<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 'Serbu' Istana, Buruh Bongkar Pengusaha yang Tak Taat Bayar THR</title><description>Andi Gani Nena Wea hari ini mendatangi Istana Kepresidenan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/14/320/2394621/serbu-istana-buruh-bongkar-pengusaha-yang-tak-taat-bayar-thr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/14/320/2394621/serbu-istana-buruh-bongkar-pengusaha-yang-tak-taat-bayar-thr"/><item><title> 'Serbu' Istana, Buruh Bongkar Pengusaha yang Tak Taat Bayar THR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/14/320/2394621/serbu-istana-buruh-bongkar-pengusaha-yang-tak-taat-bayar-thr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/14/320/2394621/serbu-istana-buruh-bongkar-pengusaha-yang-tak-taat-bayar-thr</guid><pubDate>Rabu 14 April 2021 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/14/320/2394621/serbu-istana-buruh-bongkar-pengusaha-yang-tak-taat-bayar-thr-TgmJk1INB1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">THR (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/14/320/2394621/serbu-istana-buruh-bongkar-pengusaha-yang-tak-taat-bayar-thr-TgmJk1INB1.jpg</image><title>THR (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea hari ini mendatangi Istana Kepresidenan. Dia mengaku bertemu dengan beberapa menteri di istana.

&amp;ldquo;Dengan pemerintah, dengan beberapa menteri. Dan juga kita menyampaikan bahwa harapan kita, pemerintah pada saat ini, dan kita juga sampaikan soal omnibus law,&amp;rdquo; katanya, Rabu (14/4/2021).

Dia mengatakan bahwa salah satu yang dibahas berkaitan dengan tunjangan hari raya (THR). Seperti diketahui saat ini THR tengah menjadi polemik jelang Lebaran ini.

&amp;ldquo;Juga membahas soal THR menjadi polemik sekarang dan semoga Menaker segera menerbitkan Satgas THR yang diisi oleh buruh dan pengusaha. Jadi ada kesimbangan. Bukan hanya pemerintah,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Begini 'Azab' Perusahaan yang Tidak Bayar THR Karyawan&amp;nbsp;
Andi mengatakan bahwa jika Satgas THR diisi tiga pihak maka akan berimbang dalam menangani persoalan THR. Dengan begitu dapat diketahui mana saja perusahaan yang mampu dan tidak memberikan THR.

&amp;ldquo;Karena itu kita minta di tahun 2021 Satgas THR diisi oleh tiga pihak pemerintah, buruh dan pengusaha agar bisa berimbang, agar bisa netral dan bisa memberikan masukan-masukan yang benar-benar seimbang. Dari pengusaha memberikan argumentasi, dari federasi buruh juga memberikan argumentasi yang tepat. Dan kita bisa melihat sama-sama perusahaan ini mampu atau tidak memberikan THR,&amp;rdquo; paparnya.

Dia menekankan pentingnya pengawasan dalam pemberian THR ini. Namun paling tepat hal ini diawasi oleh pemerintah, pengusaha dan buruh.

&amp;ldquo;Yang penting yang terbaik pengawasan itu ada dan melekat dan juga harus diberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang memang tidak memberikan THR secara utuh,&amp;rdquo; tuturnya.

Dia menyebut masih ada perusahaan yang masih mencicil THR dari tahun 2020 sampai hari ini.

&amp;ldquo;Maka dari itu harus ada penegasan dari pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kalau ada perusahaan yang tidak melakukan kewajibannya dengan baik,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea hari ini mendatangi Istana Kepresidenan. Dia mengaku bertemu dengan beberapa menteri di istana.

&amp;ldquo;Dengan pemerintah, dengan beberapa menteri. Dan juga kita menyampaikan bahwa harapan kita, pemerintah pada saat ini, dan kita juga sampaikan soal omnibus law,&amp;rdquo; katanya, Rabu (14/4/2021).

Dia mengatakan bahwa salah satu yang dibahas berkaitan dengan tunjangan hari raya (THR). Seperti diketahui saat ini THR tengah menjadi polemik jelang Lebaran ini.

&amp;ldquo;Juga membahas soal THR menjadi polemik sekarang dan semoga Menaker segera menerbitkan Satgas THR yang diisi oleh buruh dan pengusaha. Jadi ada kesimbangan. Bukan hanya pemerintah,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Begini 'Azab' Perusahaan yang Tidak Bayar THR Karyawan&amp;nbsp;
Andi mengatakan bahwa jika Satgas THR diisi tiga pihak maka akan berimbang dalam menangani persoalan THR. Dengan begitu dapat diketahui mana saja perusahaan yang mampu dan tidak memberikan THR.

&amp;ldquo;Karena itu kita minta di tahun 2021 Satgas THR diisi oleh tiga pihak pemerintah, buruh dan pengusaha agar bisa berimbang, agar bisa netral dan bisa memberikan masukan-masukan yang benar-benar seimbang. Dari pengusaha memberikan argumentasi, dari federasi buruh juga memberikan argumentasi yang tepat. Dan kita bisa melihat sama-sama perusahaan ini mampu atau tidak memberikan THR,&amp;rdquo; paparnya.

Dia menekankan pentingnya pengawasan dalam pemberian THR ini. Namun paling tepat hal ini diawasi oleh pemerintah, pengusaha dan buruh.

&amp;ldquo;Yang penting yang terbaik pengawasan itu ada dan melekat dan juga harus diberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang memang tidak memberikan THR secara utuh,&amp;rdquo; tuturnya.

Dia menyebut masih ada perusahaan yang masih mencicil THR dari tahun 2020 sampai hari ini.

&amp;ldquo;Maka dari itu harus ada penegasan dari pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kalau ada perusahaan yang tidak melakukan kewajibannya dengan baik,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
