<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tips Mengelola Generasi Milenial di Lingkungan Kerja</title><description>Generasi milenial adalah generasi yang lahir pada kurun waktu 1980-an dan 1990-an.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/622/2393229/5-tips-mengelola-generasi-milenial-di-lingkungan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/622/2393229/5-tips-mengelola-generasi-milenial-di-lingkungan-kerja"/><item><title>5 Tips Mengelola Generasi Milenial di Lingkungan Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/622/2393229/5-tips-mengelola-generasi-milenial-di-lingkungan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/13/622/2393229/5-tips-mengelola-generasi-milenial-di-lingkungan-kerja</guid><pubDate>Selasa 13 April 2021 05:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/12/622/2393229/5-tips-mengelola-generasi-milenial-di-lingkungan-kerja-IpWEm776vJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/12/622/2393229/5-tips-mengelola-generasi-milenial-di-lingkungan-kerja-IpWEm776vJ.jpeg</image><title>Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Generasi milenial adalah generasi yang lahir pada kurun waktu 1980-an dan 1990-an, di mana kalangan tertua dari generasi ini mulai memasuki dunia kerja di akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan populasi produktif atau angkatan kerja di tahun 2020 mencapai 179 juta orang, dan milenial dengan umur sekitar 21-36 tahun berkontribusi sebesar 63,5 juta orang dari populasi tersebut.
Baca juga: 8 Kutipan Inspirasi Presiden-Presiden AS, Jadi Motivasi bagi Para Pengusaha
Walaupun di lingkungan kerja tidak bisa memberi stereotip tertentu berdasarkan kapan pekerja lahir, namun ada beberapa perbedaan terukur tentang kapan dan bagaimana generasi milenial dibesarkan dan dididik, dan memahami perbedaan ini dapat memudahkan pengelolaan mereka di dunia kerja.
Berikut ulasan bagaimana mengelola atau mengatur generasi milenial di dunia kerja, dilansir dari The Balance, Selasa (13/4/2021).
Baca juga:Karier Vs Menikah, Milenial Pilih Mana?
Jadikan Kerja Tim sebagai Bagian dari Budaya Perusahaan
Salah satu perubahan dalam kurikulum pendidikan selama beberapa dekade ketika generasi milenial bersekolah adalah peningkatan pada kerja tim dan tugas kelompok. Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, sudah umum bagi anggota generasi ini untuk diminta menyelesaikan tugas sebagai bagian dari tim.
Dengan budaya bekerja dalam tim ini, perusahaan akan dapat memanfaatkan apa saja yang bisa menjadi kekuatan bagi beberapa karyawan generasi milenial.
Manfaatkan Literasi Elektronik Mereka
Milenial adalah generasi pertama yang tumbuh dengan internet sebagai bagian keseharian mereka. Mereka adalah yang pertama memanfaatkan teknologi yang menghubungkan orang secara dalam jaringan. Pengalaman dan pengetahuan ini dapat membantu memperluas komunikasi baik secara internal maupun eksternal untuk perusahaan.Rangkul Keberagaman dan Fleksibilitas
Survei Deloitte menunjukkan bahwa kaum milenial menghargai dan paling  bersedia untuk tetap loyal pada perusahaan yang memiliki tim manajemen  yang beragam dalam lingkungan kerja yang fleksibel. Memanfaatkan ini  berarti membangun tim dan staf yang beragam, selain mencari klien yang  beragam. Selain itu, berikan lingkungan kerja dengan peluang untuk  kemajuan dan tantangan baru.
Fokus pada Hasil
Sementara generasi yang lebih tua menghargai hal-hal seperti jadwal  kerja yang tetap dan aturan berpakaian, generasi milenial lebih fokus  pada hasil akhir. Ini berarti penting bagi perusahaan untuk sedikit  melonggarkan aturan.
Banyak milenial adalah pekerja keras, tetapi untuk terhubung dengan  mereka dan mempertahankannya, perusahaan mungkin harus rela bekerja  dengan jadwal yang lebih fleksibel dan aturan berpakaian yang tidak  terlalu ketat.
Izinkan Telecommuting atau Bekerja dari Jarak Jauh
Gabungkan berbagai sifat seperti literasi teknologi dan berorientasi  pada hasil, perusahaan akan mendapatkan karyawan yang mampu melakukan  pekerjaan dengan baik dengan cara yang tidak mudah ditemukan pada  generasi sebelumnya.
