<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Investor Asing Tak Minati Tender Proyek Tol</title><description>BPJT mengajak kepada para investor asing khususnya yang berasal dari timur tengah untuk investasi pada proyek jalan tol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393857/alasan-investor-asing-tak-minati-tender-proyek-tol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393857/alasan-investor-asing-tak-minati-tender-proyek-tol"/><item><title>Alasan Investor Asing Tak Minati Tender Proyek Tol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393857/alasan-investor-asing-tak-minati-tender-proyek-tol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393857/alasan-investor-asing-tak-minati-tender-proyek-tol</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/320/2393857/alasan-investor-asing-tak-minati-tender-proyek-tol-TEckl3RysZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/320/2393857/alasan-investor-asing-tak-minati-tender-proyek-tol-TEckl3RysZ.jpg</image><title>Jalan Tol (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengajak kepada para investor asing khususnya yang berasal dari timur tengah untuk investasi pada proyek jalan tol. Mengingat, masih sangat jarang investor jalan tol yang berasal dari timur tengah.
Baca Juga: Tol Layang Japek Ganti Nama Jadi MBZ, Jasa Marga Mau Jual ke UEA?
 
Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Mahbullah Nurdin mengatakan, ada beberapa alasan mengapa investor asing termasuk dari timur tengah enggan untuk investasi pada proyek jalan tol. Salah satunya adalah karena sifat investasinya yang jangka panjang sehingga pengembalian modalnya lebih lama.
&amp;ldquo;Jalan tol ini kan investasi jangka panjang. Sampai saat ini investor asing belum ada yang minat (pada proyek jalan tol),&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selas (13/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Ini Alasan Tol Japek II Ganti Nama Jadi MBZ
 
Menurut Nurdin, pihak asing yang perah ikut tender adalah dari Malaysia saja yakni pada proyek jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Itupun setelah jalan tol tersebut beroperasi, dijual kepada PT Lintas Marga Sedaya atau Astra Tol Cipali.
&amp;ldquo;Asing yang ikut tender jalan tol cuma dari Malaysia di Cipali dan sekarang sudah dijual. Astra pemiliknya,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu sebelumnya Kepala BPJT Danang Parikesit menunggu para  investor yang berasal dari timur tengah untuk berinvestasi di proyek  jalan tol. Harapan ini muncul setelah dilakukannya perubahan nama jalan  tol layang Jakarta - Cikampek II atau Jakarta - Cikampek II Elevated  menjadi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Menurut Danang, saat ini masih belum banyak investor dari timur  tengah yang masuk ke proyek jalan tol. Oleh karena itu, dengan adanya  perubahan nama ini diharapkan semakin banyak investor dari Timur Tengah  yang berminat untuk menanamkan modalnya di proyek Jalan Tol.
&quot;Kalau boleh bicara harapan, di sektor jasa jalan tol ini  investor-investor dari Timur Tengah ini kan belum banyak yang masuk.  Harapan kita dengan adanya jalan tol layang MBZ ini cukup banyak  investor Timur Tengah yang menaruh minatnya untuk investasi di jalan tol  Indonesia,&quot; jelas Danang.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengajak kepada para investor asing khususnya yang berasal dari timur tengah untuk investasi pada proyek jalan tol. Mengingat, masih sangat jarang investor jalan tol yang berasal dari timur tengah.
Baca Juga: Tol Layang Japek Ganti Nama Jadi MBZ, Jasa Marga Mau Jual ke UEA?
 
Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Mahbullah Nurdin mengatakan, ada beberapa alasan mengapa investor asing termasuk dari timur tengah enggan untuk investasi pada proyek jalan tol. Salah satunya adalah karena sifat investasinya yang jangka panjang sehingga pengembalian modalnya lebih lama.
&amp;ldquo;Jalan tol ini kan investasi jangka panjang. Sampai saat ini investor asing belum ada yang minat (pada proyek jalan tol),&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selas (13/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Ini Alasan Tol Japek II Ganti Nama Jadi MBZ
 
Menurut Nurdin, pihak asing yang perah ikut tender adalah dari Malaysia saja yakni pada proyek jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Itupun setelah jalan tol tersebut beroperasi, dijual kepada PT Lintas Marga Sedaya atau Astra Tol Cipali.
&amp;ldquo;Asing yang ikut tender jalan tol cuma dari Malaysia di Cipali dan sekarang sudah dijual. Astra pemiliknya,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu sebelumnya Kepala BPJT Danang Parikesit menunggu para  investor yang berasal dari timur tengah untuk berinvestasi di proyek  jalan tol. Harapan ini muncul setelah dilakukannya perubahan nama jalan  tol layang Jakarta - Cikampek II atau Jakarta - Cikampek II Elevated  menjadi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Menurut Danang, saat ini masih belum banyak investor dari timur  tengah yang masuk ke proyek jalan tol. Oleh karena itu, dengan adanya  perubahan nama ini diharapkan semakin banyak investor dari Timur Tengah  yang berminat untuk menanamkan modalnya di proyek Jalan Tol.
&quot;Kalau boleh bicara harapan, di sektor jasa jalan tol ini  investor-investor dari Timur Tengah ini kan belum banyak yang masuk.  Harapan kita dengan adanya jalan tol layang MBZ ini cukup banyak  investor Timur Tengah yang menaruh minatnya untuk investasi di jalan tol  Indonesia,&quot; jelas Danang.</content:encoded></item></channel></rss>
