<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Naik Terangkat Peluncuran Vaksin AS</title><description>Harga minyak naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393657/harga-minyak-naik-terangkat-peluncuran-vaksin-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393657/harga-minyak-naik-terangkat-peluncuran-vaksin-as"/><item><title>Harga Minyak Naik Terangkat Peluncuran Vaksin AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393657/harga-minyak-naik-terangkat-peluncuran-vaksin-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393657/harga-minyak-naik-terangkat-peluncuran-vaksin-as</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 07:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/320/2393657/harga-minyak-naik-terangkat-peluncuran-vaksin-as-XDcswYCbI3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/320/2393657/harga-minyak-naik-terangkat-peluncuran-vaksin-as-XDcswYCbI3.jpg</image><title>Minyak Mentah (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah optimisme atas laju vaksinasi virus corona di Amerika Serikat dan setelah gerakan Houthi yang berbasis di Yaman mengatakan pihaknya menembakkan rudal ke situs-situs minyak Saudi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 33 sen menjadi ditutup pada 63,28 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei bertambah 38 sen menjadi menetap di 59,70 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Tertekan Imbas Pasokan Naik
Namun, harga minyak mentah masih bergerak di kisaran sempit dalam tiga minggu terakhir, karena meningkatnya ekspektasi akan melonjaknya aktivitas ekonomi AS diimbangi oleh lambatnya tingkat vaksinasi di Eropa dan antisipasi pasokan tambahan dari Iran dalam beberapa bulan mendatang.

Amerika Serikat telah memvaksinasi penuh 22 persen dari populasinya, sedangkan Inggris telah memvaksinasi 11 persen, menurut pelacak vaksin Reuters. Namun, negara-negara lainnya tidak bernasib baik, dengan warga Prancis dan Jerman baru sekitar 6,0 persen divaksinasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Harga Minyak Dunia Galau di Tengah Kekhawatiran Permintaan
&amp;ldquo;Harga minyak naik hari ini sebagai hasil dari kemajuan dalam kampanye vaksinasi di AS, yang membantu rencana pengeluaran negara,&amp;rdquo; kata Louise Dickson, analis pasar minyak Rystad Energy.

&quot;Momentum kenaikan (vaksinasi) di negara lain cukup menjanjikan, tetapi perbedaan besar tetap terjadi secara global,&quot; tambah Dickson.Harga juga mendapat dukungan setelah gerakan Houthi yang berpihak  pada Iran di Yaman mengatakan telah menembakkan 17 drone dan dua rudal  balistik ke sasaran Saudi, termasuk ke kilang Saudi Aramco di Jubail dan  Jeddah.

Tidak ada konfirmasi langsung dari Saudi. Saudi Aramco, perusahaan  minyak milik negara, tidak berkomentar saat dihubungi oleh Reuters.

&amp;ldquo;Meskipun masih banyak alasan untuk menjadi bullish, pelaku pasar  menjadi lebih berhati-hati karena infeksi telah melonjak di Eropa, India  dan beberapa pasar negara berkembang, sementara peluncuran vaksin  terbukti lebih lambat dari yang diperkirakan,&amp;rdquo; kata Stephen Brennock  dari pialang minyak PVM.

India sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi virus corona  harian di seluruh dunia, dan kasus juga meningkat di bagian lain Asia.

&quot;Dilihat dari kinerja harga, pasar minyak saat ini dalam keadaan  seimbang, dengan faktor positif dan negatif saling mengimbangi,&quot; kata  Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah  catatan, Senin (12/4/2021).

&quot;Di satu sisi, harga mendapat dukungan dari faktor eksternal seperti  dolar AS yang lebih lemah dan toleransi risiko yang lebih tinggi di  antara investor, ditambah disiplin produksi OPEC yang terus berlanjut,&quot;  katanya, menambahkan pembatasan yang sedang berlangsung untuk mobilitas  dan rencana peningkatan signifikan dalam produksi OPEC+ membebani harga.

Permintaan minyak Asia tetap lemah dan beberapa pembeli telah meminta  volume yang lebih rendah pada Mei, sebagian karena pemeliharaan kilang  dan harga yang lebih tinggi.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Minggu (11/4/2021), Ketua  Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekonomi AS berada pada &quot;titik  perubahan&quot; di tengah ekspektasi bahwa pertumbuhan dan perekrutan akan  dipercepat dalam beberapa bulan ke depan, tetapi menghadapi risiko  pembukaan kembali terlalu cepat dan memicu kebangkitan kembali kasus  covid-19.

