<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malaysia Satu-satunya Investor Asing yang Pernah Ikut Tender Jalan Tol di Indonesia</title><description>Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mengajak kepada para investor asing untuk mau berinvestasi di proyek jalan tol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393888/malaysia-satu-satunya-investor-asing-yang-pernah-ikut-tender-jalan-tol-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393888/malaysia-satu-satunya-investor-asing-yang-pernah-ikut-tender-jalan-tol-di-indonesia"/><item><title>Malaysia Satu-satunya Investor Asing yang Pernah Ikut Tender Jalan Tol di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393888/malaysia-satu-satunya-investor-asing-yang-pernah-ikut-tender-jalan-tol-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/320/2393888/malaysia-satu-satunya-investor-asing-yang-pernah-ikut-tender-jalan-tol-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/320/2393888/malaysia-satu-satunya-investor-asing-yang-pernah-ikut-tender-jalan-tol-di-indonesia-NvDlyovANs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/320/2393888/malaysia-satu-satunya-investor-asing-yang-pernah-ikut-tender-jalan-tol-di-indonesia-NvDlyovANs.jpg</image><title>Jalan Tol (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mengajak kepada para investor asing untuk mau berinvestasi di proyek jalan tol. Sebab, masih sangat jarang sekali investor asing yang mau berinvestasi di jalan tol.
Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Mahbullah Nurdin mengatakan hingga saat ini baru Malaysia saja investor asing yang pernah ikut tender proyek jalan tol. Ketika itu, perusahaan Malaysia PLUS Expressways International Berhad anak usaha UEM Group masih menjadi pemilik saham mayoritas jalan tol Cipali.
Baca Juga: Alasan Investor Asing Tak Minati Tender Proyek Tol
 
Namun sekitar 2019, perusahaan asal Malaysia tersebut memutuskan untuk menjual kepemilikan sahamnya. Sehingga kini saham dari jalan Tol Cipali dikuasai oleh PT Lintas Marga Sedaya (ASTRA Tol Cipali).
Perusahaan ini merupakan join venture antara Astra dengan perusahaan dana pensiun asal Kanada. Di mana porsi kepemilikan sahamnya adalah PT Astra Tol Nusantara yang merupakan anak usaha PT Astra Internasional Tbk sebesar 55% dan Canada Pension Plan Investment Board sebesar 45%.
Baca Juga: Tol Layang Japek Ganti Nama Jadi MBZ, Jasa Marga Mau Jual ke UEA?
 
&amp;ldquo;Asing yang ikut tender jalan tol cuma dari Malaysia di Cipali dan sekarang sudah dijual. Astra pemiliknya,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (13/4/2021).
Menurut Nurdin, beberapa investor asing justru lebih tertarik untuk mencaplok atau membeli saham ruas tol yang sudah jadi. Sebagai salah satu contohnya adalah investor asal Hong Kong Road King Expressway (RKE) melalui anak perusahaannya Kings Ring Limmited (KRL) yang mengambil alih 30% saham di Ruas Tol Medan &amp;ndash; Kualanamu - Tebing Tinggi (MKTT) dengan nilai investasi sebesar Rp824 miliar.
&amp;ldquo;Iya cuma yang dari Hong Kong itu, maunya ambil alih yang sudah beroperasi,&amp;rdquo; jelasnya.
Atas dasar itu juga, Kepala BPJT Danang Parikesit menunggu para  investor yang berasal dari timur tengah untuk berinvestasi di proyek  jalan tol. Harapan ini muncul setelah dilakukannya perubahan nama jalan  tol layang Jakarta - Cikampek II atau Jakarta - Cikampek II Elevated  menjadi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Menurut Danang, saat ini masih belum banyak investor dari timur  tengah yang masuk ke proyek jalan tol. Oleh karena itu, dengan adanya  perubahan nama ini diharapkan semakin banyak investor dari Timur Tengah  yang berminat untuk menanamkan modalnya di proyek Jalan Tol.
&quot;Kalau boleh bicara harapan, di sektor jasa jalan tol ini  investor-investor dari Timur Tengah ini kan belum banyak yang masuk.  Harapan kita dengan adanya jalan tol layang MBZ ini cukup banyak  investor Timur Tengah yang menaruh minatnya untuk investasi di jalan tol  Indonesia,&quot; jelas Danang.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus mengajak kepada para investor asing untuk mau berinvestasi di proyek jalan tol. Sebab, masih sangat jarang sekali investor asing yang mau berinvestasi di jalan tol.
Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Mahbullah Nurdin mengatakan hingga saat ini baru Malaysia saja investor asing yang pernah ikut tender proyek jalan tol. Ketika itu, perusahaan Malaysia PLUS Expressways International Berhad anak usaha UEM Group masih menjadi pemilik saham mayoritas jalan tol Cipali.
Baca Juga: Alasan Investor Asing Tak Minati Tender Proyek Tol
 
Namun sekitar 2019, perusahaan asal Malaysia tersebut memutuskan untuk menjual kepemilikan sahamnya. Sehingga kini saham dari jalan Tol Cipali dikuasai oleh PT Lintas Marga Sedaya (ASTRA Tol Cipali).
Perusahaan ini merupakan join venture antara Astra dengan perusahaan dana pensiun asal Kanada. Di mana porsi kepemilikan sahamnya adalah PT Astra Tol Nusantara yang merupakan anak usaha PT Astra Internasional Tbk sebesar 55% dan Canada Pension Plan Investment Board sebesar 45%.
Baca Juga: Tol Layang Japek Ganti Nama Jadi MBZ, Jasa Marga Mau Jual ke UEA?
 
&amp;ldquo;Asing yang ikut tender jalan tol cuma dari Malaysia di Cipali dan sekarang sudah dijual. Astra pemiliknya,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (13/4/2021).
Menurut Nurdin, beberapa investor asing justru lebih tertarik untuk mencaplok atau membeli saham ruas tol yang sudah jadi. Sebagai salah satu contohnya adalah investor asal Hong Kong Road King Expressway (RKE) melalui anak perusahaannya Kings Ring Limmited (KRL) yang mengambil alih 30% saham di Ruas Tol Medan &amp;ndash; Kualanamu - Tebing Tinggi (MKTT) dengan nilai investasi sebesar Rp824 miliar.
&amp;ldquo;Iya cuma yang dari Hong Kong itu, maunya ambil alih yang sudah beroperasi,&amp;rdquo; jelasnya.
Atas dasar itu juga, Kepala BPJT Danang Parikesit menunggu para  investor yang berasal dari timur tengah untuk berinvestasi di proyek  jalan tol. Harapan ini muncul setelah dilakukannya perubahan nama jalan  tol layang Jakarta - Cikampek II atau Jakarta - Cikampek II Elevated  menjadi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Menurut Danang, saat ini masih belum banyak investor dari timur  tengah yang masuk ke proyek jalan tol. Oleh karena itu, dengan adanya  perubahan nama ini diharapkan semakin banyak investor dari Timur Tengah  yang berminat untuk menanamkan modalnya di proyek Jalan Tol.
&quot;Kalau boleh bicara harapan, di sektor jasa jalan tol ini  investor-investor dari Timur Tengah ini kan belum banyak yang masuk.  Harapan kita dengan adanya jalan tol layang MBZ ini cukup banyak  investor Timur Tengah yang menaruh minatnya untuk investasi di jalan tol  Indonesia,&quot; jelas Danang.</content:encoded></item></channel></rss>
