Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama  saingannya melemah 0,04 persen menjadi 92,164. Indeks bertahan di atas  level terendah tiga minggu di 91,995 yang dicapai pada Kamis (8/4/2021).

Euro sedikit berubah pada 1,1900 dolar AS.

Imbal hasil obligasi turun dari tertinggi sesi tetapi lebih tinggi  pada hari sebelum Departemen Keuangan akan menjual obligasi 30 tahun  pada Selasa waktu setempat, dan setelah lelang Senin (12/4/2021) melihat  permintaan yang baik.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Minggu bahwa  ekonomi AS berada pada &quot;titik perubahan&quot; dan tampaknya akan rebound  kuat dalam beberapa bulan mendatang, tetapi ia juga memperingatkan  risiko yang berasal dari pembukaan kembali yang tergesa-gesa.

Presiden Fed Boston, Eric Rosengren juga mengatakan pada Senin  (12/4/2021) bahwa ekonomi AS dapat mengalami rebound yang signifikan  tahun ini berkat kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif, meskipun  pasar tenaga kerja masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan.

Bitcoin melemah di sekitar level USD60.000 pada Senin (12/4/2021) dan  bertahan sedikit di bawah rekor tertinggi USD61.782 yang dicapai bulan  lalu.

Sterling naik 0,22 persen menjadi USD1,3724 karena para pedagang  menyambut baik fase terbaru dari rencana pembukaan kembali ekonomi  pemerintah Inggris.

Dolar juga melemah 0,19 persen menjadi 109,44 yen versus mata uang Jepang.

Para analis ING mencatat bahwa spekulan telah memangkas posisi net  short dolar mereka selama 12 minggu berturut-turut, yang dapat  membuktikan hambatan untuk kenaikan dolar lebih lanjut.

&quot;Pada tahap ini, dolar telah kehilangan semua 'keuntungan' posisinya,  memiliki posisi spekulatif netral, yang menunjukkan bahwa kita tidak  akan lagi melihat reli dolar terhadap sebagian besar mata uang G10 yang  diperburuk oleh pelepasan posisi jual dolar,&quot; tulis mereka.</description><content:encoded>NEW YORK - Dolar turun tipis terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika para pedagang menunggu data inflasi dan penjualan ritel AS yang sangat dinantikan dalam beberapa hari mendatang, dan Departemen Keuangan melihat permintaan kuat untuk penjualan baru obligasi tiga tahun dan 10 tahun.

Dolar telah rebound tahun ini didorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Perkasa Ditopang Data Inflasi
Data harga konsumen AS untuk Maret yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat adalah fokus ekonomi utama. Investor bertaruh bahwa tekanan harga akan meningkat karena melonjaknya stimulus fiskal dan moneter dan saat bisnis dibuka kembali dari penutupan terkait COVID-19.

Perbandingan dengan tahun lalu juga cenderung kuat, karena inflasi turun tahun lalu ketika bisnis tutup akibat penyebaran virus.
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar AS Menguat Terangkat Semangat The Fed untuk Pulihkan Ekonomi
&quot;Dengan data AS yang diperkirakan menguat minggu ini, kami yakin kenaikan dolar dapat berlanjut,&quot; kata analis di Brown Brothers Harriman dalam sebuah laporan pada Senin (12/4/2021).

Data penjualan ritel untuk Maret akan dirilis pada Kamis (15/4/2021).Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama  saingannya melemah 0,04 persen menjadi 92,164. Indeks bertahan di atas  level terendah tiga minggu di 91,995 yang dicapai pada Kamis (8/4/2021).

Euro sedikit berubah pada 1,1900 dolar AS.

Imbal hasil obligasi turun dari tertinggi sesi tetapi lebih tinggi  pada hari sebelum Departemen Keuangan akan menjual obligasi 30 tahun  pada Selasa waktu setempat, dan setelah lelang Senin (12/4/2021) melihat  permintaan yang baik.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Minggu bahwa  ekonomi AS berada pada &quot;titik perubahan&quot; dan tampaknya akan rebound  kuat dalam beberapa bulan mendatang, tetapi ia juga memperingatkan  risiko yang berasal dari pembukaan kembali yang tergesa-gesa.

Presiden Fed Boston, Eric Rosengren juga mengatakan pada Senin  (12/4/2021) bahwa ekonomi AS dapat mengalami rebound yang signifikan  tahun ini berkat kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif, meskipun  pasar tenaga kerja masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan.

Bitcoin melemah di sekitar level USD60.000 pada Senin (12/4/2021) dan  bertahan sedikit di bawah rekor tertinggi USD61.782 yang dicapai bulan  lalu.

Sterling naik 0,22 persen menjadi USD1,3724 karena para pedagang  menyambut baik fase terbaru dari rencana pembukaan kembali ekonomi  pemerintah Inggris.

Dolar juga melemah 0,19 persen menjadi 109,44 yen versus mata uang Jepang.

Para analis ING mencatat bahwa spekulan telah memangkas posisi net  short dolar mereka selama 12 minggu berturut-turut, yang dapat  membuktikan hambatan untuk kenaikan dolar lebih lanjut.

&quot;Pada tahap ini, dolar telah kehilangan semua 'keuntungan' posisinya,  memiliki posisi spekulatif netral, yang menunjukkan bahwa kita tidak  akan lagi melihat reli dolar terhadap sebagian besar mata uang G10 yang  diperburuk oleh pelepasan posisi jual dolar,&quot; tulis mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