Di sisi pasokan, produksi minyak AS dari tujuh formasi minyak serpih  utama diperkirakan naik untuk bulan ketiga berturut-turut, bertambah  sekitar 13.000 barel per hari (bph) pada Mei menjadi 7,61 juta barel per  hari, Badan Informasi Energi AS mengatakan pada Senin (12/4/2021).</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah optimisme atas laju vaksinasi virus corona di Amerika Serikat dan setelah gerakan Houthi yang berbasis di Yaman mengatakan pihaknya menembakkan rudal ke situs-situs minyak Saudi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 33 sen menjadi ditutup pada 63,28 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei bertambah 38 sen menjadi menetap di 59,70 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Tertekan Imbas Pasokan Naik
Namun, harga minyak mentah masih bergerak di kisaran sempit dalam tiga minggu terakhir, karena meningkatnya ekspektasi akan melonjaknya aktivitas ekonomi AS diimbangi oleh lambatnya tingkat vaksinasi di Eropa dan antisipasi pasokan tambahan dari Iran dalam beberapa bulan mendatang.

Amerika Serikat telah memvaksinasi penuh 22 persen dari populasinya, sedangkan Inggris telah memvaksinasi 11 persen, menurut pelacak vaksin Reuters. Namun, negara-negara lainnya tidak bernasib baik, dengan warga Prancis dan Jerman baru sekitar 6,0 persen divaksinasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Harga Minyak Dunia Galau di Tengah Kekhawatiran Permintaan
&amp;ldquo;Harga minyak naik hari ini sebagai hasil dari kemajuan dalam kampanye vaksinasi di AS, yang membantu rencana pengeluaran negara,&amp;rdquo; kata Louise Dickson, analis pasar minyak Rystad Energy.

&quot;Momentum kenaikan (vaksinasi) di negara lain cukup menjanjikan, tetapi perbedaan besar tetap terjadi secara global,&quot; tambah Dickson.Harga juga mendapat dukungan setelah gerakan Houthi yang berpihak  pada Iran di Yaman mengatakan telah menembakkan 17 drone dan dua rudal  balistik ke sasaran Saudi, termasuk ke kilang Saudi Aramco di Jubail dan  Jeddah.

Tidak ada konfirmasi langsung dari Saudi. Saudi Aramco, perusahaan  minyak milik negara, tidak berkomentar saat dihubungi oleh Reuters.

&amp;ldquo;Meskipun masih banyak alasan untuk menjadi bullish, pelaku pasar  menjadi lebih berhati-hati karena infeksi telah melonjak di Eropa, India  dan beberapa pasar negara berkembang, sementara peluncuran vaksin  terbukti lebih lambat dari yang diperkirakan,&amp;rdquo; kata Stephen Brennock  dari pialang minyak PVM.

India sekarang menyumbang satu dari setiap enam infeksi virus corona  harian di seluruh dunia, dan kasus juga meningkat di bagian lain Asia.

&quot;Dilihat dari kinerja harga, pasar minyak saat ini dalam keadaan  seimbang, dengan faktor positif dan negatif saling mengimbangi,&quot; kata  Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah  catatan, Senin (12/4/2021).

&quot;Di satu sisi, harga mendapat dukungan dari faktor eksternal seperti  dolar AS yang lebih lemah dan toleransi risiko yang lebih tinggi di  antara investor, ditambah disiplin produksi OPEC yang terus berlanjut,&quot;  katanya, menambahkan pembatasan yang sedang berlangsung untuk mobilitas  dan rencana peningkatan signifikan dalam produksi OPEC+ membebani harga.

Permintaan minyak Asia tetap lemah dan beberapa pembeli telah meminta  volume yang lebih rendah pada Mei, sebagian karena pemeliharaan kilang  dan harga yang lebih tinggi.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Minggu (11/4/2021), Ketua  Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ekonomi AS berada pada &quot;titik  perubahan&quot; di tengah ekspektasi bahwa pertumbuhan dan perekrutan akan  dipercepat dalam beberapa bulan ke depan, tetapi menghadapi risiko  pembukaan kembali terlalu cepat dan memicu kebangkitan kembali kasus  covid-19.

Di sisi pasokan, produksi minyak AS dari tujuh formasi minyak serpih  utama diperkirakan naik untuk bulan ketiga berturut-turut, bertambah  sekitar 13.000 barel per hari (bph) pada Mei menjadi 7,61 juta barel per  hari, Badan Informasi Energi AS mengatakan pada Senin (12/4/2021).</content:encoded></item></channel></rss>