Banyak generasi milenial percaya bahwa mereka harus memiliki pilihan  untuk bekerja dari jarak jauh sesekali atau bahkan secara eksklusif  selama mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Bersikaplah fleksibel  dalam hal ini, dan perusahaan akan lebih berhasil menarik dan  mempertahankan anggota generasi ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Generasi milenial adalah generasi yang lahir pada kurun waktu 1980-an dan 1990-an, di mana kalangan tertua dari generasi ini mulai memasuki dunia kerja di akhir 1990-an dan awal 2000-an.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan populasi produktif atau angkatan kerja di tahun 2020 mencapai 179 juta orang, dan milenial dengan umur sekitar 21-36 tahun berkontribusi sebesar 63,5 juta orang dari populasi tersebut.
Baca juga: 8 Kutipan Inspirasi Presiden-Presiden AS, Jadi Motivasi bagi Para Pengusaha
Walaupun di lingkungan kerja tidak bisa memberi stereotip tertentu berdasarkan kapan pekerja lahir, namun ada beberapa perbedaan terukur tentang kapan dan bagaimana generasi milenial dibesarkan dan dididik, dan memahami perbedaan ini dapat memudahkan pengelolaan mereka di dunia kerja.
Berikut ulasan bagaimana mengelola atau mengatur generasi milenial di dunia kerja, dilansir dari The Balance, Selasa (13/4/2021).
Baca juga:Karier Vs Menikah, Milenial Pilih Mana?
Jadikan Kerja Tim sebagai Bagian dari Budaya Perusahaan
Salah satu perubahan dalam kurikulum pendidikan selama beberapa dekade ketika generasi milenial bersekolah adalah peningkatan pada kerja tim dan tugas kelompok. Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, sudah umum bagi anggota generasi ini untuk diminta menyelesaikan tugas sebagai bagian dari tim.
Dengan budaya bekerja dalam tim ini, perusahaan akan dapat memanfaatkan apa saja yang bisa menjadi kekuatan bagi beberapa karyawan generasi milenial.
Manfaatkan Literasi Elektronik Mereka
Milenial adalah generasi pertama yang tumbuh dengan internet sebagai bagian keseharian mereka. Mereka adalah yang pertama memanfaatkan teknologi yang menghubungkan orang secara dalam jaringan. Pengalaman dan pengetahuan ini dapat membantu memperluas komunikasi baik secara internal maupun eksternal untuk perusahaan.Rangkul Keberagaman dan Fleksibilitas
Survei Deloitte menunjukkan bahwa kaum milenial menghargai dan paling  bersedia untuk tetap loyal pada perusahaan yang memiliki tim manajemen  yang beragam dalam lingkungan kerja yang fleksibel. Memanfaatkan ini  berarti membangun tim dan staf yang beragam, selain mencari klien yang  beragam. Selain itu, berikan lingkungan kerja dengan peluang untuk  kemajuan dan tantangan baru.
Fokus pada Hasil
Sementara generasi yang lebih tua menghargai hal-hal seperti jadwal  kerja yang tetap dan aturan berpakaian, generasi milenial lebih fokus  pada hasil akhir. Ini berarti penting bagi perusahaan untuk sedikit  melonggarkan aturan.
Banyak milenial adalah pekerja keras, tetapi untuk terhubung dengan  mereka dan mempertahankannya, perusahaan mungkin harus rela bekerja  dengan jadwal yang lebih fleksibel dan aturan berpakaian yang tidak  terlalu ketat.
Izinkan Telecommuting atau Bekerja dari Jarak Jauh
Gabungkan berbagai sifat seperti literasi teknologi dan berorientasi  pada hasil, perusahaan akan mendapatkan karyawan yang mampu melakukan  pekerjaan dengan baik dengan cara yang tidak mudah ditemukan pada  generasi sebelumnya.
Banyak generasi milenial percaya bahwa mereka harus memiliki pilihan  untuk bekerja dari jarak jauh sesekali atau bahkan secara eksklusif  selama mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Bersikaplah fleksibel  dalam hal ini, dan perusahaan akan lebih berhasil menarik dan  mempertahankan anggota generasi ini.</content:encoded></item></channel></rss>
